
"Alhamdulillah .. pasien mengalami keajaiban, hanya ada 0,5 persen di dunia orang-orang yang mengalami keajaiban. Seharusnya pasien koma akan sadar paling cepat 2 bulan dan paling lama bisa 14 tahun. Tapi kali ini pasien hanya butuh waktu 3 hari karena prediksi saya besok pasien akan sadar, itu semua bisa terjadi karena semangat juang hidup dari pasien sangat besar. Dan mulai sekarang kami akan memindahkan pasien dari ruang ICU VVIP ke ruang rawat inap VVIP milik keluarga Tuan besar James." Jelas dokter tersebut panjang lebar dengan senyuman yang tak pernah luntur di wajahnya.
Wajah Tari berbinar bahagia mendengar besok David akan kembali sadar, suaminya itu akan sadar! Ah .. Tari sangat bersyukur.
Alhamdulillah ya Allah .. aku tidak jadi janda kembang batin Tari senang.
Begitu juga dengan Margaret dan Dino yang tak bisa menyembunyikan senyum di wajah mereka. Keajaiban dari Allah telah membuat putra mereka yang koma bisa sadar kembali. Dino terkekeh geli ketika mengingat kembali bagaimana cara Tari membangunkan David dari koma. Bagaimana bisa menantunya itu memberikan dorongan pada David dengan cara mengatakan dirinya akan menikah lagi! Tari benar-benar berbeda.
"Sayang .. hiks .. ini semua karena kamu! David bisa sembuh karena takut kamu nikah lagi sayang .. hiks .. terima kasih." Margaret menangis haru memeluk erat tubuh Tari guna meluapkan perasaan bahagianya yang meledak-ledak dalam hati.
Begitu juga dengan Tari yang tidak menyangka kalau David akan sadar hanya dengan mendengar ancaman nya. Sedangkan sebelumnya Tari sudah mengucapkan segala kata-kata cinta tapi tak membuat David merespon. Giliran ancaman menikah lagi mampu membuat David mengalami kejang-kejang. Tari yakin kalau nanti David sadar pasti akan memarahinya.
Aku lebih senang melihat kamu memarahi ku daripada melihat kamu terbaring lemah seperti itu .. i love you sayang. Batin Tari bahagia.
"Tari senang banget, Ma. Akhirnya David akan sadar besok .. hiks .. Tari sangat menyayangi David, Ma. Tari gak sanggup membayangkan bila hal buruk menimpa David!" Tangis bahagia Tari pecah dalam pelukan mama mertuanya itu.
"Sudah-sudah .. lebih baik mama dan Tari beristirahat di ruang inap David. Biar papa yang menjaga David karena bagaimanapun juga Tari sedang hamil tua jadi tidak baik untuk wanita hamil begadang. Apalagi kalau sampai David tahu pasti dia akan marah pada Tari dan juga papa karena tidak bisa menjaga istri tercintanya." Dino berucap lembut mengelus pucuk kepala istri dan menantu kesayangan nya itu.
Tari dan Margaret mengiyakan perkataan Dino. Kedua wanita berbeda usia itu beranjak ke ruangan baru David.
Tak lupa Dino menelpon Alex dan juga Leo untuk memberitahukan kabar bahagia tersebut. Alex maupun Leo sama-sama bahagia mendengarnya. Mereka berdua ikut tertawa lepas ketika mendengar Dino yang menceritakan bagaimana cara Tari membangunkan David dari koma nya. Sungguh David tak salah pilih istri itulah pikir mereka.
Dino mengakhiri telepon nya lalu beranjak masuk ke ruang inap David untuk berjaga.
__ADS_1
***
Sedangkan di sisi lain seorang gadis cantik bertubuh mungil sedang berjingkrak kegirangan setelah mengetahui kakak tercintanya akan segera sadar.
"Beneran, Kak. Kalau kak David akan sadar besok!" Gadis itu tak bisa menyembunyikan senyum manis di wajahnya. Bahkan tanpa sadar dia memeluk Alex sambil berjingkrak-jingkrak membuat tubuh Alex menegang karena merasakan benda kenyal itu tampak baik turun di di perutnya. Karena tinggi gadis yang tak lain adalah Ella hanya sebatas ketiaknya saja.
