Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
David menggoda


__ADS_3

David menunggu di luar ruang UGD dengan perasaan cemas, ia sangat mengkhawatirkan Tari terlebih lagi baby mereka. Sudah dua kali David membahayakan nyawa istri dan anaknya itu, ia merutuki kebodohannya karena telah bersikap kasar pada Tari.


Aku mohon bertahanlah, Tar. Aku berjanji akan menjadi suami dan Daddy yang baik untuk anak kita batin David sedih.


Sedangkan di luar rumah sakit, Nana berlari kecil menuju ruangan Tari. "Minnie, jangan lari-lari nanti pinggang mu encok!" Tegur James yang kewalahan menyesuaikan langkahnya dengan Nana karena ia sedang menggendong Lea.


"Kamu kira aku sudah tua, huh?!" Nana menghentikan langkahnya lalu memelototi James. "Hehe .. kamu tetap cantik kok!" Elak James membuat Lea tertawa cekikikan. 


"Mommy tantikk banet .. milip Lele," puji Lea polos membuat Nana terkekeh kecil.


Mereka melanjutkan langkahnya menuju ruang IGD. Sedangkan Ara ia menunggu di mension menemani Olaf dan Ana.


"David?!" Nana memanggil David dengan suara yang dingin, ia menatap keponakan nakalnya itu dengan tatapan yang menghunus ke jantung.


"Aunty .. Tari sakit karena aku!" David berucap dengan suara yang bergetar menahan tangis, ia menatap Nana dengan mata yang berkaca-kaca bak lampu taman yang berkedip-kedip. Emosi Nana yang tadi sudah sampai di ujung tanduk pun menguap hilang tak berbekas karena merasa iba melihat David yang seperti ini.


"Tari akan baik-baik saja karena dia wanita yang sangat kuat!" James menepuk pundak David memberikan kekuatan untuk keponakannya itu.


Tak berselang lama dokter keluar, David segera bangkit. "Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya David khawatir membuat dokter tersebut tersenyum samar. 


"Istri anda baik-baik saja, Tuan. Pasien mengalami kontraksi sehingga membuat perutnya terasa sakit. Kontraksi terjadi karena pasien terkejut ataupun tertekan sehingga berakibat pada janinnya. Saya sarankan mulai sekarang jangan buat pasien tertekan dan turuti semua keinginannya, karena pada dasarnya wanita hamil butuh perhatian lebih dari suami mereka dan juga dari kerabat sekitarnya." Jelas dokter tersebut panjang lebar membuat David semakin merasa bersalah.


"Apa saya bisa menjenguknya?" David bertanya penuh harap.


"Silahkan tuan!" David membuka pintu ruangan tersebut dengan penuh hati-hati, ia melihat Tari sedang terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di punggung tangan kanannya. David duduk di kursi dekat brangkar, ia menggenggam tangan Tari lembut.


"Maafkan aku karena sudah dua kali membuat kamu dan baby kita berbahaya. Aku janji saat kamu sadar nanti aku akan mengabulkan semua keinginan kamu." David mengecup punggung tangan Tari berkali-kali.


"Benarkah?" Tari membuka matanya menatap sayu wajah David.


"Sayang, kamu sudah sadar? Mana yang sakit?" Mata David berbinar bahagia melihat Tari yang sudah sadar, ia menangkup pipi Tari kemudian ia menghujani ciuman di wajah wanita berparas ayu itu.

__ADS_1


"Benarkah kamu akan mengabulkan semua keinginan ku?" Tanya Tari lemah.


"Benar, apapun itu asalkan bukan cerai ataupun pergi jauh dariku?" Tegas David yang sekarang duduk di sebelah Tari.


"Kenapa kamu tidak mau menceraikan ku, Dav? Bukankah dari dulu kamu hanya menganggap ku sebagai wanita materialistis dan serakah?" Tari bertanya dengan suara bergetar ingin menangis.


"Benar, aku menganggap mu sebagai wanita materialistis! Tapi itu dulu saat aku belum benar-benar mengenalmu? Di saat aku tahu kalau uang yang aku kasih untuk kamu selama ini! Kamu kirim untuk keluarga kamu bahkan kamu sendiri tidak pernah memakai uang yang aku kasih untuk berfoya-foya, disitulah aku menarik ucapan ku kembali!" Terang David lembut mengelus pipi Tari.


"Buat apa kita kembali kalau kita tidak saling cinta?!" Tari menekankan perkataannya walaupun suaranya masih lemah.


