Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Juragan hamil


__ADS_3

Tembus like 1000 per bab author bakal usahakan triple up setiap harinya🥰🥰🥰


Sudah dua hari David berada di kampung Tari. Setiap harinya mereka asyik berolahraga pagi maupun malam. Keduanya tampak bahagia bersama, kehamilan Tari membuat sifat posesif David semakin akut. Pria berdarah Amerika itu tak membiarkan Tari kelelahan sedikit saja terkecuali lelah dalam berolahraga malam.


Hari ini terasa lebih berwarna karena Yogi libur sekolah. Begitu juga bunda Lina yang tak pergi ke sawah.


Tari melihat David yang sedang berdiri tegak menikmati semilir angin dari balkon. Tari berjalan mendekati David dengan hanya memakai daster pendek sebatas paha. Wanita hamil muda itu melingkarkan tangannya di perut kotak-kotak David.


David tersenyum manis, dia segera berbalik menangkup pipi chubby milik Tari. Dilihatnya wajah alami Tari tanpa riasan, hidung mancung, bibir kecil, mata bulat dan kulit yang sawo matang. Sungguh nikmat apa yang kau dusta 'kan! Itulah pikir David.


Andai aku tahu jodohku orang Indonesia! Sudah pasti aku memilih ikut paman James tinggal di Indonesia agar bisa mengawasi istri licik ku ini! Batin David.


"Ada apa hemm?" David bertanya dengan nada lembut Sera mengelus pipi chubby milik Tari.


"Kamu yang beli sawah milik juragan Subroto, ya?" Tanya Tari manja seraya memainkan bulu halus di wajah tampan milik David.


"Ah .. juragan hamil itu?" David baru mengingat kalau kemarin setelah tahu istri liciknya di perlakukan tidak baik oleh ibu-ibu yang pernah David temui waktu itu pun menyuruh anak buah nya untuk segera membeli sawah milik juragan kaya di kampung Tari.


"Hahaha .. mana ada juragan hamil? Kenapa kamu memanggilnya begitu, Dav?" Tawa Tari lepas ketika mendengar David menyebut juragan Subroto yang terkenal galak di kampungnya itu dengan sebutan juragan hamil.


"Ya jelas hamil sayang?! Apa kamu tidak lihat perutnya yang besar seperti ibu-ibu yang hamil kembar 6?" David bertanya polos membuat Tari semakin tertawa.


"Hahahaha .. aku tidak menyangka dibalik sifat mu yang dingin ternyata tersimpan sifat rumpi melebihi emak-emak di kampung ku?!" Sindir Tari dengan wajah memerah karena asyik tertawa. Sedangkan David hanya husa menggaruk pipinya yang tak gatal karena entah mengapa akhir-akhir ini dirinya tak dapat menahan mulutnya untuk bergosip atau mengumpat seseorang.


Apa ini bawaan baby boy ya? Tapi 'kan baby boy cowok bukan cewek? Batin David bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kamu ini serba salah?! Giliran dingin kamu protes eh giliran hangat kamu ledekin akunya?!" Sungut David mengerucutkan bibirnya membuat Tari gemas.


Cup.


Tari berjinjit lalu mengecup bibir seksi milik David. Sepertinya Tari sudah mulai candu dengan manisnya bibir milik suami hot CEO nya itu.


"Hehe .. jangan ngambek begitu! Aku cuma belum terbiasa dengan sikap mu yang sekarang?! Tapi aku janji akan membiasakan diri ku dengan sifat mu yang seperti tukang gosip?!" Balas Tari tersenyum genit menoel pipi David membuat suaminya itu yang tadinya ingin marah dan kesal tidak bisa.


"Hemm baguslah kalau begitu!" David berucap tersenyum manis melingkarkan tangannya di pinggang Tari.


"Kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi! Kenapa kamu beli sawah milik juragan Subroto?" Tari bertanya sekali lagi karena masih belum mengerti mengapa David mau menghabiskan uangnya hanya untuk membeli sawah milik juragan Subroto.


