Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Perubahan sikap Alex


__ADS_3

Ella panik saat merasakan suhu tubuh Alex sangatlah panas terlebih lagi wajah suaminya itu pucat pasi dengan pipi memerah.


"Kakak .. kakak sakit, ya?" Ella menepuk halus pipi Alex berharap suaminya itu bangun.


Namun Alex tak merespon, pria itu seolah asik dengan mimpinya hingga membuat Elsa kalang kabut. Gadis itu menangis sambil menggoyangkan tubuh lemah Alex. Hingga membuat pria yang sedang tak sehat itu membuka matanya secara perlahan.


"El .." Alex berucap lemah sambil menatap sayu Elsa. 


"Kakak sakit? Kenapa gak bilang-bilang? Pasti karena semalam kehujanan tapi kakak tidak mandi 'kan?!" Ella melayangkan pertanyaan yang tak seharusnya di tanyakan pada orang sakit. Gadis itu asik mengomeli Alex hingga membuat pria itu tersenyum lemah.


"Kamu sudah tidak marah lagi pada kakak?" Alex bertanya lembut dengan nada pelan hingga membuat Ella langsung menggelengkan kepalanya.


"Marahnya Ella pending dulu. Karena sekarang kakak lagi sakit, nanti kalau kakak sudah sembuh baru marahnya lanjut lagi!" balas Ella sambil memanyunkan bibirnya hingga membuat Alex yang melihatnya terkekeh geli. Istrinya itu sangatlah cerewet.


"Ayo kita ke rumah sakit!" ajak Ella bangkit dari duduknya namun tangan gadis itu langsung di cekal oleh Alex.


"Kakak tidak apa-apa. Ini cuma demam biasa, palingan minum obat dan makan bubur langsung sembuh!" ujar Alex seraya menggenggam lembut tangan Ella. Pria itu merasa bahwa demam nya itu tak terlalu parah, padahal sudah jelas-jelas demam nya sangat tinggi.


"No .. kakak harus ke rumah sakit karena kakak butuh dokter saat ini juga!" Ella tak terima penolakan Alex gadis itu melepas paksa tangan Alex namun lagi-lagi pria itu menarik Ella hingga membuat gadis itu menindih tubuh kekar Alex.


Pria itu memeluk Ella bak bantal guling. Alex mengendus aroma tubuh Ella hingga membuat gadis itu merasakan geli. Terlebih lagi ada sesuatu yang menusuk pahanya sedari tadi. Dan tentu saja Ella tahu apa yang keras bak kayu tersebut. Namun karena tingkahnya yang usil dia malah menggesekkan pahanya kiri kanan hingga membuat Alex semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan pria itu menggigit bahu Elsa karena tak ingin mengeluarkan suara indahnya.


"Dasar mesum .. masa lagi sakit yang di bawah bisa bangun! Malahan dia lebih kuat dan kokoh lagi?!" sungut Ella mencubit lengan kekar Alex hingga membuat pria itu terkekeh geli.


"Yang sakit badan ku, El. Tapi dia tidak, kalau kamu mau dia siap membuat kamu terbang ke cakrawala!" goda Alex mencolek dagu Ella sambil mengerlingkan matanya.


Ahh .. wajah Ella langsung memerah padam. Gadis itu tak habis pikir bagaimana ada pria seperti Alex. Padahal dulu kakak nya itu termasuk pria yang kalem dan penuh wibawa. Namun sekarang semuanya berubah drastis, secara perlahan-lahan Ella di buat terkejut dengan sifat lain dari seora Alexander Lemos.

__ADS_1


Ella berusaha menormalkan detak jantungnya. Gadis itu menarik nafas dalam-dalam lalu dia hembuskan kembali, berada dalam pelukan Alex dengan posisi yang sangat intim membuat pikiran gadis itu lari kemana-mana. Yang jelas gadis itu seakan tersesat dalam pikiran kotor.


Ahh .. Ella sudah tak tahan lagi. Dirinya ingin segera keluar dan lari dari jangkauan Alex, terlebih lagi yang di bawah sana kian menusuk pahanya.


"Ella mau suruh pelayan buat bubur dulu untuk kakak!" Gadis itu memberontak dari pelukan Alex namun lagi-lagi pria itu tak memberi celah untuk Ella.


Alex mengambil ponselnya yang terletak di atas meja lalu dia menghubungi seseorang.


