
"Jauhi aunty tantikk tami!" Teriak Olaf dan Ana yang baru datang menatap tajam ke arah David yang terperangah. Olah dan Ana ke rumah sakit di antar oleh sopir di mension, mereka berdua menangis sesenggukan meminta izin pada Ara ingin menjenguk aunty mereka, alhasil Ara pun mengizinkan mereka pergi. Ara tidak ikut karena ia ingin memasak untuk seluruh keluarga, lagian Ara yakin kalau Tari tidak akan kenapa-kenapa karena selama 3 bulan bersama, lebih dan kurang Ara sudah tahu kalau Tari adalah eanita yang kuat.
"Hey .. bocah! Kenapa kalian menimpuk kepala ku?!" Sentak David mengambil sepatu kets mini bergambar iron man.
"Kalena uncle shudah culik aunty tantikk tami?!" Olaf menatap tajam David seolah-olah ingin menguliti pria tampan berbadan besar dan gagah itu. Berani sekali pria itu menculik aunty cantik yang selama ini diincar nya itulah pikir si kecil Olaf.
"Aunty cantik yang kalian maksud ini adalah istriku!" Balas David memutar bola matanya malas, ia merasa kesal pada ketiga bocah di depannya ini.
"Siapa bilang tadi istrimu? Kata papa mu kalian sudah bercerai! Sekarang Tari sudah jadi janda?! Dan kebetulan sekali ada teman bisnis paman yang ingin mencarikan istri untuk anaknya--". David yang mendengarnya pun langsung marah, darahnya mendidih, ia mengepalkan tangannya erat. Tari adalah miliknya, cuma miliknya. David langsung menyela ucapan James. "Kami belum bercerai, Paman. Tari masih sah menjadi istriku dan selamanya akan menjadi istriku?! Akan aku kuliti hidup-hidup lelaki manapun yang berani mengambil Tari dari sisiku?!"
David memeluk erat tubuh Tari seolah-olah tak ingin istri yang baru saja di cintainya itu di bawa pergi oleh orang lain. James dan Nana yang melihatnya pun tersenyum samar karena mereka sangat senang pada akhirnya David telah menyadari perasaannya bahwa David benar-benar mencintai Tari.
"Lalu kau bawa kemana wanita ular itu, huh?!" Nana bertanya pura-pura tak tahu karena ia masih ingin memancing kejujuran David.
"David tidak ada hubungan lagi dengannya karena sekarang cinta David cuma milik Tari begitupun sebaliknya. Iya kan sayang kalau kamu juga cinta sama aku?" Tanya David lembut mengelus pipi Tari yang sudah memerah sedari tadi.
Tari terdiam, ia masih shock dengan sikap David yang begitu lembut dan tulus, terlebih lagi seorang David menyatakan cinta padanya. Apakah ini mimpi itulah pikir Tari.
Di tengah diamnya Tari, si kecil tampan Olaf langsung menyela. "Aunty tantik cuma cinta shama Olaf .. benelkan Aunty?" Tanya Olaf tersenyum manis mengerlingkan matanya sebelah pada Tari membuat David kesal sedangkan James hanya bisa menggaruk pipinya yang tak gatal karena melihat sikap Olaf yang sebelas dua belas dengan Leo maupun dirinya.
"Hey bocah! Kenapa kau sangat mirip dengan papa mu yang matanya tak bisa melihat wanita cantik sedikitpun?! Kalau kamu suka pada wanita, suruh papa mu untuk mencarikan jodoh masa kecil untukmu?! Agar kau tidak mengganggu lagi istri ku!" Ketus David membuat Ana marah karena David sudah berani mengatai papa dan adiknya.
"Hey uncle! Belani shekali ya .. malahin adik na inces Ana?! Lama-lama Ana kutuk uncle jadi monster salju?!" Sentak Ana berdecak pinggang melototi David yang asik memeluk pinggang Tari dari belakang.
