Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Nasihat Jimmy


__ADS_3

"Sayang!" panggil Lisa dengan mata yang berkaca-kaca karena tak menyangka putra kecilnya dulu sudah tumbuh besar menjadi sosok pria tampan dan sekarang sudah menikah.


"Mama." Alex memeluk hangat tubuh ramping Lisa yang sudah menjadi mama angkatnya. Meski kedekatan mereka tak sedekat Alex dengan orang tua Jimmy tapi tak dapat Alex pungkiri kalau Lisa dan Jimmy benar-benar menyayangi nya.


"Selamat ya sayang. Semoga kamu bahagia!" Lisa mencium kening Alex dengan lembut.


"Terima kasih, Ma." Jimmy ikut memeluk Alex.


"Ingat, Lex. Kamu sudah menikahi anak gadis orang! Jangan sekali-sekali kamu menyakiti hatinya. Jaga dia, sayangi dia, umur mu dan umurnya lumayan berbeda jauh. Itu berarti kau harus meredam ego mu bila suatu nanti terjadi pertengkaran karena istri mu itu tak se-dewasa dirimu. Bila dia salah maka ingatkan dengan cara yang lembut tapi jangan sekali-kali kamu ingatkan dia di depan orang banyak. Karena itu bukannya meluruskan dia tapi kau malah mempermalukan dia." Jimmy membisikkan nasihat di telinga Alex hingga Ella yang berdiri di samping Alex tak bisa mendengar perkataan Jimmy.


Alex tersenyum kecil saat mendengar nasihat dari Jimmy. Karena semua nasihat itu benar. Bahkan kakeknya dulu juga mengingatkan kalau Alex menikah nanti dan terjadi pertengkaran dengan istrinya kelak. Maka Alex di suruh diam walaupun Alex tidak bersalah. Lebih baik Alex pergi menenangkan hati dan pikirannya dulu lalu kembali pada istri nya dengan kepala dingin.


Diam itu lebih mulia daripada berucap sesuatu yang dapat menyakiti hati orang lain dengan dalih mengeluarkan isi hati. 


Sudah dua jam mereka menyambut tamu namun Alex merasa iba saat melihat Ella yang terlihat murung. 


"Kenapa murung begitu hemm?" Alex menggenggam tangan Ella berusaha menghibur adik kecil yang kini menjadi istrinya.


"Mommy dan Daddy benar-benar jahat. Mereka hadir 30 menit hanya untuk menjadi wali nikah Ella. Setelah itu mereka pergi kembali ke Amerika untuk melanjutkan karier mereka. Bahkan kalau bukan karena paksaan aunty Margaret mereka gak bakal datang ke Indonesia dengan alasan ada Aunty dan uncle yang menjadi orang tua pengganti Ella?!" Alex memeluk erat tubuh ramping Ella yang sekarang bergetar menahan Isak tangisnya.


Alex memberi kode pada Margaret untuk masuk ke dalam kamar karena tak ingin semua orang tahu kesedihan Ella. Dia segera menggendong tubuh Ella ala bridal style membuat seluruh tamu undangan menyoraki mereka. Ella yang mendengar nya pun langsung merona, dia menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Alex.


Setelah sampai di kamar Alex segera menurunkan Ella. Mereka berdua berubah menjadi canggung ketika melihat dekorasi kamar yang di tata cantik khusus untuk pengantin baru. Namun yang menjadi masalahnya adalah sebelum mereka menjadi pengantin baru mereka lebih dulu menjadi adik kakak beda ibu sehingga Ella melihat Alex seperti seorang kakak begitu juga dengan Alex.


Ekhm.


Alex berdehem berusaha mencairkan kecanggungan mereka. Ella yang tadinya menundukkan kepalanya tak berani melihat isi kamar tersebut pun segera menoleh ke arah Alex saat mendengar deheman Alex.

__ADS_1


"Aku akan mandi terlebih dahulu!" Alex segera masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa dis mengambil handuk yang telah disiapkan oleh pihak hotel.


Selepas Alex masuk ke dalam kamar mandi. Ella langsung memegang jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang. Berduaan dengan Alex dalam kamar pengantin membuat Ella tak bisa berkutik. Meski dirinya polos bukan berarti dia tak tahu apa-apa tentang malam pengantin dan apa yang akan para pengantin lakukan setelah sah menjadi pasutri. 


