
Matahari terbit dari ufuk timur, langit yang kelam berubah cerah berwarna biru, banyaknya anak manusia yang berlalu lalang di sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah di Amerika. Cahaya terang masuk kedalam kamar kedua insan yang sedang tidur saling berpelukan.
David membuka matanya perlahan, ia sempat terkejut melihat dirinya memeluk seorang wanita yang tak lain adalah Tari, David tersenyum kecil melihat wajah polos Tari yang berada didalam dekapan nya.
"Cantik," gumam David mengusap pipi Tari lembut hingga membuat di empunya melenguh. David langsung memejamkan matanya kembali ketika melihat Tari yang seperti ingin bangun.
Tari membuka matanya perlahan, ia merasakan tubuh nya seperti di tindih sesuatu. Mata Tari membulat sempurna dikala melihat wajah David begitu dekat dengannya, ia bingung kenapa bisa dirinya tidur berpelukan dengan David.
Kenapa pak David ada di dalam kamar dan malah tidur seranjang dengan ku batin Tari bingung.
Tari langsung melepaskan tangan David yang melingkar di perutnya, namun ia terkejut disaat menyibakkan selimut nya dan melihat dirinya telanjang tanpa sehelai kain pun. Tari semakin dibuat terkejut dikala melihat tongkat baseball David yang sudah berdiri tegak menusuk pahanya. Mata Tari langsung berkaca-kaca, begitu juga dengan nafasnya yang tercekat di tenggorokan.
Aku sudah bolong batin Tari terkejut.
"Hiks ... hiks bagaimana ini, aku sudah tidak perawan lagi ... huwaaa." Tangis Tari langsung pecah membuat David yang tadinya pura-pura tidur langsung membuka matanya ia tersenyum sinis ke arah Tari.
"Kenapa menangis Tara ... apakah yang semalam itu masih kurang hmm ... mau tambah ronde lagi," tanya David merengkuh pinggang Tari dari belakang, begitu juga dengan tangannya yang ******* bola voli Tari yang tampak kenyal.
"Bapak jahat ... kenapa bapak melakukan ini pada saya ... bukankah kita sudah berjanji kalau kita tidak akan melakukan ini, tapi kenapa bapak melanggar nya ...hiks hiks ... balikin perawan saya," teriak Tari memukul tangan David yang berada di bola volinya. Tari memberontak dari dekapan David.
"Hey Tara Utara, apa kau lupa tentang perjanjian pasal pertama yang berbunyi kau harus menuruti segala permintaan ku, dan itu termasuk dengan aku meminta perawan mu," bisik David mengecup telinga Tari, ia tak peduli dengan tangisan Tari karena ini balasan yang cocok untuk Tari yang licik.
Kau tidak bisa bertanding kelicikan dengan ku gadis liar, karena kau akan kalah dengan ku batin David menyeringai.
__ADS_1
"Lalu apa gunanya perjanjian yang lain kalau sudah ada perjanjian seperti itu pak ... dasar bos licik," teriak Tari memberontak langsung duduk di atas perut David, ia tak menyadari bahwa mata David menatap kearah bola volinya yang bergelantungan. Tari memukul dada David begitu kencang, meluapkan segala amarah yang di pendam nya namun tak membuat David kesakitan karena dada nya sangat kokoh.
"Ini akan ku buat semakin besar nantinya," ujar David memelintir ujung ****** bola voli Tari, membuat Tari yang menangis langsung menggigit bibir nya karena merasa perutnya seperti di gelitiki oleh ribuan kupu-kupu.
"Bukankah ini sangat enak hemm ...," goda David membalikkan tubuh Tari ke bawah dengan tangan nya yang asik berkelana mencari tempat favorit nya. Masih terdengar Isak tangis Tari namun sesekali terdengar lenguhan yang keluar dari bibir Tari membuat David tertawa kecil.
Tari kembali sadar di saat wajah David sudah berada tepat dibawah sana, ia pun langsung menendang wajah David hingga si empunya terjungkal ke belakang. Tari langsung bangkit dengan tubuh polos nya berlari ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu nya rapat.
"Tara Utara ... ahh ... dasar gadis rubah," teriak David marah melempar bantal ke pintu kamar mandi dan juga saking marahnya ia merobek seprei mereka untuk meluapkan segala amarah yang ia rasakan pada Tari.
Awas kau kelinci liar ... ah wanita rubah lebih cocok untuk mu, awas saja kau ... akan ku buat kau menyesal karena telah berani menolak tubuh indah ku batin David marah.
Sedangkan di kamar mandi Tari menangis kesal, ia mengumpat David ketika melihat seluruh badannya merah akibat kiss Mark yang di tinggalkan oleh David, namun ia mengernyitkan dahinya dikala merasakan tubuh nya baik-baik saja, tidak remuk sama sekali berbeda dengan apa yang di jelaskan oleh orang-orang yang telah melakukan nya.
"Kenapa tidak sakit di s*langkang*n ku, padahal kan pak David sudah memasukkan tongkat baseball nya," gumam Tari bingung, namun ia tak mengambil pusing, ia pun langsung berendam dengan air hangat dalam bathtub.
Hehe ... bukankah perawan ku ada harganya, tidak masalah nantinya aku disebut murahan karena pada dasarnya hubungan ku dengan pak David tak lebih dari take and give ... hahaha akan ku buat kau menyesal karena telah mengambil perawan ku Mr. David batin Tari licik.
Oh David kau tidak tahu seberapa cerdiknya Tari, ia bagaikan bunglon yang bisa berubah warna apapun yang ia suka untuk mengelabui musuhnya dan kau Tari juga tidak tahu bahwa David lebih licik dan lihai dalam urusan apapun. Kedua insan itu sedang merencanakan sesuatu yang licik untuk insan yang satunya lagi, begitupun sebaliknya.
Tari keluar dari kamar mandi dengan langkah centilnya, ia menatap genit ke arah David yang menatap marah ke arahnya namun tak membuat Tari merasa gentar.
"Bapak kok mukanya seperti singa tak di beri jatah makan, senyum dong pak kan semalam bapak udah saya beri jatah," ujar Tari mengedipkan sebelah matanya membuat David heran.
__ADS_1
Wanita ini benar-benar bermuka seribu, tadi dia menangis dan marah kepada ku karena mengira aku telah mengambil mahkota nya ... eh apa pelakor juga punya mahkota, ah terserahlah ... yang jelas aku harus berhati-hati pada wajah nya itu, jangan sampai aku jatuh dalam tipu daya nya batin David berhati-hati.
Tari melihat ada paper bag di atas meja, ia pun langsung membuka nya dan melihat sebuah gaun yang sangat indah dan sangat pas untuknya.
"Pak, apakah ini untuk saya," tanya Tari polos seraya memperlihatkan gaun tersebut.
"Emang kau pikir itu untukku," ketus David menatap Tari yang terlihat seksi dengan kimono yang melekat pada tubuhnya.
"Terimakasih." Mata David terkejut karena Tari memakai pakaian nya tepat di depan David.
"Hey Tara Utara, kenapa kau mengganti pakaian mu di depan ku, apa kau berniat menggoda ku atau kau sudah tak punya malu lagi," sentak David menatap lapar tubuh mulus Tari.
"Bapak mah tanpa di goda juga sudah tergoda duluan," balas Tari santai berjalan seksi ke arah David, membuat David menelan saliva nya.
Gleg
**Bersambung
author hadir lagi nih🤣🤣🤣
kira-kira ada gak yah pasangan licik seperti mereka di dunia nyata😄🤔
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak..
__ADS_1
Bantu author buat dapat rangking karya baru 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**