Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Jangan sentuh saya


__ADS_3

"Tutup mulut kalian kalau tidak lalat akan masuk,"tegur Dino membuat Alex dan David langsung menutup mulut mereka.


"Sayang, kau sangat cantik seperti bidadari turun dari Indonesia,"pekik Margaret bertepuk tangan lalu mengambil hp nya segera memotret Tari yang sedang tersipu malu.



"Dav, sekarang giliran mu,"ucap Margaret membuat David langsung bangkit menuju ruang ganti hingga ia berpapasan dengan Tari.


Cup.


"Kau jelek,"bisik David mengecup pipi Tari lalu berjalan meninggalkan Tari yang memayunkan bibir nya karena David selalu membuat dirinya kesal.


Tak seberapa lama David pun keluar dengan memakai jas putih tulang senada dengan Tari, ia berjalan menghampiri Tari dan langsung melingkarkan tangannya di perut Tari dari belakang.


"Apa yang bapak lakukan,"bisik Tari.


"Apa kau buta kalau aku sedang bersandiwara di depan mama dan yang lainnya, karena sekarang ada beberapa fotografer bertugas memfoto kita,"bisik David yang sengaja meniup telinga Tari hingga membuat si empunya meremang.


"Pak jangan begitu, saya tidak nyaman,"balas Tari pelan dikala bibir David menyentuh tekuknya.


"Tidak nyaman karena nikmat bukan,"bisik David menyeringai kecil dikala melihat mata Tari yang berubah menjadi sayu.


"Iya sayang, David cium pipi Tari,"pinta Margaret seraya mengambil foto mesra putra tercintanya dengan Tari.


David pun mengecup pipi Tari dengan lembut, namu Tari merasa sangat tidak nyaman dikala pinggang nya merasa di tusuk oleh tongkat baseball David, namun Tari yang masih polos pun melengos ke samping menatap wajah David yang memerah.


"Pak."


"Hemm,"balas David meletakkan wajah nya di ceruk leher Tari.


"Pinggang saya kok seperti di tusuk tusuk,"tanya Tari polos membuat David menyeringai.


"Nanti disaat kita menikah kamu juga akan tahu benda apa yang menusuk kamu dari belakang ini,"bisik David mencium telinga Tari.


"Hmm pak." Dino dan Alex yang melihat gerak gerik David yang sudah bisa di tebak pun menggeleng geleng kepala.


"Ma, apakah sudah bisa di ganti,"tanya Tari hati hati karena ia sudah merasa tak nyaman dikala bibir David sudah bermain ditekuk nya, membuat Tari merasakan ada yang menggelitik di bawah perutnya.


"Sudah sayang,"balas Margaret tersenyum senang tanpa menoleh karena asik dengan hp nya.



Ilustrasi.


Tari puh langsung di ajak oleh para desainer untuk melepaskan gaun yang di pakainya, begitu juga dengan David. Setelah selesai Margaret mengajak mereka untuk makan siang di mension.

__ADS_1


"Tari sayang, apakah kamu masih punya keluarga,"tanya Margaret setelah selesai makan.


Deggg


Tari membeku mendengar pertanyaan Margaret, ia tak tahu harus berkata jujur atau berbohong, karena ia takut bila pernikahan nya dengan David nanti di ketahui oleh orang tua nya maka akan sulit bila suatu saat nanti ia berpisah dari David, dan nanti pasti akan banyak pertanyaan yang di tanyakan oleh bunda nya, sungguh kelemahan Tari adalah bunda nya, ia tak bisa berbohong pada bunda nya.


David yang melihat Tari terdiam pun langsung menggenggam tangan Tari, ia menatap lembut seraya mengelus kepala Tari.


"Kamu yang sabar ya sayang, mungkin mama kamu sudah bahagia disana,"ujar David sedih membuat Tari bingung begitu juga dengan Margaret, Dino dan Alex.


"Apa maksud kamu Dav,"tanya Margaret bingung.


"Mama Tari sudah meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan ma,"balas David membuat Tari membulat sempurna matanya, Tari langsung menginjak kaki David karena kesal dengan kebohongan David.


"Akkk,"teriak David meringis kesakitan dikala kaki nya di injak oleh Tari.


"Sayang kamu kenapa,"tanya Tari tanpa dosa menangkupi pipi David.


Awas kau gadis licik, ku hukum kau nanti batin David geram.


"Aku tidak apa pa sayang,"balas David tersenyum paksa membuat Margaret senang melihat nya.


