
"Kita langsung pulang 'kan," tanya Tari yang menyandarkan kepalanya di bahu David.
"Kamu pulang dulu dengan sopir, karena aku ada hal penting yang harus ku urus dulu," balas David mengecup pucuk kepala Tari.
"Hal penting apa," tanya Tari mendongakkan kepalanya menatap intens wajah tampan David.
"Ini masalah perusahaan."
"Tapi bukankah hari ini hari libur," tanya Tari menyipitkan matanya menatap David penuh selidik.
"Kau semakin berani rupanya Tara, ingat status mu," balas David dingin membuat Tari tersentak.
Tadi lembut sekarang dingin lagi, dasar laki-laki gak berpendirian batin Tari kesal.
"Ternyata janji manis bapak semalam itu hanya gurauan semata," sanggah Tari tersenyum kecil ingin bangkit dari sofa namun dengan gerak cepat David menarik tangan Tari lalu memeluk erat tubuh Tari.
"Maaf, jangan marah lagi. Aku akan berusaha untuk menepati janji ku padamu," balas David yang menyadari kesalahannya, Tari yang mendengarnya pun tersenyum kecil.
"Heum, tapi jangan di ulangi lagi," ujar Tari manja menatap dalam mata David, hingga tatapan mereka bertemu dan David perlahan-lahan mendekatkan bibirnya dengan bibir Tari.
Kring kring kring.
"Pengganggu," ketus David membuat Tari terkekeh geli.
"Halo," ujar David dingin tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Dav, ini aku Lucy." Mata David langsung membulat sempurna, bukan terkejut karena Lucy yang meneleponnya tetapi dia tidak menyangka Lucy akan menelponnya disaat David sedang bersama dengan Tari.
"Dav, kau masih mendengarkan ku!"
"Eum," balas David singkat membuat Lucy yang disana kebingungan.
"Aku ingin kita bertemu."
"Eum."
"Di hotel xx dijalan kota B," ketus Lucy yang kesal dengan jawaban singkat David.
"Eum."
"Eum … eum … eum, apa tidak ada jawaban lain, Dav."
__ADS_1
"Baik." Lucy yang kesal langsung mematikan teleponnya.
"Siapa yang menelepon," tanya Tari bingung karena tak biasanya David akan menjawab sesingkat itu.
"Klien, aku harus segera pergi dan sekarang aku ingin kau pulang dengan Doni," balas David datar lalu langsung menggandeng tangan Tari.
"Doni! Kapan dia kesini," tanya Tari heran.
"Tadi subuh aku menelponnya untuk menjemputmu," balas David santai mengecup punggung tangan Tari.
Terlihat Doni dengan wajah dinginnya menunggu mereka di depan villa, ia tak habis pikir bagaimana tuan mudanya itu meneleponnya di jam 3 dini hari, apakah tuan mudanya belum tidur! Tapi samar-samar dia mendengar suara lenguhan seorang wanita membuat Doni yakin bahwa si tuan muda mesumnya itu sedang bercocok tanam dengan nyonya mudanya! Ingin sekali dirinya mengumpat sang tuan muda tetapi dia hanya bisa dalam hati karena tak ingin gajinya dipotong.
"Hay Don, kenapa wajahmu seperti orang yang menahan pup .. sesekali tersenyum lah agar ada wanita yang melirik mu," ujar David tanpa dosa.
Oh ya ampun apa dosa ku di masa lalu sehingga mempunyai bos seperti anda tuan muda batin Doni kesal.
"Jangan menggerutu di dalam hati Don, karena itu tidak bagus untuk jantung mu," lanjut David tersenyum kecil membuat Doni langsung membalas dengan senyuman paksa.
"Hantarkan nyonya mu pulang ke mension, ingat jangan sampai lecet," titah David dingin membuat Doni hanya bisa menelan ludahnya.
Dasar bos tsundere tadi tersenyum sekarang kembali dingin batin Doni.
"Sekali lagi kau mengumpat ku dalam hati maka gajimu akan ku potong," ancam David membuat Doni tersentak.
"Pulanglah duluan nanti aku nyusul setelah urusanku selesai," ujar David datar mengelus pipi Tari.