"Halo pak Yan. Tolong buatkan saya bubur ayam dan juga siapkan sarapan bergizi untuk Ella. Oh ya pak Yan, tolong bawa obat penurun demam. Lalu hantarkan ke kamar saya!" Alex segera mematikan teleponnya lalu tersenyum penuh arti pada Ella.


Sudah cukup semalaman dirinya di cuekin oleh Ella dan sekarang Alex ingin membuat Ella membayar semuanya. Pria itu langsung berakting lemah dengan bibir yang di getarkan hingga membuat Ella semakin khawatir.


"Kak .. kita ke rumah sakit saja, ya. Nanti kalau demam nya semakin parah bagaimana?" Ella bangkit dari pelukan Alex lalu duduk sambil mengusap keringat dingin yang membasahi kening Alex.


"Tidak usah .. karena yang aku butuhkan bukan dokter. Tapi kamu istriku, El! Aku tidak ingin di rawat dokter tapi aku inginnya di rawat kamu, El." Pria itu menatap Ella dengan mata puppy eyes hingga membuat gadis itu tak mampu menolak permintaan Alex.


Ella kembali menarik nafasnya dalam-dalam, dia tak menyangka bahwa Alex bisa berubah manja seperti ini. Karena sifat Alex yang sekarang sangat berbeda jauh dari dulu.


"El, tubuh kakak lengket karena dari kemarin belum mandi. Jadi bisakah kamu bantu bersihkan tubuh kakak!" Alex menatap Ella penuh harap.


Wajah Ella memerah bak kepolisian rebus. Dirinya tak tahu harus menjawab apa karena dia juga bingung dengan permintaan Alex yang tiba-tiba. Belum lagi Ella membayangkan akan menyentuh seluruh tubuh Alex.


Ahh .. membayangkan itu saja sudah membuat jantung Ella berdegup kencang. Hatinya berdebar-debar tak karuan bak anak ABG yang sedang kasmaran.


"Tapi .."


"Kalau kamu tidak mau biar pelayan saja yang memandikan kakak!" Alex mengambil ponselnya ingin menelpon pelayan. 

__ADS_1


Ella terdiam mendengar ucapan Alex. Pelayan! Alex akan menyuruh pelayan! Bukankah pelayan di mension James rata-rata perempuan. Oh tidak .. membayangkan tubuh Alex di lihat dan di sentuh oleh wanita lain membuat gadis itu tak terima.


Dengan gerak  cepat Ella merampas ponsel Alex lalu membantingnya ke kasur. Alex yang melihatnya tersenyum samar, akhirnya dia berhasil mengecoh Ella.


"Biar Ella yang mandikan kakak!" Gadis itu menatap datar Alex.


"Tidak usah di mandikan! Cukup lap saja tubuh ku dengan handuk yang diperas dengan air hangat, El." Alex merebahkan tubuh nya atas ranjang dengan berakting pura-pura lemah.


Ella segera beranjak keluar kamar untuk mengambil handuk kecil serta baskom. Saat Ella turun ke lantai bawah dirinya tak sengaja bertrmu dengan Tari.


"Mau kemana adik ipar?" Tari bertanya dengan nada ramah sambil merangkul bahu Ella.


"Dapur!" cetus Ella cuek membuat Tari terkekeh kecil.


"Kau ini kenapa bisa se arogan ini pada kakak ipar mu sendiri hemm .. kau harus lebih ramah dan bersahabat dengan ku!" Tari mencolek dagu Ella hingga membuat gadis itu kesal, karena tingkah Tari yang terkesan usil.


"Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu ku. Lebih baik sana urus keponakan ku agar dia bisa semakin pintar dan bida berbicara!" sungut Ella membuat Tari tertawa pelan.


"Kau begitu suka dengan anak-anak. Kenapa tidak buat anak sendiri saja! Atau kah kamu masih Ting Ting sampai sekarang." Tari tersenyum menggoda membuat pipi Ella memerah. Gadis itu segera mengambil baskom dan handuk lalu berlari tergesa-gesa menuju kamarnya. Dia tak ingin menjawab pertanyaan kakak ipar nya yang gila itu.


Dasar kakak ipar sableng batin Ella kesal.


**Bersambung.


Maaf telat up


hari ini insya Allah bakal triple up 🥰

__ADS_1


Jadi tolonh like coment vote dan beri rating 5 yah kakak biar author semakin semangat up nya🙏🙏🙏🥰🥰


Salem Aneuk Nanggro Aceh**


__ADS_2