
"Maksud mama?" Tanya Tari bingung.
"Mama tidak akan membiarkan David menceraikan mu tetapi kamu yang akan menceraikan David!" Jelas Margaret membuat Tari tersentak tapi tak lama kemudian ia tersenyum lebar karena sebentar lagi dirinya akan lepas dari jeratan si Hot CEO itu.
"Benarkah, Ma. Tari bakal seneng banget kalau terlepas dari cengkraman David, karena Tari bisa pulang ke Indonesia bertemu dengan bunda di kampung," balas Tari tersenyum senang dengan mata yang berbinar bahagia.
Margaret yang melihatnya pun tersenyum kecil ia mengelus pucuk kepala Tari penuh kasih sayang. Margaret dan Dino sudah tahu masa lalu Tari yang mantan pelakor, awalnya Margaret sedih dan kecewa akan tetapi setelah mengingat masa lalunya yang penuh dengan pria pun sadar bahwa setiap manusia pasti punya masa lalu yang kelam dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang mau berubah.
"Apa di hatimu ada David sayang?" Tanya Margaret lembut menunjuk dada Tari.
Degg.
Hati Tari bergetar mendengar pertanyaan Margaret. Sejujurnya Tari pun bingung apakah sudah ada David di dalam hatinya? Dia mulai mengingat kembali saat-saat dirinya menghabiskan waktu bersama dengan David sebelum perang dingin waktu lalu terjadi.
Flashback.
"Dav, ayo kita berenang!" Ajak Tari menarik tangan David berlari masuk ke dalam air laut.
Ya, mereka sekarang sedang berada di pantai karena David tak sanggup mendengar rengekan Tari yang sangat ingin ke pantai, apalagi Tari yang mendiaminya membuat David mau tak mau harus menuruti keinginan istri kontraknya itu.
"Kau ini seperti anak kecil saja," ketus David membuat Tari langsung mengecup bibir manyun David.
Cup.
"Jangan cemberut gitu nanti gantengnya hilang loh!" Goda Tari mencolek dagu David.
"Kau ingin menggoda ku?" Tanya David menaikkan alisnya sebelah.
"Kalau iya kenapa?!" Balas Tari menoel tongkat keramat David lalu berlari kencang meninggalkan David yang masih shock.
"Hey .. kemari kau Tara Utara!" Teriak David mengejar Tari.
"Hahahaha .. kejar aku, Dav. Hahahaha ..," Tari tertawa girang berlari di pesisir pantai, David yang biasanya datar dan hanya tertarik pada hal-hal yang berbau hot pun sekarang ikut menikmati waktu bermainnya dengan Tari.
__ADS_1
"Rasakan ini!" Teriak Tari mencipratkan air laut ke wajah David.
"Kau .. benar-benar nakal ya," sungut David menggendong Tari seperti koala lalu masuk ke dalam air laut.
"Dav .. aku tidak pandai berenang," rengek Tari memeluk erat leher David.
David menyeringai kejam mendengarnya ia segera melepaskan tangannya sehingga Tari berteriak ketakutan, ia melilitkan kakinya di pinggang David karena sangat takut bila tenggelam.
"Dav .. jangan lepaskan aku! Nanti aku tenggelam dan kamu jadi duda," rengek Tari membuat David tertawa lepas.
"Hahahaha .. tidak masalah jadi duda karena aku bisa menikah lagi," balas David santai melepaskan tangan dan kaki Tari yang menempel di tubuhnya.
"Akkkk .. Dav, jangan hiks .. hiks aku takut!" Rengek Tari membuat David tersenyum puas.
"Beri aku ciuman agar aku punya tenaga untuk membawamu ke tepi," balas David menyeringai.
"Ish .. kau ini sangat pandai mengambil keuntungan empps .." David mencium rakus bibir Tari bahkan tangannya sudah bermain di bawah sana membuat Tari m*ndesah tak karuan. Entah kapan David menarik penutup segitiga itu.
