
"Ah .. Tara ini sangat sakit! Ahh .. lepaskan!" Jerit David penuh kesakitan.
"Gak mau .. ini hukuman buat kamu karena kemarin sudah membuat pinggangku encok!" Sentak Tari melepaskan gigitannya sesaat membuat David bernafas lega.
"Aku minta maaf .. akkkkkk telur puyuh ku!" Teriak David kembali memilukan karena Tari sekarang menggigit telur nya.
David yang tak dapat menahan lagi rasa sakitnya pun memukul tengkuk Tari hingga pingsan, barulah David bernafas lega.
"Kau telah membuat tongkat ku marah, Tara Utara. Awas saja saat tongkat ku bangkit lagi, akan aku buat kau menangis penuh kenikmatan!" Sungut David saat menatap tongkat dan telurnya yang memerah akibat gigitan Tari.
Oh David seharusnya kamu merasa bersyukur karena Tari tidak menggigit tongkat dan telur mu itu hingga berdarah.
***
David menggendong Tari masuk ke dalam mansion dengan gaya berjalan seperti orang yang siap disunat, membuat semua pelayan di mansion ingin tertawa. Namun sekuat tenaga mereka menahannya agar tidak dipecat oleh David.
Dino yang tak sengaja melewati David pun langsung memundurkan langkahnya. "Apa tongkat mu baru saja dipotong ujungnya?"
Bukan dipotong tapi di gergaji oleh menantu kesayangan kalian, Pa batin David menjerit.
Ingin sekali David mengatakan yang sebenarnya namun ia urungkan karena melihat Margaret sedang menuju ke arahnya.
"Dav, apa yang kau lakukan pada Tari? Kenapa dia pingsan?!" Sentak Margaret menatap horor David.
"Tari ketiduran, Ma." Bohong David melanjutkan langkahnya, seketika Margaret tertawa terbahak-bahak melihatnya sehingga membuat Tari tersadar dari pingsannya.
"Huwaaa .. kamu jahat, Dav. Tadi kamu memukulku .. hiks huwaaa," tangis Tari pecah ketika mengingat David memukul tengkuknya tadi.
Gleg.
David menelan ludahnya ketika melihat Margaret dan Dino menatapnya horor. "Pa, ini tidak seperti yang kalian bayangkan. David tidak memukul Tari."
"Bohong .. hiks hiks .. tadi David pukul Tari di leher sampai Tari pingsan!" Potong Tari memberontak dalam gendongan David.
"Ma .. bawa Tari masuk ke kamarnya," titah Dino dingin menatap tajam ke arah David.
"Turunkan putriku dari gendongan mu wahai Hercules!" Sentak Margaret membuat David mencebikkan bibirnya.
"Mama apaan sih! Segala sesuatu selalu dibuat heboh dan dramatis. Nih, ambil putri kesayangan mama dan abaikan putra kandung mama," sungut David tak sengaja menjatuhkan Tari dari gendongannya.
Bugh.
"Ahkkk .. sakit ma," pekik Tari memegang perutnya membuat Margaret dan Doni khawatir sedangkan David terlihat santai saja karena ia tak sengaja melakukannya.
__ADS_1
Mata Margaret dan Dino terbelalak ketika melihat darah segar mengalir dari pangkal paha Tari. "Pa, bawa Tari kerumah sakit!" Teriak Margaret panik membuat David tersentak.
"Darah," gumam David kaget.
"Kau benar-benar kurang ajar, Dav. Papa kecewa dengan sikapmu," sentak Dino menatap tajam ke arah David yang mematung.
Aku tidak sengaja dan pinggang Tari tidak terlalu kuat terbentur lantai, tapi kenapa bisa separah ini batin David panik.
"Hiks .. mama sakit," lirih Tari dengan wajah yang pucat. Dino menggendong Tari lalu berlari keluar mansion diikuti oleh Margaret sedangkan David hanya membeku menatap nanar darah Tari yang berjejer di lantai.
"Tari." Gumam David berlari keluar Mension.
"Pa, cepetan .. darahnya semakin banyak!" Teriak Margaret panik memangku kepala Tari di pahanya.
David benar-benar keterlaluan .. kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Tari, papa akan menghukum mu, Dav. Meski kau anak kandung papa batin Dino marah.