Ah .. membayangkan itu semua membuat pipi Ella merona. Entah mengapa memori tentang Tari yang pernah memanas-manasi dirinya dulu saat David begitu beringas dalam ranjang terputar di kepalanya.


"Apa kak Alex akan meminta hak nya?" gumam Ella pelan sambil menggigit kukunya karena gugup.


Sehingga tak seberapa lama Alex keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Ella menggigit bibir bawahnya ketika melihat perut sixpack milik Alex yang terlihat begitu menggoda dan menarik untuk di sentuh.


Ah .. Ella kenapa kau beri ah menjadi mesum!


"Mandilah, El. Kakak sudah menyiapkan air hangat untuk mu. Berendam lah selama 30 menit agar badan mu semakin rileks dan letih mu berkurang!" Alex tersenyum lembut sambil mengelus pucuk kepala Ella.


Lebih rileks! Apa maksud dari kata-kata itu? Apa maksud Alex menyuruh nya berendam karena sebentar lagi tubuh Ella akan di pakai Alex.


"Eh i-ya kak, Ella bakal mandi!" Gadis itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi tak lupa dia mengambil paper bag yang telah disiapkan oleh Margaret untuknya.


Alex segera memakai celana boxer. Dia tak memakai baju karena sudah menjadi kebiasaan Alex bila tidur atau berada di kamar maka dia hanya akan memakai celana boxer.


Sedangkan di kamar mandi Ella terkejut saat melihat isi paper bag yang diberikan Margaret untuknya.


"Lingerie," gumam Ella dengan muka cemberut. Namun mau tak mau dia tetap akan memakai baju jaring tersebut karena lingerie dan piyama milik Ella tak berbeda jauh. Sama-sama seksi!


"Buat apa takut! Lagian kak Alex juga tak akan tergoda dengan tubuh ku. Karena dia menganggapku sebagai adik nya."


Setelah selesai berendam Ella keluar dari kamar mandi. Dia melihat Alex yang duduk bersandar di tepi ranjang sambil memangku laptop di pahanya. Karena saking sibuknya Alex dia tak menyadari kalau Ella sudah selesai mandi. 

__ADS_1


Alex tersadar saat merasakan gerakan kasur di sampingnya.


Gleg 


Alex menelan ludahnya kasar saat melihat Ella yang merangkak naik ke atas kasur dengan hanya memakai lingerie tembus pandang. Lekuk tubuh Ella yang sedikit berisi membuat tubuh nya lebih menggoda iman. Bulatan kembar yang berisi itu terlihat jelas karena lingerie yang di pakai Ella berwarna pink soft. 


"Kakak kerja?" Ella bertanya polos sambil duduk di samping Alex. Gadis itu mengintip apa yang sedang di lakukan Alex. Ujung bola voli milik Ella bersentuhan dengan siku Alex menciptakan sensasi tersendiri bagi Alex.


"Wah .. desain kakak selalu bagus!" puji Ella saat melihat hasil desain Alex. Terlebih yang di lihat oleh Ella sekarang adalah sebuah desain mension yang sangat mewah.


Gadis itu menunjuk ke arah layar laptop sambil memuji kemampuan Alex. Dia tak sadar bahwa sedari tadi Alex menatap lapar dirinya karena Ella yang terus bergerak-gerak sehingga membuat jakun Alex naik turun.


Apa dia mau menggoda ku? Apa dia sudah menerima ku sebagai suaminya? Apa Ella sudah siap memberikanku hak nya? Berbagai pertanyaan muncul di kepala Alex.


"Kakak kenapa diam aja sih?" Ella menatap Alex hingga tatapan mereka berdua bertemu.



**Bersambung.


Next bab dan seterusnya bakal menceritakan tentang Ella dan Alex. paling David dan Tari bakal ada sedikit part nya.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘🙏


Tembus komentar 💯 author bakal up lagi nanti malam. Tapi kalau tidak! Yah nunggu besok aja🙈🙈🙈🤣🤣🤣🤣 author butuh semangat loh. Setiap komentar kakak semua author baca🤭🤭 jadi kalau banyak yang komentar bawaannya up up up terus🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2