"Iya, tadi uncle yang mengatakan nya lewat telpon." Balas Alex tersenyum manis mengelus pucuk kepala Ella lalu pria tampan berwajah teduh itu segera mendorong tubuh Ella agar menjauh darinya.
"Tidurlah, El. Biar besok kita bisa berangkat pagi-pagi ke rumah sakit untuk menjenguk kak David!" Titah Alex lalu membalikkan tubuhnya beranjak menuju kamarnya sendiri yang telah disiapkan khusus oleh para maid di mension James.
Alex tidak menyadari bahwa Ella juga ikut masuk ke dalam kamarnya. Pria itu membuka pakaiannya sehingga menyisakan celana boxer nya saja.
"Kak, malam ini Ella tidur bareng kakak ya." Alex terkejut mendengar suara Ella di belakangnya, pria itu segera berbalik. Terlihat Ella berdiri dengan wajah polos tak berdosa menatap dirinya.
"Ella mau tidur bareng kakak." Jawab gadis itu polos lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang king size milik Alex.
"El, kamu tidak bisa tidur bareng kakak." Alex berucap lembut seraya memijat keningnya karena pusing dengan kemanjaan Ella yang kelewatan batas untuk gadis seusianya.
"Kenapa? Apa kakak sudah punya istri seperti kak David makanya Ella tidak boleh tidur bersama kakak." Sungut Ella memanyunkan bibirnya ketika mengingat dulu David begitu memanjakan dirinya sampai-sampai rela pulang awal hanya untuk menidurkan Ella.
"Bukan begitu, El. Kamu dengan kak David itu sepupuan sedangkan kita tidak. Aku tidak sedarah dengan kamu maupun kak David. Kita bersahabat karena orang tua kita bersahabat dari kakek moyang dulu. Aku berasal dari keluarga Lemos dan kamu berasal dari keluarga James. Marga kita saja berbeda?!" Jelas Alex lembut berusaha memberikan pengertian pada gadis manja di depannya ini.
"Ck .. dulu kakak juga sering memandikan Ella waktu kecil, masa sekarang tidur bareng saja tidak bisa!" Ella mencebikkan bibirnya lalu membaringkan tubuhnya memunggungi Alex yang frustasi akan sikap nya.
__ADS_1
"El .. itu saat umur kamu 7 tahun. Sedangkan sekarang kita sudah dewasa." Jelas Alex lembut duduk di tepi ranjang seraya mengelus pundak Ella yang terbuka karena dress yang Ella gunakan dress tanpa lengan.
"Ish .. kakak banyak bacot?!" Sentak Ella menarik tangan Alex hingga pria bertubuh kekar itu menindih dirinya. Ella mendorong tubuh Alex ke samping nya lalu dengan santainya dia memeluk erat Alex seperti bantal guling.
"El." Alex ingin bangkit namun Ella semakin mengeratkan pelukannya bahkan Ella tidur di atas tubuh Alex.
"Ella ngantuk kak. Besok saja berantemnya." Lirih Ella dengan mata yang terpejam seraya menghirup aroma maskulin tubuh Alex.
Alex mencoba memejamkan matanya seolah-olah tak terjadi apa-apa. Namun sekali lagi Alex di kejutkan oleh sikap Ella yang mengambil tangannya lalu di letakkan pada bokong sintal milik Ella.
"Kak Ella mau di pukul lembut bokongnya. Seperti dulu yang kak David lakukan!" Pinta Ella dengan suara serak membuat Alex berusaha menetralkan darahnya yang sedari tadi berdesir karena kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Ella.
Alex merupakan pria normal yang akan bergairah bila di goda. Meskipun pria itu tak sekalipun melakukan **** bebas seperti David. Namun bukan berarti Alex tidak tahu bagaimana caranya making love.
Tangan Alex bergetar saat menepuk bokong sintal milik Ella. Gadis muda itu benar-benar menggoda imannya. Terkadang Alex kesal pada Ella yang terlalu manja. Namun ketika mengingat bagaimana sosok Ella yang kurang perhatian dan kasih sayang membuat Alex mengerti.
Untung aku laki-lakinya, El. Kalau saja bukan pasti kamu akan habis di terkam oleh laki-laki lain batin Alex menghela nafas panjang.
**Bersambung.
Halo-halo kakak author balik lagi nih..
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰 biar karya ini semakin bersinar.
__ADS_1
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**