
Halo-halo kakak author balik lagi nih ππ₯°
Adakah yang mau kasih hadiah buat author setangkai bunga pun tak apa! secangkir kopi apa lagi ππ€π€π
Jangan lupa LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK ππ
salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°
...----------------...
Di sebuah gudang terbengkalai yang letaknya di tengah hutan. Terdapat banyak benda tajam dan berbagai alat-alat penyiksaan dalam gudang tersebut mampu membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan. Termasuk sembilan orang pria yang wajahnya sudah membiru, darah segar mengalir di bibir mereka.
"Ampuni kami, Tuan!" salah satu pria itu berucap penuh harap pada lima laki-laki tampan yang sedang duduk santai di depan mereka.
"Kami mohon, Tuan. Di rumah anak dan istri kami sedang menunggu kepulangan kami." Timpal pria lainnya membuat lima pria tampan itu tertawa sinis.
"Lalu bagaimana dengan saudara ku yang kalian hajar sampai koma. Apa kalian tidak berpikir kalau dia punya istri, huh?! Bahkan istrinya sedang hamil besar saat menunggu kepulangan suaminya?!" Bentak Leo menggelar membuat sembilan pria itu ketakutan melihat wajah Leo yang memerah.
"Maafkan kami, Tuan!" Semua pria itu mengatupkan tangan mereka di depan dada berharap Leo mau memaafkan mereka.
"Maaf-maaf .. gak ada maaf-maaf kalau kalian tidak mengaku siapa dalang di balik semua ini." Sungut Leo sembari meneguk minumannya.
"Kau minum alkohol, Le?" tanya Kemal terkejut melihat Leo minum botol yang berlogo alkohol.
"Ssttt .. jangan ribut-ribut! Ini itu es teh manis cuma kemasannya saja yang alkohol." Bisik Leo pada Kemal, Arka, Dimas dan juga Dito.
"Kenapa kamu taruh dalam kemasan alkohol?" Kemal tak mengerti sama sekali tentang prilaku Leo yang aneh.
"Biar keren aja. Masa kita kerjanya menyiksa mereka tapi minum nya es teh manis, bisa-bisa di ketawain kita sama mereka." balas Leo membuat Arka cs hanya bisa menggelengkan kepalanya.Β
"Cepat katakan?! Siapa yang menyuruh kalian membunuh sepupu ku?!" Teriak Leo menggema namun tak membuat sembilan pria itu membuka mulut.
Dor.
"Astaghfirullah!" Teriak mereka serempak ketika mendengar suara pelatuk pistol yang menggema dalam ruangan tersebut. Arka cs saling bertatapan seolah bertanya siapa yang melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Bukan aku." Dimas menggelengkan kepalanya saat semua mata menatap dirinya. Karena temperamen Dimas paling buruk, pria itu tak suka banyak bicara. Dia lebih suka menyiksa lawannya sampai lawannya itu tak berdaya.
"Sumpah bukan aku! Kalian semua tahu 'kan kalau aku sudah taubat semenjak menikah dengan Alexa?!" Dimas mengangkat dua jarinya saat semua sahabatnya itu masih meragukan dirinya.
"Oi ..!"Β
Mereka semua segera melengos ke belakang untuk melihat siapa yang telah berani memanggil mereka tidak sopan seperti itu. Arka cs menelan ludah mereka ketika melihat siapa yang memanggil mereka. Dan ternyata orang itu juga yang telah menembakkan peluru ke udara tadi.
"Apa mereka sudah mengaku?" Om Yogi bertanya santai sembari memutar pistol di tangannya. Sembilan pria yang babak belur itu terlihat sangat ketakutan melihat om Yogi. Mereka merupakan anggota geng motor yang hampir membunuh David.
Yah, benar saja kalau mereka di bekuk oleh om Yogi bersama 3 anak buahnya. Dan juga luka di wajah mereka itu adalah ulah dari om Yogi. Tak sekalipun Arka cs bahkan Leo yang sebagai sepupu David tak memukul mereka.