Hup.
Tari memeluk erat tubuh David seolah-olah tak ingin dilepas membuat David tersenyum puas.
Seperti dugaan ku … kau akan jinak setelah ku ketuk pakai tongkat keramat ku batin David tersenyum percaya diri.
"Apa kamu benar-benar tak ingin jauh dari ku," tanya David tersenyum penuh percaya diri menangkup pipi Tari.
"Bagaimana bisa aku jauh dari mu Dav, sedangkan satu juta dollar nya belum masuk ke rekening ku," balas Tari tersenyum polos membuat senyuman di wajah David langsung hilang seperti hembusan angin.
Dasar Tara Utara, bagaimana bisa dia sangat jujur .. apa tidak bisa berbohong mengatakan 'aku tidak ingin jauh dari ku Dav' batinnya kesal.
"Tenang saja, nanti aku akan mentransfer ke rekening mu," ujar David datar membuat Tari terpekik senang.
Nanti aku harus segera menyuruh Rika balik ke Indonesia untuk mengurus pembangunan hotel ku, dan setelah kontrak ku selesai dengan si CEO mesum ini selesai maka aku akan pulang ke Indonesia mengganti gelar pelakor menjadi milyarder muda dari Indonesia batin Tari tertawa senang.
__ADS_1
"Oh iya Dav, jangan lupa untuk mengganti ponsel ku karena aku ingin segera menelpon Bunda dan adikku di kampung," pinta Tari tersenyum manis lalu langsung masuk ke dalam mobil.
David yang mendengar ucapan Tari pun hanya bisa menghela nafas berat karena Tari benar benar wanita yang blak-blakan, tidak sedikitpun ada sifat pemalu seperti wanita lain yang bila meminta uang atau apapun dengan cara memberikan kode terlebih dahulu.
Dia benar-benar unik batin David menghela nafas berat.
"Baiklah, aku akan membelikan ponsel yang sama dengan punya mu itu," balas David datar.
"Oh no, ponsel ku itu sudah jadul, sedangkan aku mau iPhone pro max 13 dan aku sangat senang bila suami ku yang tampan dan rupawan sepertimu membelikannya untuk istri mu ini," pinta Tari dengan senyuman genit tak lupa menggigit bibir bawahnya hingga membuat David tak tahan langsung ikut masuk ke dalam mobil dan mencium rakus bibir Tari.
"Jangan menunjukkan ekspresi seperti ini di depan umum, karena aku tidak sanggup menahan diriku," pinta David mengelap bibir basah Tari dengan jempolnya.
"Heum," balas Tari mengangguk kepalanya cepat karena sangat malu pada Doni yang melihat mereka dan ia pun sedikit takut dengan ucapan David yang menatapnya seperti singa kelaparan.
"Good girl," ucap David mengecup pucuk kepala Tari lalu keluar dari mobil.
Doni langsunh mengendarai mobilnya menuju ke mansion James, dalam perjalanan Tari memejamkan matanya seraya mengingat malam panas dengan David. Dia tersenyum kecil ketika membayangkan wajah kesal David kepadanya bahkan wajah marah David yang terlihat menakutkan.
Kamu pria yang baik Dav, beruntungnya wanita yang akan menjadi istrimu kelak batin Tari tersenyum getir.
Entah mengapa ia merasa berat untuk berpisah dengan David, apalagi setelah tahu kalau wanita yang dicintai David telah kembali, karena secara tak sengaja Tari melihat nama My love Lucy saat David mengangkat teleponnya tadi di depan Tari.
Ingat Tar, jangan menggunakan perasaan mu karena kalau tidak hatimu akan kembali patah seperti dulu, David itu hanya suami kontrak mu dan kau cuma istri di atas kertas batin Tari.
"Nona," panggil Doni membuat Tari membuka matanya.
"Iya Don."
"Saya mohon jangan tinggalkan tuan David apapun yang terjadi kedepannya." Pinta Doni menatap serius Tari dari spion depan.
Degg.
"Don kau .."
**Bersambung.
Halo kakak author balik lagi nih😘😘🥰🥰🥰
insya Allah akan author usahakan untuk up 2 bab perhari🥰🥰🤭🤭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**