__ADS_1
Tari yang melihat perdebatan antara David dan kedua bocah kembar itu pun terkekeh geli. "Hey kesayangan aunty! Apa kalian tidak ingin memeluk aunty?" Tanya Tari lembut merentangkan tangannya menyuruh Olaf dan Ana untuk memeluk dirinya.
"Lele juda boleh peluk?" Tanya Lea dengan suara imutnya menatap Tari dengan mata puppy eyes nya.
"Tentu sayang!" Ketiga bocah itu pun dengan penuh semangat berlari menghampiri Tari. Nana membantu ketiga bocah kecil yang imut itu baik ke atas brangkar Tari.
"Tami shayang aunty!" Ucap mereka serempak lalu masuk ke dalam pelukan Tari, sedangkan David yang melihatnya pun tersenyum samar karena ia merasa senang dengan keluarga Dicaprio yang begitu menyayangi Tari.
"Apa kalian tidak menyayangi uncle?" Tanya David tiba-tiba tersenyum manis membuat ketiga bocah itu bingung karena setahu mereka cuma Arka cs yang menjadi uncle mereka.
"Itu uncle David sayang, kakak dari papa kalian!" Jelas Nana lembut membuat ketiga bocah itu langsung cemberut.
"Hey .. kenapa kalian cemberut? Apa kalian tidak suka pada uncle?" Tanya David lembut mengelus kepala Lea, Ana dan juga Olaf.
"Emang posesif nya seperti apa sayang?" Tanya Nana pura-pura tak tahu pada putrinya Lea.
"Shepelti ini mom .. 'Lea shayang, janan deket-deket dengan anak laki-laki, nanti pelut mu kembung." Lea menirukan Arka yang selalu menceramahi nya bila dekat-dekat dengan laki-laki di sekolah TK nya.
"Betul Oma .. uncle Alka shelalu biyang beditu .. padahal kan pelut aunty Lea kembung kalena banak makan!" Jelas Ana polos membuat Nana dan James menepuk jidat mereka.
Oh Lea, andai kamu tahu kalau uncle mu itu menyuruh mu menjauhi laki-laki karena takut perut mu kembung (hamil). Itu semua mereka lakukan karena mengingat bagaimana papa dan kakak mu dulu yang bekerja sebagai predator kelamin itulah pikir Nana.
Mereka bersenda gurau dalam ruangan tersebut, David dan Ana sudah menjadi begitu akrab sedangkan Olaf dan juga Lea asik mengelus perut buncit Tari.
__ADS_1
***
Setelah mendengar nasihat dokter yang menyuruh Tari untuk tidak stres dan sedih karena takutnya akan berimbas pada janinnya, Tari menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
David menggendong Tari sla bridal style membuat wanita yang sedang hamil muda itu pun terkejut. "Dav, turunkan aku!" Bisik Tari pelan karena malu pada orang-orang yang melihatnya.
"Kamu tidak boleh lelah agar baby boy sehat sayang! Jadi mulai sekarang kamu akan selalu aku gendong bila ingin kemanapun?!" David berbicara tegas tak ingin di bantah membuat Tari menghela nafas berat karena tidak menyangka David akan posesif seperti ini.
Sebelum pulang tadi, mereka memeriksa jenis kelamin baby mereka terlebih dahulu, dan betapa bahagianya David ketika tahu baby mereka ternyata adalah laki-laki.
Tari mengernyitkan dahinya di kala melihat jalanan yang mereka lewati bukanlah jalan pulang menuju mension Dicaprio. Tadinya Tari ingin pulang bersama dengan Nana, akan tetapi David melarangnya.
"Dav, sepertinya kita salah jalan?" Tanya Tari bingung membuat David tersenyum penuh arti sembari menyetir.
**Bersambung.
Halo kakak author balik lagi nih😘😘
Maaf kemarin gak up .. author nya lagi sakit darah rendah🤧🤢 ini aja author nulisnya sambil merem melek karena kepala sakit😔
Mohon beri semangat author dengan cara like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰 biar author sehat kembali 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**
__ADS_1