
Mohon like untuk membantu author dapat karya rangking baru🤭🙏🥰🥰
"Enak kali kamu yah, belanja gratis sama mama ku, emang kalau gadis miskin seperti mereka sangat tak bisa di beri hati,"ucap David sinis pada Tari yang duduk di sampingnya.
Bukannya marah atau pun sedih, Tari malah tampak biasa saja mendengar ucapan David, ia sudah sangat terbiasa akan perkataan seperti itu, mentalnya sudah berubah menjadi mental singa sehingga segala jenis kata umpatan atau cacian yang ia dapatkan tak membuat matanya berair terkecuali kata kata umpatan itu berasal dari mulut orang yang ia kasihi dan cintai, sedangkan David tidak termasuk didalam nya, jadi Tari seakan tuli akan umpatan tersebut.
Malahan ia tampak santai melihat ke belakang seraya menghitung berapa kantong belanjaan nya.
"Tau aja bapak kalau saya keenakan belanja gratis, memang bapak selain tampan juga pengertian, saya sangat senang hari ini bisa berbelanja dengan mama bapak, upss maksudnya mama mertua saya juga nantinya, dan saya akan lebih senang bila nanti kita menikah bapak akan menemani saya berbelanja barang mewah seperti ini,"balas Tari tersenyum semanis mungkin seraya mengedipkan matanya sebelah ke arah David.
Kenapa gadis ini malah tampak biasa-biasa saja sih, kalau gadis lain pasti sudah marah atau bahkan menangis tapi dia....,. batin David kesal.
"Hey gadis OG, miskin, dekil, ingat yah nanti kita menikah cuma nikah kontrak jadi kamu tidak boleh sampai jatuh cinta dengan ku karena nanti aku tidak mau kalau kamu malah berlutut didepan ku memohon agar aku tidak mengusir mu,"ketus David dibalas anggukan oleh Tari.
"Ya ya ya, terserah bapak mau bilang apa, yang jelas bapak juga tidak boleh jatuh hati pada saya, karena kalau sampai itu terjadi bapak harus mengambil nomor antrian dari saya,"balas Tari santai sambil menyilang kan kakinya di atas sofa.
Yah mereka setelah pulang dari mall tadi, David langsung membawa Tari menuju apartemen milik David, itu semua atas suruhan mama nya, mulai hari ini Tari tidak akan bekerja sebagai OG lagi, karena besok Tari akan bekerja sebagai sekretaris David.
Sungguh David ingin menolak perintah sang mama, Tari hanyalah gadis kampung yang lulusan SMA, tidak mungkin cocok menjadi sekretaris nya, namun yang membuat dirinya tersentak dikala mama nya berkata, bahwa Tari bekerja sebagai sekretaris hanya formalitas saja agar Tari tidak kelelahan dalam bekerja sebagai OG. Yang menjadi sekretaris sebenarnya adalah Doni.
"Emang untuk apa nomor antrian,"tanya David mengernyitkan dahinya tak mengerti apa maksud Tari.
__ADS_1
"Karena yang mengejar cinta saya sangat lah banyak pak, jadi saya butuh waktu untuk menyeleksi mereka semua termasuk bapak nantinya,"ujar Tari tersenyum mengejek ke arah David.
"Kau kenapa bisa sangat percaya diri hah,"sentak David mengepalkan tangannya karena sangat kesal dibuat oleh Tari.
"Oho ya jelas percaya dirilah pak, kan sebentar lagi saya akan menjadi nyonya David James jadi saya harus percaya diri agar bapak tidak malu memiliki istri seperti saya, ditambah wajah saya satu produk dengan Angelina Jolie,"puji Tari untuk dirinya sendiri membuat batas kesabaran David kian menipis.
"Lebih baik aku segera pulang daripada aku disini, lama kelamaan bisa gila karena sikap mu yang seperti burung merak ( memuji diri sendiri)."
