
"Mama!" David terkejut ketika melihat Margaret yang berdiri santai di depan pintu kamarnya. Bukankah sang Mama pergi ke Australia lalu bagaimana bisa kembali secepat ini karena baru saja semalam Margaret memberitahukan kepadanya bahwa akan pulang lusa.
"Minggir .. mama mau lihat menanti kesayangan mama," ketus Margaret mendorong tubuh Leo.
Margaret tersenyum lebar ketika melihat Tari yang asik makan. Mata Margaret membulat sempurna ketika melihat leher Tari dipenuhi oleh jejak David.
Oh ya ampun sebentar lagi aku akan punya cucu batin Margaret bahagia.
"Halo, sayang kamu apa kabar!" Tanya Margaret membuat Tari terkejut.
"Eh Mama kapan pulang!" Tari langsung bangkit dari sofa memberikan pelukan hangat pada Margaret.
"Mama baru saja sampai dan langsung menghampiri kamu karena rindu," balas Margaret tersenyum lembut.
Sedangkan David yang melihat sifat Margaret yang acuh padanya hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
"Ma, David disini." Margaret hanya menatap David sekilas lalu berkata," ia Mama tahu." Balas Margaret santai membuat David semakin kesal, ia memilih keluar dari kamar meninggalkan dua wanita berbeda usia tersebut.
"Sayang .. apa kalian semalam baru saja menanam ubi!" Tanya Margaret tanpa malu membuat pipi Tari langsung merona.
Kenapa bisa mulut mertua ku ini selalu gamblang batin Tari mengomel.
"Itu .."
"Sudah tidak usah malu-malu .. pasti David sangat buas karena Mama lihat leher mu sudah seperti habis di tato," celetuk Margaret membuat Tari tersenyum kaku.
"Ya sudah, Mama kesini mau memberikan oleh-oleh dari Australia untukmu," sambung Margaret menunjukkan sepuluh paper bag yang terletak di samping pintu membuat mata Tari langsung berbinar.
"Itu semua untuk Tari!"
"Heum." Tari berlari mengambil semua paperbag tersebut lalu ia letakkan di atas kasur, dengan semangat Tari membuka semua paperbag tersebut namun mulutnya hanya bisa menganga ketika melihat oleh-oleh tersebut.
"Bagus 'kan lingerie nya sayang .. Mama sengaja membeli banyak dari Australia biar kamu semakin menarik di mata David .. dan tentunya setiap malam nanti David akan mengajakmu untuk menanam ubi," seloroh Margaret tersenyum tanpa dosa. Tari benar-benar tidak mengerti tentang pola pikir Margaret yang mesum.
Bagus apanya .. yang ada aku bisa mati kalau setiap malam di genjot sama anak Mama yang buas itu .. bahkan baju ini langsung di robek olehnya batin Tari mengomel.
__ADS_1
"Hehe i-ya bagus, Ma." Mereka berdua berbincang dengan tenang, Margaret menceritakan tentang liburannya bersama dengan Dino. Bahkan Margaret dengan lugasnya memberi saran untuk Tari tentang bagaimana cara menarik perhatian David agar lebih lengket dan Tari mendengarnya dengan semangat karena itu tujuannya sekarang.
"Kamu harus lebih manja dengan David apalagi saat kalian berdua," ujar Margaret menggenggam tangan Tari.
"Baik, Ma. Mulai sekarang Tari akan menjadi istri yang manja agar Tari semakin di sayang," balas Tari semangat membuat Margaret tersenyum samar.
Sebentar lagi aku akan punya cucu batin Margaret senang.
***
Di sebuah restoran mewah terlihat dua orang wanita cantik duduk berhadapan saling melayangkan tatapan permusuhan.
"Kenapa kamu mengajak ku bertemu disini adik ipar?" Tanya Tari tersenyum sinis.
"Cih .. aku benci panggilan itu!" Balas Ella menatap benci Tari.
"Benci itu singkatan dari benar-benar cinta jadi jangan terlalu membenci ku karena takutnya nanti kamu jatuh cinta denganku … hihihi." Tari tertawa anggun menutup mulutnya membuat Ella menghela nafas berat.
Aku tidak tahu apakah kedepannya nanti aku bisa bekerja sama dengannya untuk mengusir wanita ular itu batin Ella pasrah.
"Aku ingin mengajakmu untuk bekerja sama," ajak Ella tanpa basa-basi membuat Tari tersenyum lebar karena sudah tahu kemana arah pembicaraan mereka.
"Mengusir wanita ular itu?"
"Kau mengenalnya?" Tanya Ella menaikkan alisnya.
"Tidak .. aku hanya tahu namanya saja," balas Tari santai menopang dagunya.
"Apa kamu tidak takut bila kak David menceraikan mu dan kembali lagi dengan wanita itu?!" Tanya Ella dengan sekali tarikan nafas, ia merasa kesal dengan sikap Tari yang terkesan santai.
Apa dia tidak takut kalau kak David menceraikannya batin Ella bingung.
Oh Ella kau tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Tari sekarang, dollar .. dollar dan dollar.
"Tidak .. karena aku yakin David tidak akan lepas dari pelukanku," balas Tari tersenyum manis mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Kau jangan terlalu percaya diri .. Lucy itu punya cinta kak David," sungut Ella menyedot minumannya.
"Hahahaha .. kita lihat saja kedepannya," balas Tari tertawa cekikikan seraya mengelus perut ratanya membuat Ella menaikkan alisnya.
"Kau ..?"
"Aku harus kembali dulu karena ini sudah jam 3 sore, David pasti merindukan ku," celetuk Tari beranjak pergi namun sebelum itu ia sempat mencolek dagu Ella.
"Jangan terlalu banyak berpikir adik ipar .. nanti keriput di wajah mu itu bertambah," goda Tari membuat Ella marah namun sekuat mungkin ditahannya.
Sabar Ella .. biarkan di berbuat sesukanya sampai Lucy tersingkirkan batin Ella marah.
***
Seorang wanita cantik berjalan angkuh masuk ke perusahaan David, tanpa bertanya kepada siapapun dan menjelaskan tujuannya ia segera masuk ke dalam lift menuju ke ruangan CEO. Tidak ada yang melarangnya karena mereka berpikir mungkin itu adalah kerabat dekat dari CEO mereka.
David yang sedang menelepon seseorang tersenyum ketika melihat tangan yang melingkar di pinggangnya, ia segera mematikan teleponnya.
"Kamu sudah pulang," tanya David tersenyum mengelus tangan wanita itu.
"Pulang dari mana?" David terkejut ketika mendengar suara wanita itu yang tak lain adalah Lucy.
"Sayang .. kamu kenapa kesini?" Tanya David panik mencengkram pundak Lucy.
"Aku kesini karena rindu sama kamu, Dav." Balas Lucy mencium rakus bibir David namun Lucy yang merasakan tak ada balasan pun menggigit bibir David kemudian memasukkan lidahnya ke dalam mulut David.
Cklek.
"Suamiku!"
**bersambung.
Maaf telat up 🤧🤧🤧🤧🤗
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**