Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Hukuman Tari


__ADS_3

David yang baru saja bertemu dengan temannya di salah satu restoran mewah pun dibuat kesal karena ada salah satu pelayan yang tidak sengaja menabraknya sehingga menumpahkan es kopi dingin ke jas mahalnya.


"Maafkan saya tuan … saya benar-benar tidak sengaja," ujar wanita pelayan tersebut dengan terbata-bata.


"Menyingkir dari hadapan ku," titah David dingin membuat pelayan tersebut langsung bergeser memberi jalan untuk David.


"Awas saja jika kau mengulanginya, maka akan ku ratakan restoran ini," ancam David seraya berjalan tanpa menoleh ke arah wanita itu yang wajahnya sudah sangat pucat pasi.


"Syukurlah, tuan itu tidak marah," gumam pelayan tersebut mengelus dadanya.


Doni yang melihat David tidak marah apalagi membentak pelayan tersebut pun dibuat heran, karena bila dulu David seringkali marah-marah tidak jelas bila ada orang yang berani mengusiknya bahkan David tak segan-segan menghina orang tersebut.


Sedangkan David dirinya hanya bisa mendengus kesal mengingat wajah pelayan tersebut, ia bukan tidak marah namun ia lebih memilih menahannya, karena entah mengapa ia mengingat wajah Tari yang tersenyum manis padanya.


Bisa gila kalau begini aku, gara-gara aku menikah kontrak dengan gadis miskin itu membuat aku tak sanggup untuk memarahi wanita pelayan tadi … cih menikah dengan orang miskin membuat hatiku mencair untuk mereka batin David kesal.


"Antarkan aku pulang Dono," titah David seraya memejamkan matanya.


"Baik tuan."


"Apa menurutmu Lucy akan kembali kepada ku Don," tanya David menatap Dono dari spion depan.


"Dia akan kembali pada tuan, apalagi setelah dia tahu kalau anda adalah anak tunggal sekaligus pewaris kekayaan perusahaan J. Group," sahut Doni mencengkram erat setir mobil.


Apa tuan muda masih mencintai wanita ular itu batin Doni geram.


"Cukup Don, kau jangan kurang ajar dengan memanggil nya 'dia' dan kau jangan berprasangka buruk pada nya karena aku yakin Lucy meninggalkan ku bukan karena harta, tetapi karena aku yang tidak jujur tentang siapa aku padanya," sentak David menatap tajam ke arah Doni.


"Lalu nona Tari, anda anggap apa tuan … apakah hanya boneka anda saja," balas Doni cepat.


Degg.


David tersentak dikala mendengar pertanyaan Doni, apakah benar Tari hanya boneka nya saja! Pertanyaan Doni terngiang di kepalanya, namun dengan cepat logikanya menjawab pertanyaan itu.


"Benar, dia tak lebih dari boneka ku yang akan aku mainkan bila aku ingin, dan akan aku buang bila sudah bosan," balas David membuat Doni menghentikan mobil secara tiba-tiba.


"Kau ingin mati hah," bentak David terkejut mengelus kepalanya sakit karena terbentur dengan kursi mobil depan.

__ADS_1


"Maaf tuan, tadi ada semut mau lewat," balas Doni datar langsung menyalakan mobil kembali.


"Dasar gila," ketus David membuat Doni kembali menatapnya.


Aku tidak akan membiarkan wanita ular itu menggantikan posisi nyonya muda Tari dari keluarga James, bahkan bila nanti aku dipecat dari pekerjaan ku batin Doni menyeringai kecil.


***


David sampai ke mension pukul 5 sore, matanya yang tajam segera menelisik ke seluruh mension, ia seperti mencari seseorang yang dari tadi menghantui pikirannya, David mengepalkan tangannya karena tak melihat Tari menunggu dirinya pulang.


"Dimana nyonya muda," tanya David dingin.


"Di dalam kamar tuan," balas para pelayan menunduk karena tak sanggup menatap wajah David yang sangat mengerikan.