"Dav, jangan disini .." ucap Tari dengan suara yang bergetar karena hasratnya yang sudah di ubun-ubun.
Andai kita berdua menikah karena cinta pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, Dav batin Tari sedih.
Flashback off.
"Sayang! Kenapa kamu diam saja? Apakah ada David di dalam sini?" Tanya Margaret lembut.
"Tari tidak tahu, Ma. Karena dari awal menikah Tari sudah lebih dulu membentengi hati Tari, bukan karena tidak ingin David masuk tetapi Tari tak ingin bermain dengan hati kalau ujung-ujungnya cuma makan hati!" Balas Tari jujur membuat Margaret tertawa cekikikan.
Hihihi .. sepertinya kamu akan sangat susah masuk ke dalam hati Tari, Dav batin Margaret tertawa senang.
Cklek.
Dino masuk dengan raut wajah yang tak bisa dibaca membuat suasana di dalam ruangan tersebut berubah menjadi tegang.
__ADS_1
"Nak, setengah jam lagi kamu akan papa kirim ke Indonesia tapi bukan pulang ke kampung mu karena David bisa melacak mu disana tapi papa akan mengirim mu ke tempat yang tidak akan pernah bisa dijangkau oleh David!" Tegas Dino membuat Tari bingung namun ia hanya mengangguk kepalanya cepat karena yakin pasti Dino dan Margaret lebih tahu yang mana lebih baik untuknya.
"Kenapa sekarang, Pa? Bukankah seharusnya besok Tari baru pulang ke indo?" Tanya Margaret penasaran karena tadinya mereka sudah sepakat untuk mengirim Tari ke Indonesia besok.
"David lebih dulu tahu kebusukan wanita itu dan aku yakin satu-satunya pelarian David nanti adalah Tari. Papa ingin David jera terlebih dahulu, biarkan dia menyesal karena telah menciptakan permainan yang dari awal tidak bisa dimenangkan olehnya! Biarkan anak itu menggila untuk sesaat apalagi sekarang dia tahu kalau Tari sedang hamil anaknya?!" Terang Dino membuat Tari tersenyum licik begitu juga dengan Margaret yang tersenyum lebar.
"Dan disana nanti papa juga akan menyuruh orang untuk membuatkan hotel untuk mu, Nak. Hitung-hitung itu sebagai hadiah untuk cucu papa yang sebentar lagi akan lahir," lanjut Dino membuat Tari membulatkan matanya.
Hotel! Hadiah untuk cucu? Yang artinya itu hadiah untuk anak Tari?
Aduh, Nak. Kamu masih kecil seperti kecebong tapi udah di kasih hadiah hotel oleh kakek mu .. memang kalau cucu Sultan bukan main batin Tari senang.
"Benarkah, Pa?" Tanya Tari semangat.
"Benar, selama ini papa tahu kalau kamu diam-diam ingin membangun hotel untuk pelarian mu nanti 'kan." Tari tersenyum malu karena niatnya sudah tercium oleh Dino dan Margaret.
"Hehehe .. sebenarnya bukan pelarian, Pa. Tapi sebagai tunjangan hidup Tari," balas Tari tersenyum malu membuat Margaret dan Dino terkekeh geli karena Tari sangatlah jujur dan blak-blakan.
***
Sedangkan di sisi lain David sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Dia sangat ingin bertemu dengan Tari untuk meminta maaf akan tindakannya itu. Entah mengapa sedari tadi pikirannya hanya ada bayangan Tari yang kesakitan karena pendarahan.
Maafkan aku Tara batin David penuh sesal.
**Bersambung.
Halo kakak sambil nungguin author up lagi silahkan mampir di novel dibawah ini ya kak .. di jamin bagus kok, ini adalah novel kesukaan author yang berjudul aku menjadi tawanan sang raja tiran**.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰 di novel dibawah ini.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏 i