Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Habitat Lele


__ADS_3

Tampak Lea, Ana maupun Olaf begitu bahagia bermain dengan baby Diego. Ternyata si mungil Diego sakit pintar, seperti kata orang tua dulu bila anak bayi sakit pasti bakal nambah akal dan aktif. Buktinya sekarang bayi itu begitu bahagia karena sudah bisa tengkurap, bahkan berulang kali David menelentangkan Diego namun bocah itu kembali tengkurap.


"Dia benar-benar menggemaskan sayang .. lihatlah berulang kali aku menelentangkan nya tapi dia tetap kembali tengkurap!" David seakan lupa diri, dia tak sadar kalau ada sepasang mata menatap tajam dirinya tadi. Siapa lagi kalau bukan Lea, gadis itu begitu kesal melihat tingkah usil David yang mengganggu keaktifan Diego.


"C'mone brother .. bialkan Diego balik-balik tengkulap .. kenapa brother sangat suka mengganggu nya dali tadi. Nanti kalau Diego na nangis balu tahu?!" Lea mengomeli David hingga membuat pria dewasa itu menggaruk kepalanya yang tak gatal, melihat Lea yang begitu cerewet membuat David mengingat Mom Nana.


Lea benar-benar replika mom Nana waktu kecil, memiliki sifat bar-bar, tomboi, dan juga ceplas-ceplos.


"Enggak mungkin Diego menangis karena dia tahu kalau Daddy nya mengajaknya bermain!" David berucap santai sambil kembali menelentangkan baby Diego yang tadinya tengkurap.


"Oek oek oek!" tangis baby Diego kian melengking hingga membuat Ana dan Olaf langsung bertepuk tangan.


"Wah .. aunty Lea hebat! Bisa tahu kalo baby Diego endak shuka di jahili Daddy nya!" puji Ana dan Olaf membuat Lea tersenyum lebar lalu menepuk dadanya.


"Sayang .. kenapa kamu mengganggu baby Diego?Β  Biarkan dia tengkurap, lihatlah dia menangis sampai wajahnya memerah!" Tari segera menggendong baby Diego dan membuka kancing bajunya menghadap David. Agar Olaf, Ana maupun Lea tak dapat melihat dadanya.


Diego langsung diam, bayi mungil itu menatap wajah sang mommy sambil bibirnya menyedot Sari Pati dada montok mommy nya.


"Anak mommy haus ya sayang .. kesal karena di ganggu Daddy tengkurap, iya hemm .. uluh .. uluh .. bobo lagi ya, Nak. Biar nanti malam bisa belajar tengkurap lagi!" Tari tersenyum manis sambil mengusap pucuk kepala Diego.


"Diego juga mimik Shama shepelti kami waktu kecil?!" Lea bertanya polos sambil memiringkan kepalanya mengintip baby Diego yang asik menyedot ASI.


"Iya sayang .. setiap baby pasti bakal minum ASI agar mereka sehat dan juga tumbuh kuat!" balas Tari lembut membuat Olaf tersenyum lebar.


"Kuat shepelti Olaf!" Balita tampan itu menunjukkan otot-otot lengannya membuat David tertawa kecil.


"Kuat seperti ini, boy!" David menunjukkan otot-otot lengannya yang amat kokoh hingga membuat Olaf, Ana dan Lea terpekik girang.

__ADS_1


"Waw .. uncle beli dimana lengan shepelti itu? Olaf juga mau kuat shepelti lengan uncle yang besal .. besal!" Olaf meninju lengan David yang keras membuat tangannya sakit namun itu tak berarti apa-apa bagi Olaf yang begitu tertarik dengan otot David.


David mengajak ketiga bocah itu keluar kamar karena baby Diego kembali tertidur. Dengan patuhnya ketiga bocah itu mengikuti David terlebih lagi pria bertubuh atletis itu menggendong ketiga bocah itu sekaligus. Saat perjalanan menuju ke taman mereka melewati gazebo membuat Lea memberontak turun.


"Where are you going, Lea?" tanya David pada gadis mungil itu.


"Lele mau lihat ikan!" balas Lea santai sambil berlari menuju kolam ikan hias tersebut.


David mengira Lea hanya akan melihat-lihat saja. Tapi perkiraan David salah, gadis mungil itu malah melompat ke dalam kolam.