"Kata siapa? Itu tidak benar karena aku sangat mencintai kamu?!" Bantah David dengan tegas.


Aku juga mencintaimu, Dav batin Tari.


"Tapi aku tidak!" Balas Tari membuat David menjatuhkan setitik air matanya.


"Itu tidak penting bagiku! Karena yang terpenting sekarang adalah kamu tidak boleh pergi lagi dariku demi baby kita! Apa kamu tega memisahkan aku dengan baby kita?" David menekankan setiap perkataannya sambil menggenggam tangan Tari.


"Tapi 'kan nanti kamu bisa datang menjenguk anak kita di Indonesia," balas Tari lemah mengangkat tangannya mengelus pipi David.


David memejamkan matanya menikmati elusan tangan Tari. Sudah lama ia tak mendapatkan perlakuan lembut ini dari wanita yang bertahta di hatinya. Tari terkejut melihat air mata yang mengalir membasahi pipi David. Karena selama dirinya bersama dengan pria mesum ini, tak sekalipun David menangis.


"Kamu kenapa, Dav?" Tanya Tari yang benar-benar khawatir, bahkan ia segera duduk lalu menangkup pipi David.


"Aku merindukan mu! Sangat-sangat merindukan mu, Tar?! Aku mohon .. jangan pernah tinggalkan aku lagi! Aku janji akan jadi suami dan Daddy yang baik untuk anak kita!" David berucap dengan nada yang bergetar, air matanya luruh begitu saja di pipi nya. Untuk pertama kalinya seorang David James menangis di depan seorang wanita. 


Entah dorongan apa, Tari segera mencium lembut bibir David, mereka berdua memejamkan matanya dan saling menikmati bertukar saliva, ciuman lembut tersebut Tari yang mendominasi bukan David. Suara kecapan terdengar di dalam ruangan tersebut. Tari mengalungkan tangannya di leher David guna memperdalam ciuman mereka. Perlahan-lahan David merebahkan tubuh Tari di atas brangkar tanpa melepaskan ciuman mereka. Tari melepaskan ciuman tersebut, ia menatap dalam mata David yang memerah karena menangis. Tari memperhatikan wajah David yang sekarang di tumbuhi bulu halus apalagi kantung mata David yang menghitam.


"Kenapa kamu tidak mencukur bulu-bulu ini?" Tanya Tari lembut membelai rahang tegas David.


"Aku tidak punya semangat untuk membersihkan nya. Karena tidak ada lagi istriku yang memujiku tampan di rumah!" Balas David menggenggam tangan Tari yang berada di pipinya.

__ADS_1


Blusshh.


Pipi Tari merona karena untuk pertama kalinya David mengakuinya sebagai istri dengan tulus. Jantungnya berdetak kencang seolah-olah ingin keluar dari tubuh Tari.


"Bukankah masih ada Lucy yang memuji mu tampan!" Sungut Tari yang tiba-tiba berubah kesal mengingat wajah pelakor gila itu.


"Lucy? Siapa Lucy? Aku tidak mengenalnya!" Elak David membuat Tari benar-benar kesal.


"Jangan pura-pura lupa, Dav. Dia itu wanita yang sangat kamu cintai?!" Sentak Tari mencubit gemas pipi David.


"Aku tidak mengenalnya karena wanita yang aku cintai itu bernama Tari Utari, wanita cantik berkulit sawo matang dari Indonesia, dia seksi, jujur dan sedikit bar-bar … oh iya aku sampai lupa kalau dia juga memiliki bakat akting yang luar biasa, dan sekarang wanita cantik itu ada di depanku!" David berucap dengan nada genit bahkan ia mencolek dagu Tari membuat wanita yang sedang hamil muda itu merona malu.


"Dav!" Sungut Tari menutup wajah nya karena malu. Baru pertama kalinya David memuji dan menggoda nya seperti ini karena biasanya Tari lah yang menggoda David.


David menarik tangan Tari, tatapan mereka berdua bertemu. "I love you, Tari Utari?!" Ucap David lembut mengelus pipi Tari, ia mendekatkan bibirnya dengan bibir Tari.


Cklek.


Bugh.


"Haduh!" Pekik David mengelus kepalanya lalu berbalik menatap siapa yang telah menimbuk nya.



Bonus visual babang David 🤩🤩 untuk emak-emak biar semakin semangat baca🤭


**Bersambung.


Hehe author balik lagi nih🤭🤭


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰**


__ADS_2