David langsung naik tangga, menuju kamarnya, ia benar-benar marah kepada Tari yang tidak menunggu nya tadi, David membuka pintu kamar secara perlahan, matanya yang tadi memancarkan kemarahan langsung berubah terkejut dikala melihat Tari yang hanya memakai celana pendek sebatas pahanya, begitu juga dengan baju kaos tanpa lengan berkerah V sehingga menampakkan belahan bola voli Tari yang berlapis bungkusan warna merah terang. 


Apalagi posisi tari yang sedang menekuk kakinya sebelah karena sedang mengecat kuku kakinya membuat David melupakan kemarahannya tadi, David langsung masuk kedalam kamar, ia menetralkan dadanya yang berdebar sedari tadi.


"Siapkan aku air hangat," titah David dingin.


"Sebentar lagi pak, ini hampir siap," balas Tari santai membuat amarah David yang dipendam tadi langsung kembali membara.


"Eh ayam … ayam, ah bapak kenapa teriak-teriak sih, bikin orang jantungan aja," balas Tari ikutan meninggikan suaranya karena kesal, ia mengerucutkan bibirnya melihat cat kukunya yang berantakan, tanpa melihat ke arah David yang wajahnya sudah memerah.


"Kau harus kuhukum Tari," ujar David dingin berjalan menghampiri Tari.


"Bapak," ucap Tari tergagap melihat wajah David yang memerah.


***


Tari menangis sesenggukan dengan tubuh yang bergetar, ia benar-benar kapok atas hukuman yang diberikan oleh David, Tari berjanji akan mematuhi perintah David.


"Hiks … hiks, bapak stop … huwaa, saya janji akan patuh," ujar Tari di sela-sela tangisnya.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kamu pingsan, anggap saja ini hukuman yang setimpal karena sudah berani menjawab ku, dan tidak mematuhi aturan yang kau tandatangani dulu," balas David santai menatap Tari yang tersiksa.


"Tuan, bukankah ini terlalu kejam untuk nona Tari," ujar Doni yang menatap iba pada Tari yang terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Keluar kau Dono, aku tidak ingin kau merusak kebahagiaan ku yang melihat gadis licik itu tak berdaya," titah David menatap tajam ke arah Doni.


"Tapi pak."


"Keluar," sentak Davidenatap dingin ke arah Doni.


"Baik pak." David menghampiri Tari yang sedang menangis, ia menghapus air mata Tari yang mengalir deras di pipi.


"Kamu terlalu nakal selama ini Tara, jadi anggap ini sebagai peringatan untuk mu," ujar David tersenyum puas.


"Bapak … ah geli hiks hiks, bapak, ampun …, saya janji akan jadi istri yang baik luar dalam, dan saya janji akan patuh sama bapak asalkan hukumannya selesai," balas Tari menangis sesenggukan, karena hukuman yang David bukan main, di leher Tari dililitkan anak ular piton albino yang cantik dan tentunya tidak berbisa, ditambah di pangkuan Tari di taruh anak serigala yang imut, seukuran anak kucing, sungguh Tari seperti berada di jurang kematian.


"Tidak, aku tidak mau percaya lagi dengan janji mu … pokoknya kamu harus tinggal disini semalaman," ujar David mencium kening Tari lembut.


"Bapak jangan pergi," teriak Tari pelan memanggil David, ingin sekali Tari berlari memeluk David namun tidak bisa, karena tubuh nya seakan kaku karena hewan yang paling ditakuti sedang tertidur di pangkuannya.


Awas saja kalau nanti aku bebas, akan aku balas semua ini sepuluh kali lipat, hiks … hiks, kenapa aku bisa terjebak dengan suami bertemperamen buruk seperti nya … oh ya ampun, ingin rasanya ku racuni pak David batin Tari menjerit.


"Hiks … hai ular, mari berteman malam ini oke," ujar Tari melirik kearah ular albino yang menjulurkan lidahnya.


"Sssstttt."


"Iya-iya, aku gak akan ngomong lagi," balas Tari memejamkan matanya karena ketakutan.


"Kalian tunggu di depan pintu, jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamar," titah David lalu berjalan menuju dapur untuk memasak sesuatu untuk Tari nantinya.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih..


mau lanjut?? vote.


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru 🙏🙏..


insya Allah up nya sekarang akan 2 bab perhari 🥰🥰

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2