
David menatap Tari yang tertidur di sofa dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, entah mengapa ia merasa damai dengan melihat wajah Tari yang terlelap, tanpa sadar sudut bibirnya naik ke atas, ia terbayang wajah Tari yang selalu ditekuk, terkadang tersenyum licik bahkan tak jarang Tari tersenyum mengejek kepada David, senyuman yang tak pernah didapatkan olehnya seumur hidup tetapi ia dapatkan dari Tari.
Cuma kamu yang berani menantang ku secara terang-terangan, bahkan tak jarang kamu menjawab setiap ucapan ku dengan lantang, kamu memiliki daya tarik sendiri, entah mengapa sifat licik mu itu membuat aku jatuh dalam pesona mu, tapi kembali lagi ke cerita awal bahwa kamu tak lebih dari mantan pelakor batin David tersenyum kecil.
David bangkit dari kursi kebesarannya berjalan santai menuju Tari yang masih terlelap, ia menatap dalam wajah Tari yang tampak teduh.
"Kamu terlihat polos bila sedang tertidur, tetapi disaat kamu bangun sangat mirip dengan singa betina yang kelaparan," gumam David menyingkirkan anak rambut di wajah Tari, namun perbuatan David membuat Tari langsung membuka matanya lebar.
"Bapak mau apa?" Pekik Tari terkejut langsung bangkit menyilangkan tangannya di depan dada, ia menatap tajam ke arah David.
"Mau perkosa kamu," balas David santai duduk di samping Tari, sontak mendengar jawaban David membuat Tari langsung bangkit dari duduknya ingin keluar dari ruangan tersebut namun dengan gerak cepat David mencekal tangan Tari sehingga ia terjatuh di pangkuan David.
"Mau kemana hemm," tanya David tersenyum penuh arti seraya mengendus aroma tubuh Tari.
"Bapak, jangan di endus seperti itu, saya geli," rengek Tari tak tahan karena ia merasakan bulu halus di wajah David terkena lehernya.
"Tapi kamu suka kan," goda David membuat wajah Tari memerah.
"Tidak, apalagi kalau di endus nya oleh bapak," bohong Tari dengan suara terbata-bata karena David sedang membuat karya di lehernya.
"Cih kau sangat pandai berbohong, tapi lihatlah tubuhmu ini tidak bisa berbohong, bahkan dada mu ini berapa kali kau busungkan saat tangan ku berada bermain dengan kelereng mu," ejek David membuat wajah Tari semakin merona.
Kryuk kryuk kryuk.
"Kau lapar lagi," tanya David terkejut dikala mendengar suara perut Tari yang berbunyi, padahal baru tadi sore David memesankan banyak makanan, bahkan pizza, hamburger, nasi goreng khas Indonesia khusus untuk Tari, David pesankan karena tak sanggup mendengar mulut Tari yang mengomel mengatai dirinya suami pelit dan CEO miskin.
"Heum," balas Tari tersenyum malu memegang perutnya.
"Aku heran perutmu itu terbuat dari apa! Apakah terbuat dari karet atau dari gentong minyak," ujar David menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan selera makan Tari.
"Yang pastinya bukan dari keduanya pak," ketus Tari mengerucutkan bibirnya karena kesal pada David yang mengatai dirinya.
"Ck … ya sudah kita pulang sekarang, aku tidak ingin mendengar kau memanggil ku CEO miskin lagi," sungut David langsung bangkit tanpa permisi sehingga Tari jatuh dari pangkuannya.
__ADS_1
"Auw … dasar suami kasar, kalau saja saya hamil sudah pasti keguguran karena bapak yang suka berdiri tanpa permisi," sentak Tari mengelus bokongnya membuat David terkejut mendengar ucapan Tari.
"Kau tidak akan hamil," tegas David berbalik menatap dingin Tari.
"Bapak bodoh atau apa, kita itu sudah pernah bercocok tanam, jadi tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti saya akan hamil," balas Tari polos membuat David menghela nafasnya karena Tari belum tahu bahwa dirinya belum memasuki gawang Tari.
"Kau mau makan apa tidak," ketus David membuat Tari langsung berlari kecil menghampirinya.