"Belum, mereka tidak mau mengakuinya!" jawab Leo tersenyum kaku pada om Yogi namun pria yang di juluki singa bisnis itu tak berniat membalas senyum Leo.
"Ck .. kalian tidak becus!" Om Yogi mencebikkan bibirnya saat mendengar jawaban Leo.Β
Om Yogi berjalan mendekati para pria yang babak belur itu sambil membawa amplop coklat. Dengan santainya om Yogi melempar beberapa foto di hadapan para pria itu hingga membuat mereka semua ketakutan bahkan ada yang menangis.
"Kalian kenal orang-orang yang berada di foto itu 'kan?" Om Yogi bertanya dengan nada dingin sambil menyeringai kecil.
"Tidak, Tuan. Saya mohon jangan libatkan keluarga kami!" Pria yang menembak David saat itu kini sedang memeluk kaki om Yogi bermohon ampun pada pria kejam itu.
Bugh.
Om Yogi menendang pria itu hingga terpental membuat Arka cs menahan nafas mereka melihat om Yogi yang begitu santainya menendang orang.
Apa pria itu tak punya hati! Itulah pikir mereka.
"Aku tidak peduli dan tak mau peduli?! Kalau kalian tidak mau mengaku juga siapa dalang yang sebenarnya maka dengan senang hati aku akan mencincang tubuh anggota keluarga kalian lalu ku jadikan makanan untuk hiu dan singa peliharaanku?!" Balas om Yogi datar sambil menusuk foto-foto itu dengan pisau kecilnya. Sungguh om Yogi terlihat seperti psikopat saat ini.
"Aku hitung sampai 3 kalau kalian tidak mau mengaku juga maka akan aku pastikan 10 menit dari sekarang kepala setiap anggota keluarga kalian sudah berada disini!" Ancam om Yogi sambil menunjukkan video yang baru saja di kirim oleh orang-orangnya berupa video tentang para anggota keluarga geng motor itu yang sedang beraktivitas di luar rumah.
Gleg.
Para pria itu pun saling bertatapan seolah-olah meminta persetujuan.Β
__ADS_1
1
2
"Tuan Jhonatan!" Jawab mereka serempak membuat om Yogi serta Arka cs tersenyum puas.
"Good boy." Balas om Yogi menepuk kasar pipi pria itu.
"Apa kami bisa bebas?" tanya pria itu penuh harap membuat Leo tertawa sinis.
"Tidak! Kalian akan mendekam di penjara untuk menuai apa yang telah kalian tanam." Balas Leo menyeringai lebar
Tak lama kemudian terdengar suara sirine polisi membuat para pria itu ketakutan namun mereka tak bisa mengumpat. Karena om Yogi menatap tajam wajah mereka satu persatu.Β
"Awas saja kalau kalian macam-macam lagi ke depannya. Maka akan aku pastikan apa yang aku katakan tadi menjadi kenyataan?!" Tegas om Yogi membuat mereka menelan ludah kasar.
***
Setelah para geng motor yang mencelakai David di bekuk oleh polisi. Leo mengucapkan terima kasih pada om Yogi karena sudah mau membantunya.
"Hemm." Om Yogi hanya berdehem dengan raut wajah dinginnya membuat Leo menggaruk pipinya yang tak gatal. Begitu susah berbicara dengan om Yogi.
Ekhm.
Dito yang menjadi adik ipar om Yogi pun berdehem dan berusaha memasang senyum terbaiknya untuk om Yogi.
"Kakak apa kabar?" Dito bertanya berusaha mencairkan suasana yang terasa dingin di sekitarnya.
Terlihat Arka, Dimas dan juga Kemal berusaha menahan tawa mereka ketika melihat Dito dan Leo yang biasanya selalu riuh seperti tom and Jerry kini terlihat mata kutu di depan om Yogi.
"Aku masih bernafas." Balas om Yogi dingin membuat Dito mengepalkan tangannya.
"Kalau istri kakak apa kabar?" Dito menanyakan kabar Sofi yang telah menjadi saudara iparnya.Β
"Dia masih hidup."
__ADS_1
Bersambung.