Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Gigitan maut.


__ADS_3

Entah berapa jam mereka melakukannya yang jelas David menggendong Tari keluar dari perusahaannya disaat para karyawan sudah pulang. David tersenyum penuh kemenangan ketika mengingat Tari yang sangat agresif saat bercocok tanam tadi. 


David menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Tari. Dia mengecup bibir Tari berkali-kali membuat si empunya melenguh.


"Tidurlah," bisik David menepuk punggung Tari lembut. 


Saat tiba di mension ada seorang pelayan yang datang menghampiri David. "Tuan muda, tadi ada titipan dari seseorang untuk tuan muda."


"Taruh atas meja kerja ku," titah David pelan karena tak ingin Tari terusik.


"Baik." Margaret yang melihat David menggendong Tari pun tersenyum lebar karena ia yakin bahwa David telah jatuh cinta pada Tari.


"Eughhh." Tari melenguh saat David meletakkan tubuhnya di atas ranjang.


"Sssttt .. tidurlah," bisik David mencium kening Tari. Kemudian ia segera membuka seluruh bajunya hingga menyisakan celana boxernya saja.


"Good night," bisik David menarik Tari masuk ke dalam dekapannya.


***


Empat hari terlewati semenjak perang dingin di kantor David saat itu. Hari ini Tari merasakan tubuhnya sangat tak biasa, entah mengapa ia sangat ingin memakan kebab buatan dari David. Akan tetapi Tari tak berani menyuruh David karena sudah 4 hari David tidak banyak berbicara kepadanya dan itu membuat Tari sedikit gelisah.


"Dav, aku keluar sebentar ya!" Ucap Tari membuat David yang sedang bekerja menatap ke arahnya.


"Hemm." Hati Tari terasa ngilu karena melihat David yang begitu cuek dan dingin kepadanya.


Sabar .. tidak lama lagi kamu akan berpisah dengannya Tar, jadi ingat tidak usah pakai hati saat bersama dengan CEO mesum itu batin Tari kesal.


Tari keluar dari perusahaan David dengan mata yang berkaca-kaca. Hati dan logikanya tak bisa diajak berkompromi, tak biasanya Tari sensitif seperti ini, entah mengapa ia sangat ingin di manja oleh David saat ini. Namun dia sadar kalau hubungannya dan David tidak sedekat itu.


 "Kakak ipar." Panggil Alex yang sedang bersama dengan Ella.


"Eh .. kalian mau kemana?" Tanya Tari tersenyum manis membuat hati Alex bergetar.


Senyuman kak ipar manis sekali .. bisa-bisa aku diabetes kalau melihat kak ipar tersenyum seperti ini kepada ku tiap hari batin Alex gugup.

__ADS_1


"Tadinya kami mau berjumpa dengan kak David, tapi sepertinya tidak jadi karena kami melihat kak ipar yang sepertinya sedang sedih!" Balas Alex tersenyum manis membuat Tari terkekeh geli sedangkan Ella hanya memutar bola mata malasnya.


"Aku sedang lapar bukan sedih, Lex. Apa kalian mau menemaniku untuk makan siang?" Tanya Tari tersenyum manis menggandeng tangan Ella dan Alex.


Degg.


Kenapa wanita siluman ini berubah manja seperti ini batin Ella terkejut.


Kenapa sikap kakak ipar tiba-tiba seperti ini batin Alex heran.


"Tidak mau!" Tolak Ella melepaskan tangan Tari dari lengannya.


"Kamu kok kasar sih, El. Padahal aku hanya ingin makan siang bersama kalian adik ipar ku karena David sedang sibuk." Tari berucap dengan suara yang bergetar ingin menangis bahkan matanya sudah berkaca-kaca seperti lampu taman yang ingin pecah.


"El, jangan buat kakak ipar sedih. Nanti bisa-bisa kau dimarahi oleh kak David!" Bisik Alex membuat Ella menghela nafas panjang. 


"Baiklah, ayo kita makan siang." Ajak Ella membuat Tari tersenyum cerah, ia segera melompat seperti anak-anak lalu menggandeng tangan Ella dan Alex. Mereka pergi ke restoran bintang lima dekat dengan perusahaan David. 