"Ingat, kau ku izinkan tinggal disini hanya berdua dengan sahabat mu si Riki itu, jadi jangan coba-coba membawa orang lain masuk kesini, kalau tak ingin ku beri hukuman,"lanjut David serius.
"Nama sahabat saya itu Rika pak bukan Riki,"kesal Tari.
"Mulutku apa urusan mu, dan lagi tentang perjanjian setelah menikah Doni besok akan memberikan nya pada mu, kau harus mempelajari dan mematuhi atas semua yang tertulis karena bila tidak, maka hidup mu akan ku hancurkan termasuk keluarga mu yang berada di Indonesia,"ancam David membuat Tari membulat sempurna matanya.
"Itu terserah aku, karena aku yang mengendalikan permainan ini, sedangkan kau hanya bidak catur ku saja,"ujar David menyeringai, dua hari yang lalu David sudah menyuruh bawahannya yang berada di Indonesia untuk mencari informasi tentang Tari.
"Kalau begitu saya ingin membatalkan permainan ini,"tegas Tari menatap tajam ke arah David, ia tak ingin bila nanti ia melakukan kesalahan maka keluarga kecilnya akan terkena dampak nya.
"Tidak bisa Tara Utara, karena kamu sudah masuk kedalam zona kehidupan ku, maka kau tak akan bisa lepas begitu saja, jadi mulai sekarang menurut lah agar aku senang dan akan memanjakan mu serta keluarga mu juga, tapi bila kau membuat ku marah maka...., kau tahu siapa aku kan,"balas David lembut namun penuh penekanan membuat Tari merinding.
"Aku tahu adik mu ingin menjadi jaksa dan ibu mu seorang janda, jadi kamu menurut lah menjadi mainan yang patuh agar aku membantu adik mu menjadi jaksa hebat serta membantu perekonomian keluarga mu, aku juga akan berjanji menjaga keluarga mu yang di Indonesia sehingga tidak ada siapapun yang berani menjahati keluarga mu lagi, termasuk pria hidung belang yang ingin melecehkan ibu mu,"jelas David datar namun penuh perhatian membuat Tari tersentak.
__ADS_1
"Apakah benar yang bapak katakan, bahwa kalau saya menurut maka bapak akan melindungi bunda saya dari orang yang jahat padanya,"tanya Tari berusaha memastikan apa yang di dengarnya adalah benar.
"Iya, asalkan kamu patuh dengan kontrak nantinya,"balas David mengangguk kepalanya cepat.
"Terimakasih pak, saya janji akan patuh pada bapak, selama saya di gaji 100 kali lipat dari gaji OG,"ujar Tari langsung memeluk erat tubuh David.
"What, 100 kali lipat,"balas David terkejut mendorong tubuh Tari.
"Heum pak, Setelah saya bermusyawarah dengan sahabat saya tentang penawaran bapak kemarin, saya memutuskan agar bapak membayar saya 100 kali lipat tanpa ada diskon pak, karena bapak tahu seberapa baiknya akting saya, dan itu tidak termasuk dengan biaya pendidikan adik saya untuk menjadi jaksa serta uang bulanan seperti yang bapak janjikan tadi untuk keluarga saya,"jelas Tari panjang lebar dengan menyeringai.
Kalau bapak juga punya peraturan, maka aku pun ada, kalau aku bapak jadikan bidak catur saja maka akan aku buktikan bagaimana lihai nya aku dalam mendalami peran ku, bapak mengambil keuntungan dari ku maka aku pun begitu batin Tari menyeringai licik.
"Hey, apa kau gila hah, itu sangat banyak,"geram David.
"Ish bapak ini, kok tampan dan tajir melintir masa pelit sih, itu juga tidak sampai seujung upil kekayaan bapak, anggap aja buat amal kek,"gurau Tari mencolek dagu David genit.
Entah langkah yang ku ambil ini benar atau tidak dengan memilih mu untuk menjadi boneka ku batin David frustasi.
**Bersambung
hai kakak author balik lagi nih.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**