Saat tiba di rumah sakit, Dino menggendong Tari membawa masuk ke dalam rumah sakit, para perawat yang melihat kehadiran Dino pun terkejut. Karena biasanya Dino bila datang ke rumah sakit pasti akan memberitahukan pihak rumah sakit terlebih dahulu.
"Tuan besar!" Para perawat membungkukkan kepalanya memberi hormat pada Dino.
"Selamatkan menantuku." Titah Dino dingin membuat mereka semua mengambil brangkar terdekat, lalu Dino meletakkan Tari di atasnya.
"Mama .. hiks sakit," lirih Tari menekan perutnya membuat Margaret menangis sedih.
"Mohon maaf nyonya dan tuan besar tolong keluar dari ruangan ini, biarkan kami bekerja dengan tenang!" Titah Dokter tersebut.
"Lakukan yang terbaik untuk menantuku," titah Dino dingin seraya memeluk Margaret.
"Baik tuan besar."
Margaret menangis sesenggukan dalam pelukan Dino. "Apa Tari hamil, Pa. Lalu dia perdarahan akibat perbuatan David!" Tangis Margaret pecah dalam pelukan Dino.
Hamil batin Dino terkejut.
Sedangkan di sisi lain rumah sakit, David berlari menuju ruang darurat keluarga James. Dia merutuki kebodohannya karena telah berbuat hal sepele namun berakibat fatal.
Apa yang aku lakukan? Bagaimana keadaan Tari? Apakah dia baik-baik saja? Batin David bertanya-tanya.
"Pa!" Panggil David dengan nafas ngos-ngosan.
Tanpa diduga, Dino meninju wajah David bahkan ia menendang perut David dengan sangat keras. Margaret yang melihatnya pun hanya bisa diam tanpa berniat ingin membantu David.
Bugh.
__ADS_1
Bugh.
"Apa begini cara memperlakukan istrimu huh! Lihat karena ulah mu dia harus ditangani oleh dokter," sentak Dino menarik kerah David.
"Pa, maafkan David. Ini semua diluar kendali, tak pernah sedikitpun David berniat untuk menyakiti Tari," terang David jujur membuat Dino menatap dalam mata anak semata wayangnya itu untuk mencari kejujuran.
"Ingat, bila sesuatu yang buruk terjadi pada Tari. Papa akan memisahkan mu dengannya, agar kau bisa lebih mudah menikah dengan wanita ular itu!" Ancam Dino menekankan perkataannya.
Degg.
Bagaimana bisa papa tahu tentang Lucy batin David terkejut.
Mereka semua menunggu dengan perasaan khawatir, karena sudah 2 jam Dokter tidak keluar juga. Apakah separah itu keadaan Tari? Itulah pikir mereka semua.
Tak berselang lama Dokter keluar dengan raut wajah yang tak terbaca. "Bagaimana keadaan menantu saya, Dok?" Tanya Margaret tak sabar.
Dokter tersebut menghela nafas berat, sejenak ia menatap sinis ke arah David.
"Nyonya muda harus di rawat inap selama seminggu, karena kondisi janinnya sangat lemah. Untung saja nyonya muda segera dilarikan ke rumah sakit karena kalau telat sedikit saja maka janinnya tidak akan selamat," terang dokter tersebut membuat nafas David tercekat di tenggorokan.
Hamil! Tari hamil anaknya! Sebentar lagi dia akan menjadi ayah! Lalu kenapa Tari tidak memberitahukan kabar gembira itu kepadanya.
Margaret dan Dino bernafas lega mendengar penjelasan dokter, mereka sangat senang karena sebentar lagi akan menjadi nenek dan kakek.
"Boleh kami masuk ke dalam, Dok?" Tanya Margaret senang.
"Boleh, tapi jangan ajak nyonya muda berbicara dulu, karena beliau masih butuh waktu istirahat yang cukup."
"Terima kasih," balas Margaret tersenyum lebar.
David yang mendengarnya pun ingin masuk untuk melihat keadaan Tari, namun Dino langsung mencekal tangannya. "Kamu tidak boleh masuk."
Degg.
**Bersambung.
Cek-cek halo halo.
Apakah disini ada orang🤭🤭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Mau lanjut lagi kah? Vote 🥰💐
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**