"Aku sengaja membeli nya untuk bunda! Biar bunda bisa mengelolanya. Sekaligus kamu dan bunda bisa lebih leluasa membalas mereka yang dulu pernah menindas kalian?!" Jelas David tersenyum lembut sambil membelai perut buncit Tari.


Tari terharu mendengar alasan David. Dirinya tak menyangka bahwa David begitu menyayangi dirinya dan terlebih lagi David juga menyayangi bunda maupun adiknya.


"Kamu sehat?" Tanya David polos meletakkan punggung tangannya di kening Tari.


"Aku sehat, Dav!" Sungut Tari mengerucutkan bibirnya membuat David terkekeh geli.


"Aku pikir kamu sakit karena tidak biasanya kamu berkata bijak seperti ini!" Goda David membuat Tari kesal.


"Ish .. kamu ini! Giliran aku waras kamu nya malah kira aku sakit! Giliran aku nya licik kamu kira aku rubah yang menyamar jadi manusia?!" Gerutu Tari mencubit pinggang David.


David menarik tubuh berisi Tari ke dalam pelukannya. Tangan besarnya mengelus lembut perut buncit Tari. 

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat kedua insan itu menghentikan aksi romantis mereka. David dan Tari berjalan membuka pintu kamar mereka. Terlihat wajah tua Lina tersenyum jangan memandang mereka.


"Ada apa, Bun?" Tari bertanya lembut pada wanita yang telah melahirkan nya itu.


"Bunda mau ke sawah untuk memeriksa para pekerja kita di sana! Kalian mau ikut? Pemandangan di sana sangat bagus dan adem sangat cocok untuk mencuci mata. Apalagi kamu sedang hamil!" Bunda bertanya dengan lembut seraya mengelus perut Tari.


David dan Tari terdiam beberapa saat hingga David mengangguk kepalanya. 


"Baik, Bun! Kita akan pergi." Tari dan David mengikuti Lina ke sawah menggunakan mobil. Selama perjalanan David memejamkan matanya menikmati tangan Tari yang asik mengelus dada bidangnya.


"Kapan kita akan kembali ke Amerika?" Tanya Tari pelan agar bunda dan Yogi yang duduk di kursi depan tak bisa mendengar.


"Bulan depan bagaimana? Apa kamu mau berpisah dengan bunda dan Yogi lagi?" David bertanya hati-hati karena dirinya tahu kalau Tari masih sangat merindukan keluarganya. David tidak ingin istri tercinta nya itu merasa sedih apalagi dalam masa-masa kehamilan.


Tari tersenyum tulus, hatinya terasa damai mendengar David yang mengutamakan kenyamanan dirinya. Sangat berbeda dengan David di masa lalu yang selalu memprioritaskan dirinya sendiri tanpa bertanya pada Tari dulu.


"Kalau boleh jujur, aku lebih suka tinggal di Indonesia karena disini lebih nyaman untuk ku. Dan makanan disini pun lebih cocok di lidah ku. Terlebih lagi ada keluarga Dicaprio disini. Aku sangat senang kalau baby kita nanti besar di kelilingi oleh sepupunya seperti Olaf, Ana dan juga Lea. Tapi aku juga tidak ingin jauh dengan mama Margaret dan juga papa Dino. Bagaimanapun orang tua mu sangat baik kepadaku selama ini! Mereka sudah menjadi bagian penting dalam hidupku." Terang Tari panjang lebar mengungkapkan isi hatinya.


David terdiam beberapa saat memandang intens wajah Tari. Kemudian ia melihat ke depan dimana Yogi dan bunda Lina mengobrol santai. Tak lama kemudian senyuman manis terpasang di wajahnya. Sambil mengelus perut istrinya itu David berucap sesuatu yang membuat Tari senang.


**Bersambung.


Hai kakak author tepatin janji ini🥰🥰


udah triple up loh🙈 Mana like nya.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2