
**Sebelumnya author mau klarifikasi kalau Yogi jaswandi di sini bukan om Yogi yah kakak🤭🤭 Kenapa namanya sama? Karena author suka kelupaan 🙈🙈🤪 makanya kasih nama yang sama🥰🥰
Happy reading 🤭❤️❤️❤️
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 💐💐**
...----------------...
Tari keluar dari kamarnya mencari keberadaan ibunda tercintanya yang selama ini sangat ia rindukan. Tari tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca melihat bunda nya sedang memasak.
"Bunda!" Panggil Tari dengan suara bergetar menahan tangis membuat wanita paruh baya yang masih cantik itu membalikkan badannya. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut melihat putri sulungnya itu sudah bangun tidur.
"Kamu sudah bangun, Tar?" Bunda Tari yang bernama Lina itu bertanya lembut dengan senyuman manis terpasang di wajah tua nya.
Tanpa menjawab pertanyaan bundanya itu, Tari berlari memeluk erat tubuh ibunda tercintanya itu. Dia menangis sesenggukan meluapkan segala kerinduan pada ibundanya yang telah berjuang untuk dirinya itu. David yang melihatnya pun tersenyum kecil, hatinya bahagia karena telah mempertemukan Tari dengan bunda Lina.
Lina mengelus punggung Tari yang bergetar, ia juga ikut menangis karena rasa bahagia yang ia rasakan. Akhirnya putri sulungnya itu menikah juga. Putri sulungnya itu bisa move on dari cinta pertama nya. Gelar pelakor sudah hilang dari anaknya karena sekarang gelar Tari sudah digantikan dengan nama James di belakangnya.
"Bunda .. hiks .. Tari rindu bunda .. maafin Tari yang baru bisa menemui bunda sekarang .. huwaa!" Tari berucap di sela-sela Isak tangisnya membuat Lina terkekeh geli.
"Sudah jangan menangis lagi! Kasian cucu bunda juga ikutan sedih nanti di dalam perut mu!" Balas Lina lembut menghapus air mata yang membasahi pipi Tari dengan jempolnya.
"Hiks .. air mata Tari gak bisa di tahan bunda! Rasanya Tari pengen nangis seharian, karena sudah lama Tari enggak nangis .. hiks .. huwaa!" Tari tak mampu menahan tangisnya karena selama ini dirinya selalu berpura-pura kuat dan juga bahagia. Tapi sekarang semua kepura-puraan itu hilang begitu saja di depan bundanya, gelombang emosi yang berada dalam tubuh Tari mendobrak ingin segera di luapkan. Selama ini cuma pada bundanya lah Tari mengadu dan menangis. Tari sangat tertutup, dia sangat jarang mau menceritakan kesedihan nya pada orang lain.
"Ya sudah kalau kakak mau nangis seharian, biar Yogi siapkan ember biar di isi air mata kakak!" Canda Yogi yang baru saja tiba tak sengaja mendengar isakan Tari membuat suasana haru itu berubah menjadi candaan.
__ADS_1
"Gi ..!" Panggil Tari serak lalu segera memeluk tubuh cungkring adik nya itu. Oa menghujani ciuman di wajah Yogi tanpa menyadari bahwa di sudut ruangan ada sosok yang menyeramkan.
"Awas kamu sayang! Akan aku hukum kamu nanti di kamar karena sudah berani mencium laki-laki selain aku?!" Desis David meninju angin meluapkan rasa cemburunya.
Lina yang menangkap bayangan David pun segera memanggil menantu dadakannya itu. "Dav, come here!" Panggil Lina menggunakan bahasa Inggris memakai logat Indonesia membuat Yogi dan Tari yang mendengarnya mencoba menahan tawa.
David berjalan menghampiri Tari, bisa dan juga Lina di dapur, ia segera merangkul pinggang Tari posesif. Lina dan Yogi yang melihatnya pun hanya bisa menggelengkan kepala. Hati mereka lega karena Tari jatuh pada laki-laki yang tepat, keduanya dapat melihat sorot mata David ketikan melihat Tari, tersirat cinta yang amat besar dalam mata David.
