Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Tamu nya sudah pergi


__ADS_3

Sudah satu Minggu terlewati semenjak pertengkaran Alex dan Ella. Dan setelah hari itu Alex benar-benar berubah, pria itu setiap harinya mengantar jemput Ella tanpa terlambat sedetik pun.


Seperti saat ini keduanya terlihat bahagia karena skripsi Ella sudah di ACC oleh dosen. Gadis itu tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.


"Kakak .." Ella berlari memeluk erat tubuh gagah Alex sambil.


"Kenapa hemm .. kenapa kamu kelihatannya seneng banget?" Alex melabuhkan ciuman di pucuk kepala Ella.


"Skripsi Ella sudah di ACC semuanya kak. Tinggal nunggu sidang aja terus Ella sudah jadi sarjana!" Ella berucap dengan semangat yang berapi-api. Wajah gadis itu terlihat bahagia.


Mahasiswa mana yang tidak bahagia bila skripsi mereka di ACC oleh dosen-dosen nya. Susah beberapa kali Elsa mengganti judul skripsi dan sudah berapa kali juga skripsi Ella di tolak. Namun sekarang seolah keberuntungan menghampiri nya.


Alex tersenyum senang mendengar cerita Ella. Gadis itu tampak berceloteh riang menceritakan hari-harinya saat berjuang membuat skripsi.


"Ya sudah kita pulang dulu! Nanti di rumah sambung lagi." Alex dan Ella pun pulang ke rumah baru mereka. Dua hari yang lalu mereka memutuskan untuk pindah ke rumah baru yang telah Alex beli untuk mereka.


Selama perjalanan pulang Ella menggenggam erat tangan Alex sambil bernyanyi lagu romantis. Ella menyanyikan lagu milik fouzia feat John Legend


"Sekarang ini mungkin kesalahan


Now this might be a mistake


Bahwa aku meneleponmu selarut ini


That I'm calling you this late


Tapi mimpi yang kumiliki tentangmu ini tidak cukup nyata


But these dreams I have of you ain't real enough


Mulai mengungkit masa lalu


Started bringing up the past


How the things you love don't last


Meskipun ini tidak adil bagi kami berdua


Even though this isn't fair for both of us


Ooh-ooh, mungkin aku hanya orang bodoh


Ooh-ooh, maybe I'm just a fool


Aku masih milikmu


I still belong with you


Dimanapun anda, dimanapun anda berada


Anywhere you, anywhere you are


Ooh-ooh, ladang ranjau yang aku lalui ini


Ooh-ooh, these minefields that I walk through


Ooh-ooh, apa aku berisiko berada dekat denganmu


Ooh-ooh, what I risk to be close to you

__ADS_1


Ooh-ooh, ladang ranjau ini menjauhkanku darimu


Ooh-ooh, these minefields keeping me from you


Ooh-ooh, apa aku berisiko berada dekat denganmu


Ooh-ooh, what I risk to be close to you


Dekat denganmu-ooh


Close to you-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Sekarang ini mungkin kesalahan


Now this might be a mistake


Bahwa aku meneleponmu selarut ini


That I'm calling you this late


Tapi mimpi yang kumiliki tentangmu ini tidak cukup nyata


But these dreams I have of you ain't real enough


Mulai mengungkit masa lalu


Started bringing up the past


How the things you love don't last


Meskipun ini tidak adil bagi kami berdua


Even though this isn't fair for both of us


Ooh-ooh, mungkin aku hanya orang bodoh


Ooh-ooh, maybe I'm just a fool


Aku masih milikmu


I still belong with you


Dimanapun anda, dimanapun anda berada


Anywhere you, anywhere you are


Ooh-ooh, ladang ranjau yang aku lalui ini


Ooh-ooh, these minefields that I walk through


Ooh-ooh, apa aku berisiko berada dekat denganmu

__ADS_1


Ooh-ooh, what I risk to be close to you


Ooh-ooh, ladang ranjau ini menjauhkanku darimu


Ooh-ooh, these minefields keeping me from you


Ooh-ooh, apa aku berisiko berada dekat denganmu


Ooh-ooh, what I risk to be close to you


Dekat denganmu-ooh


Close to you-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh,"


Alex tersenyum lebar mendengar suara cempreng Ella saat bernyanyi. Pria itu benar-benar cerminan suami idaman, padahal dia Ella sangatlah cempreng dan tak enak di dengar. Namun tak sekalipun dia menyela dan melarang Ella menyanyi. Alex memilih diam sambil tersenyum lebar dan sesekali mengecup punggung tangan Ella.