"Maafkan mama tidak tahu sayang, bukan maksud mama ingin membuka luka lama mu,"ujar Margaret tak enak hati.


"Tidak apa ma,"balas Tari tersenyum manis namun ia langsung menegang dikala merasakan sentuhan nakal David di bawah sana, Tari menggigit bibirnya agar tak dapat mengeluarkan suara luknut nya.


"Enak ... enak ma,"balas Tari dengan suara tertahan, ia berulang kali menepis tangan David yang bermain di bawah sana namun lagi lagi tenaga David lebih kuat di banding nya.


"Syukurlah kalau kamu suka."


"Ma toilet nya dimana,"tanya Tari dengan suara yang lemah dan keringat membasahi dahinya, bahkan wajah Tari sudah memerah.


"Sayang kamu sakit,"tanya Margaret khawatir.


"Tidak ma, Tari cuma ingin ke toilet saja,"balas Tari dengan suara yang tak lagi lemah.


"Biar aku yang mengantar mu sayang,"ucap David cepat di angguki oleh Margaret.


Tari pun langsung berjalan dengan kaki yang bergetar membuat Margaret dan yang lainnya bingung.


David membawa Tari masuk kedalam kamar nya, Tari adalah orang pertama yang di bawa masuk, bahkan pelayan pun tak di beri izin masuk oleh David.


"Bapak apa yang tadi bapak lakukan hah,"sentak Tari menatap tajam ke arah David.


"Membuat mu terbang ke surga,"balas David santai duduk di ranjang.

__ADS_1


"Surga apanya yang ada saya seperti di neraka tadi,"ujar Tari berdecak pinggang.


"Ck .. neraka apanya kalau tadi saja kamu sudah basah,"ejek David membuat wajah Tari memerah malu.


"Kenapa wajah mu memerah hemm, bukan kah kamu mencari toilet untuk membersihkan 'itu' mu yang sudah basah,"lanjut David bangkit mendekap pinggang Tari, hingga hidung mereka bersentuhan.


"Anda jahat pak,"lirih Tari menundukkan kepalanya membuat David bingung.


"Apa maksud mu,"tanya David menaikkan dagu Tari ke atas hingga tatapan mereka bertemu, David terkejut melihat mata Tari yang basah.


"Hey ... kenapa kamu menangis,"tanya David tak mengerti.


"Anda jahat pak, anda belum menikahi saya tetapi anda dengan beraninya menyentuh saya,"balas Tari dengan suara yang tercekat menatap sendu ke arah David.


"Lalu buat apa kamu menangis, aku hanya menyentuh mu saja bukan memasuki mu,"ucap David tanpa dosa, karena ia sungguh tak mengerti mengapa Tari menangis seperti dirinya sudah memperkosa Tari.


"Apakah bapak tidak merasa bersalah pada saya,"tanya Tari membuat David semakin bingung.


"Katakan yang jelas Tara, jangan bertele tele seperti ini,"tegas David mencengkram pundak Tari.


"Dengan bapak menyentuh saya tanpa adanya ikatan sama dengan anda tidak menghargai saya sebagai wanita pak, mungkin di Amerika hal tersebut adalah hal biasa, tapi tidak di Indonesia, disana s*** bebas itu masih hal yang tabu,"jelas Tari membuat David semakin bingung.


Buat apa dia bersikap seperti gadis yang masih perawan, bukankah dia mantan pelakor dan aku yakin dia tidak virgin lagi batin David heran.


"Lalu mau kamu apa,"tanya David yang tak tega melihat Tari menangis.


"Jangan sentuh saya lagi sebelum kita menikah,"balas Tari membuat David memutar bola mata jengah.


Baiklah, aku akan melakukan seperti yang kamu mau, tapi nanti disaat kita menikah maka aku tak akan memberi mu ampun batin David menyeringai.


"Baiklah,"balas David menghela nafas berat membuat bibir Tari naik ke atas samar samar.


*Setidaknya aku selamat untuk saat ini, urusan di sentuh setelah menikah nanti aku akan menyusun rencana yang lain batin Tari cerdik.


Lihat saja nanti setelah aku menikahi mu, maka tak akan ku biarkan kau jadi pengangguran di atas ranjang batin David licik*


**Bersambung


hehehe


Dua manusia yang sama sama licik🤭


Gimana disaat nikah nanti ya yah 🤔😂


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.

__ADS_1


Hadiah nya setangkai bunga pun tak masalah🤭


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰 i**


__ADS_2