Alex maupun Ella hanya bisa menelan ludahnya ketika melihat ***** makan Tari yang sangat banyak, Tari memesan kebab Turki 5 porsi untuk dirinya sendiri belum lagi hamburger dan banyak makanan khas Turki dan Amerika.


"Kak ipar, bukannya kakak lebih suka makanan khas Indonesia daripada makanan Amerika dan Turki?" Tanya Ella menaikkan alisnya.


"Tidak kok, aku suka semua makanan tapi karena uang ku pas-pasan jadinya aku hanya mampu membeli makanan Indonesia," balas Tari jujur tersenyum polos menunjukkan deretan gigi putihnya membuat bulu kuduk Ella berdiri karena untuk pertama kalinya ia melihat senyuman polos dan tulus dari Tari.


"Ella mau ke toilet dulu," ucap Ella yang merasa kebelet pipis.


Alex dan Tari melanjutkan makan siangnya tanpa Ella, tak jarang Alex terkekeh karena mendengar celotehan Tari yang seperti berubah menjadi anak kecil. Tanpa mereka sadari di sudut ruangan tersebut ada sepasang mata dingin yang menatap keduanya seolah-olah ingin menguliti mereka hidup-hidup.


"Tuan!" Panggil Doni terkejut saat David tiba-tiba bangun dari kursinya, padahal mereka sedang melakukan pertemuan penting dengan klien.


"Lakukan semuanya dengan baik, Don. Aku ingin menangkap kelinci liar ku terlebih dahulu," titah David meninggalkan Doni dan kliennya.


Tari yang sedang asik makan di kejutkan oleh David yang tiba-tiba datang menarik tangannya secara kasar. "Sakit, Dav." Rengek Tari memukul tangan David.


"Kita pulang!" Ajak David tak terbantahkan.

__ADS_1


"Tapi aku belum selesai makan," tolak Tari memberontak dari cengkraman David.


"Kak, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ada Ella yang ikut makan bersama dengan kami," jelas Alex berusaha meredakan emosi David.


"Jauhi istriku, Lex. Sebelum aku melaporkan mu pada keluarga Lemos," ancam David dengan nada dingin membuat Alex bungkam.


David membopong Tari seperti karung beras, bahkan tak jarang ia memukul bokong Tari berkali-kali.


"David turunkan aku!" Teriak Tari memukul punggung David membuat seluruh pengunjung restoran menatap aneh mereka berdua.


"Huwaaa .. tolong saya! Saya diculik suami saya sendiri!" Teriak Tari membuat semua pengunjung tertawa lepas sedangkan David hanya mampu menahan rasa kesalnya pada Tari.


David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Tari berteriak ketakutan. "Dav, kalau kamu mau pergi ke neraka jangan mengajakku .. huwaaa aku gak mau mati sebelum membangun hotel!"


David menghentikan mobilnya di jalanan yang sepi membuat Tari bernafas lega. "Berapa kali aku katakan jangan pernah berdekatan dengan laki-laki, huh! Kenapa kamu tidak mendengarkan peringatan ku Tara Utara!" Bentak David membuka tali pinggang nya.


"Dav, jangan bilang kamu mau berkolaborasi menanam ubi di dalam mobil," tebak Tari ketakutan membuat David tersenyum penuh arti.


David mengeluarkan tongkat keramatnya membuat mata Tari membola sempurna, apalagi David yang menarik kepala Tari lalu memasukkan tongkatnya ke dalam mulut Tari.


"Ah .." Tari yang gemas karena David selalu memperlakukan durinya sesuka hati pun menyeringai.


Rasakan pembalasan ku batin Tari menyeringai.


Tari menggigit tongkat David hingga membuat si empunya berteriak kesakitan. "Ahh … tongkat ku!" Teriak David menjambak rambut Tari.


Rasakan gigitan maut ku batin Tari tertawa jahat.


**Bersambung.


Mau lagi? ayo vote🥰🥰


Hai kakak jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2