"Uncle .. aunty Lea kembali ke habitatnya!" pekik Ana dan Olaf saat melihat Lea berenang dalam kolam ikan hias tersebut.


Sontak mendengar ucapan Ana dan Olaf membuat David langsung menoleh ke samping. Mulut David terbuka lebar saat melihat Lea mengapung di kolam, gadis kecil itu begitu asik menikmati dinginnya air kolam tersebut sambil sesekali menenggelamkan tubuhnya ke dasar kolam.Β 


"Oh ya Allah .. ini semua gara-gara David memanggil Lea dengan sebutan Lele .. membuat adiknya itu merasa kolam ikan sebagai rumah barunya!" gerutu David menurunkan Olaf dan Ana lalu segera berlari menghampiri Lea yang begitu asik berenang bahkan gadis itu berhasil menangkap ikan nirwana.


"Hey .. Lea, what are you doing there?" David ikut masuk ke dalam kolam, dia merengkuh tubuh mungil Lea.


"Menyapa kelualga Lele!" balas Lea santai membuat David menepuk jidatnya.


"Ini keluarga ikan dan kamu manusia Lea, ingat itu! Manusia dan ikan itu berbeda jauh. Jangan mau kamu di bodohi oleh kakak mu yang tak berakhlak itu!" sungut David membuat Lea mengedikkan bahunya. Gadis kecil itu tampak acuh mendengar gerutuan David.


"Aunty .. besok-besok minta sama opa untuk dibuatkan habitat Lele yang besar di mension. Biall Aunty puas belmain dengan spesies Aunty!" celetuk Olaf membuat David menghela nafas panjang.


Olaf benar-benar fotocopy Leo. Bocah laki-laki itu bukannya membantu tapi malah memberi saran yang bukan-bukan untuk Aunty nya. Sedangkan si kecil Ana sedari tadi dia hanya cekikikan melihat David yang basah karena menggendong Lea.


"Aunty milip shepelti putli duyung!" Ana terkekeh geli apalagi saat David menepuk bokong Lea yang Pampers nya sudah kembung.

__ADS_1


"Yeps .. Aunty best friend nya putli duyung." Lea malah terlihat santai dalam gendongan David. Gadis itu malah asik menoel pipi David.


"Sepertinya aku harus memberikan pelajaran untuk Leo. Agar dia tidak lagi meracuni pikiran Lea. Kasian gadis kecil ini selalu di kibulin kakak tak berakhlak nya!" gumam David mengepalkan tangannya. Dia benar-benar akan memberikan perhitungan pada Leo, bagaimana nanti bila Lea berbuat hal yang berbahaya. Apalagi gadis kecil itu menganggap ikan sebagai temannya.


"Bisa-bisa buaya darat nanti dianggap temannya. Awas kau, Le!" geram David, dia menghujani ciuman di wajah mungil Lea.


Nana yang asik mengobrol dengan Margaret tak sengaja melihat Lea dan David, diikuti oleh Ana dan Olaf di belakangnya.


"Dav, kenapa kalian bisa basah?" Nana bangkit dari sofa menghampiri David yang menggendong Lea.


"Aunty harus memberi pelajaran pada putra tunggal aunty, lihatlah karena ulahnya yang setiap meracuni pikiran adiknya membuat Lea menganggap setiap Ikan itu temannya!" David tak bisa menahan rasa kesalnya ketika mengingat bagaimana polos nya Lea yang menganggap ikan-ikan di kolam tadi adalah temannya.


"Oh ya ampun .. kenapa kamu tidak pintar-pintar sayang. Sudah mom bilang! Jangan percaya apa yang kakak mu katakan. Dan juga kau harus kabur bila bertemu dengan kakak mu! Dia itu sangat suka meracuni pikiran mu?!" Nana mengambil alih Lea, dia membuka baju Lea agar anak gadisnya itu tak kedinginan.


"Halo everybody!"Β 


"Nah, itu dia biang keroknya!" Semua mata langsung tertuju pada Leo yang baru saja datang.


**Bersambung


Halo kakak author udah up 6 bab hari iniπŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸŽ‰πŸŽ‰


Ayo mana hadiah dan vote nyaπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸƒπŸƒπŸƒ


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ™


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™**

__ADS_1


__ADS_2