"Apa suara Ella bagus? Apa sudah cocok masuk dapur rekaman?" Ella bertanya serius sambil menatap dalam wajah teduh Alex yang sedang menyetir. 


"Suara kamu bagus, El. Tapi besok-besok nyanyinya di depan kakak saja okey. Jangan di depan orang lain karena kakak tidak ingin ada orang lain yang mendengar suara merdu mu!" Alex mengusap lembut pucuk kepala Ella. Dan benar saja lain di mulut lain juga di hati.


Karena kakak tidak mau nanti kau di gebukin massal karena suara kamu yang seperti toa mesjid batin Alex jujur.


Ella tersipu malu mendengar jawaban Alex. Hatinya berdebar-debar tak karuan, suaminya ini benar-benar pandai membuat dirinya tersipu malu. Suaminya sangat pandai menyanjung dirinya.


Ahh .. Alex sangat pandai menggombal!


Saat tiba di rumah Alex membuka pintu mobil Ella. Seperti biasa gadis itu akan meminta gendong seperti koala dengan senang hati Alex melakukan perintah Ella.


"Kamu kenapa manja banget sih .. bikin kakak gemes aja. Padahal umurnya sudah 22 tapi kelakuan nya udah seperti anak kecil berumur 2 tahun!" Alex mengecup seluruh wajah Ella hingga membuat gadis itu tertawa cekikikan. Tak dapat di pungkiri bahwa semenjak pindah ke rumah baru. Ella lebih manja pada Alex bahkan tak segan-segan gadis itu mencumbu Alex. 


"Manja sama suami sendiri kan ibadah! Jadi buat apa malu." Ella berucap manja sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alex.


"Benarkah? Lalu apa tamunya sudah pergi?" Alex menggoda Ella dengan mencium telinga gadis itu.


Ella menggigit bibir bawahnya agar tak bersuara. Ingin sekali gadis itu berteriak kegirangan meluapkan gelombang asmara yang di rasakan nya.


Ah .. tatapan Alex sekarang begitu membuat hati Ella berdebar tak karuan. Dengan malu-malu gadis itu mengangguk kepalanya menandakan tamu bulanan by sudah pergi.


Alex bagaikan mendapatkan lotre. Pria itu berteriak bahagia karena akhirnya dia bisa meng unboxing Ella. Sudah seminggu Alex berusaha menahan dirinya dan sekarang Ella mengatakan bahwa dirinya sudah bisa membuka puasa.


Alex mencium lembut bibir ranum Ella dan dengan senang hati gadis itu membalas ciuman Alex. Mereka berdua saling bertukar saliva, keduanya saling melilitkan l*dah. Tangan Alex tak dapat di kondisikan lagi. Dia merebahkan Ella atas sofa, ciuman yang tadinya lembut berubah menjadi panas.


Tangan Ella membelai dada bidang hingga lama-kelamaan turun membelai perut kotak-kotak Alex. Pria itu mengerang nikmat menikmati sentuhan nakal Ella.


Namun saat keadaan hampir tak terkendali suara perut Ella berbunyi sehingga membuat Alex menghentikan cumbuan nya. Wajah Ella memerah padam bak kepiting rebus. Alex terkekeh geli melihatnya.


"Ayo kita makan yang banyak karena kita butuh tenaga untuk menghabiskan malam indah ini!" bisik Alex menggigit ujung telinga Ella.


**Bersambung


Insya Allah author bakal triple up walaupun telat up ..

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰**


__ADS_2