"Tentu darling," balas Tari tersenyum ceria menggandeng tangan David berjalan keluar perusahaan.
"Apa setiap hari selesai kerjanya itu malam pak," tanya Tari yang baru masuk ke dalam mobil.
"Tidak."
"Apa bapak selalu sendirian bekerja dalam ruangan." Tari yang kesal karena jawaban David yang singkat dan terkesan acuh padanya pun tersenyum kecil disaat terlintas ide di kepalanya.
"Apa bapak masih perjaka," tanya Tari tersenyum kecil.
"Tidak … eh, apa kau bilang," ujar David yang baru sadar kalau Tari mempermainkannya.
David yang kesal langsung menjewer kedua telinga Tari, berharap Tari berhenti tertawa, namun bukan berhenti Tari malah semakin tertawa kencang.
"Hahahaha, berarti saya menikah dengan lajang berasa duda dong, sama seperti beli belut dapatnya ular karena bapak sudah tidak perjaka lagi."
"Hahahaha," tawa Doni tak bisa ditahan lagi ketika mendengar Tari menyebut David lajang berasa duda, sungguh ia baru mendengar kalimat itu dari Tari, karena biasanya ia mendengar istilah 'gadis terasa janda'.
Wajah David langsung memerah mendengar suara tawa Doni dan Tari rasanya ia benar-benar ingin menenggelamkan kedua manusia menyebalkan itu ke rawa buaya.
"Kalian ingin mati ya," bentak David menggema membuat keduanya langsung berhenti tertawa karena takut pada David yang terlihat sangat menakutkan.
"Kenapa baru diam hah … mana suara tawa kalian tadi, dan kau Tara Utara kenapa menunduk tidak berani menatap ku hah," sentak David membuat Tari langsung menjawab.
"Habis muka bapak mirip macan betina yang sedang lapar," gumam Tari pelan namun masih terdengar oleh David dan Doni.
__ADS_1
David benar-benar tak tahu harus berkata apalagi karena Tari benar-benar menguji kesabarannya, ia hanya bisa menghembuskan nafas berat lalu mengambil rokok di sakunya.
Anda benar-benar cocok menjadi pendamping tuan muda nyonya batin Doni tersenyum senang.
David membuka kaca jendela agar asap rokoknya keluar, bahkan ia membuka seluruh kancing bajunya sehingga terlihat jelas otot perutnya yang seperti roti sobek karena merasa tubuhnya memanas akibat marahnya yang dipendam agar tidak keluar karena ulah Tari.
Entah kesalahan apa yang pernah aku buat sehingga salah memilih boneka seperti si gadis miskin ini menjadi istriku, aku mengira sebelumnya dia itu boneka Barbie yang bisa dengan mudah diatur tetapi ternyata aku salah, dia itu boneka chucky yang berkolaborasi dengan boneka Annabelle sehingga terbitlah boneka pelakor Tara Utara, batin David mengumpat kesal.
"Jangan memancingku Tara Utara," ujar David serak karena Tari mengelus perut kotak-kotaknya.
"Roti sobek bapak kalau dijual berapa ya," tanya Tari polos tanpa menatap ke arah David yang melongo mendengar pertanyaan Tari.
"Pasti harganya mahal, karena roti sobek bapak tidak bakal habis dimakan, tapi akan sedikit lecet kalau yang makannya janda 5 anak," timpal Tari menepuk halus perut David.
"Tara Utara," bentak David kesal.
"Ish bapak, pelit amat sih disentuh sedikit langsung teriak-teriak seperti anak perawan yang di perkosa," ketus Tari langsung menjauhkan dirinya dari David.
Oh tuhan, bagaimana bisa kau menciptakan makhluk sepertinya batin David menjerit.
.
.
.
*Author : rasakan kau David, itu balasan karena kamu terlalu hot, jadi ku kasih bini seperti Tari biar semakin hot🤣🤣🤣🤣
David : Author siallannn💃💃💃💃 Ki bacok kau Thorr.
Author : kaburrrr💃💃💃💃🤣*
**Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.. bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru 🙏🙏🙏
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**