"Gi, suruh Abang ipar mu itu untuk membawa kakak mu duduk di meja makan, karena sudah waktunya makan malam!" Bisik Lina di telinga Yogi.
"Please bring my sister to sit at the dining table because mother will soon prepare dinner for us (tolong bawa kakak duduk di kursi meja makan karena bunda akan menyiapkan makan malam untuk kita)!" Yogi berucap lancar menggunakan bahasa Inggris. Kepintaran yang di miliki oleh Yogi tak dapat di ragukan lagi. Laki-laki yang sebentar lagi akan remaja itu mempunyai kepintaran di atas rata-rata, itulah sebabnya Tari rela banting tulang agar kelak adik tercintanya itu bisa kuliah.
David menggenggam tangan Tari berjalan menuju meja makan. Aroma harum dari masakan Lina menusuk Indra penciuman mereka semua hingga membuat cacing di perut ingin demo rasanya. Tari bahagia karena ia bisa memakan masakan bunda nya lagi.
"Tar, layani suamimu!" Pinta bunda Lin lembut, Tari berdiri lalu mengisi piring David. Mata mereka semua terbelalak melihat nasi yang sudah seperti gunung Krakatau.
"Ini untuk kita berdua, Dav. Baby kita ingin makan sepiring berdua dengan Daddy nya,!" Balas Tari santai seketika membuat senyuman manis terbit dari wajah tampan David. Inilah yang selama ini David impikan yaitu berada di sisi Tari saat masa-masa ngidam.
"Dengan senang hati sayang!" David segera menyuapi Tari penuh kelembutan, kedua insan yang sedang di Landa virus Asmar itu tidak menyadari bahwa sedari tadi ada dua pasang mata yang memandangi mereka. Tari sangat senang ia menyambut suapan dari tangan David dengan semangat. Tari mengidam di suapi David dengan tangan, tidak boleh memakai sendok.
"Tidak masalah kalau yang kamu minta nasi! Tapi jangan sampai kamu ngidam makan bakso melalui tangan ku sayang. Karena aku tidak tahu bagaimana caranya!" Gumam David sembari menyuapi Tari dengan telaten.
"Dav, kamu juga makan!" Tari menyuapi David memakai tangannya membuat pria yang sekarang berjabat sebagai suaminya itu tersenyum senang.
"Kamu suka?" Tanya Tari penasaran karena David terlihat begitu menyukai masakan bundanya.
__ADS_1
"Hemm .. aku suka sama yang bulat ini!" Balas David menunjuk ke arah semur jengkol membuat Tari menggeleng kepalanya.
"Ini namanya jengkol .. rasanya memang enak dan juga lemak! Jengkol salah satu buah yang dapat mematikan racun kanker yang berada dalam tubuh manusia! Tapi kita tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi nya karena dapat menghambat pembuangan air kecil kita!" Jelas Tari panjang lebar membuat David mengerti.
"Bilang juga sama suami bule mu itu kalau makan jengkol jangan sampai kentut di depan orang banyak karena takutnya dia di amuk masa!" Seloroh bunda Lina membuat Tari dan Yogi tertawa cekikikan.
Setelah selesai makan, Tari dan David mengobrol dengan bunda dan juga Yogi. Hingga jarum jam menunjukkan pukul 10, bunda menyuruh Tari dan David untuk beristirahat demi kesehatan baby.
Saat tiba di kamar, perut David tiba-tiba mules, ia berlari ke kamar mandi untuk membuang hajat nya. Akan tetapi kali ini terasa sangat berbeda, David menutup hidungnya ketika mencium bau tak sedap.
"Kenapa baunya seperti buah jengkol ya," gumam David bingung.
**Bersambung.
wkwkwkwk David 🤣🤣🤣 kamu belum makan teman nya jengkol yang bernama Pete .. kalau kamu makan pasti aroma nya seperti aromaterapi 🤪🤪🤪
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Author double up nih🤭🤭..
Mana hadiah nya 🙈
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰.
__ADS_1
Jangan lupa mampir kesini**.