
Ella berlari masuk ke dalam kamarnya. Saat tiba di kamar gadis itu membelalakkan matanya ketika melihat Alex yang hanya memakai celana d*lam duduk bersandar di tepian ranjang. Tangan Ella bergetar, jantungnya berdegup kencang. Pipinya merona bahkan keringat dingin membasahi tangannya.
Alex yang tadinya memainkan ponselnya langsung meletakkan kembali ponselnya ke atas meja dekat kasur. Pria itu kembali berakting lemah sambil menekan perutnya yang memang terasa sakit.
Dengan jantung yang berdegup kencang Ella memberanikan dirinya untuk melangkah mendekati Alex. Gadis itu hanya bisa berdoa dalam hati agar baskom yang dibawanya tak jatuh ke lantai karena tak hanya tangannya yang bergetar namun seluruh tubuhnya bergetar.
Ella duduk di samping Alex, tanpa menatap suaminya gadis itu mencelupkan handuk kecil ke dalam baskom yang berisikan air hangat. Setelah itu dia memeras kembali handuk tersebut lalu dengan tangan yang bergetar Ella mengelap tubuh Alex.
Alex memejamkan matanya menikmati usapan lembut dari Ella. Hatinya menghangat karena untuk pertama kalinya ada orang yang memperhatikan nya saat sakit. Meskipun Ella dulu juga perhatian namun tak sampai membersihkan tubuh Alex seperti ini. Karena dulu Alex begitu menjaga wibawanya di depan Ella.
Gadis itu mengusap di seluruh bagian tubuh Alex. Tak ada yang terlewatkan namun saat tiba di bagian perut. Alex menuntun tangan Ella agar mengusap di perut bagian kirinya karena di situlah dia merasa sakit.
"Sakit?" tanya Ella lembut penuh perhatian hingga Alex yang mendengarnya mengangguk kepalanya lemah.
"Makanya besok-besok kakak tidak boleh kelupaan makan lagi. Begini kan jadinya! Mulai besok Ella bakal menyiapkan bekal untuk kakak agar di manapun kakak berada bisa memakannya. Ingat kak! Kalau bukan kita sendiri yang menyayangi tubuh kita lalu siapa lagi. Orang lain akan peduli tapi mereka juga punya batas masing-masing. Ya kalau tiap hari tugasnya ngingetin kakak makan lama kelamaan mereka juga bosan kak! Contohnya begini, ada orang yang sudah tahu hujan tapi keluar gak pakai payung. Giliran dia sakit eh yang di salahin hujan padahal sudah jelas-jelas kata pepatah sedia payung sebelum hujan." Ella tak henti-hentinya mengomeli Alex sedari tadi.
Gadis itu memang arogan, cerewet dan kadang bermulut pedas. Tapi di balik semua itu ada rasa penyayang dan keibuan di dalamnya. Benar kata orang kalau di balik cerewet nya seorang wanita akan ada rasa kasih sayang yang amat besar. Bahkan ada orang yang mengatakan wanita yang tak cerewet dan lebih memilih diam itu sangatlah berbahaya. Mereka bagaikan air yang tenang sedangkan di dalamnya ada buaya ganas yang siap menerkam.
__ADS_1
Sedangkan wanita cerewet di ibaratkan bom waktu yang bisa meledak kapanpun.
"Kamu cerewet banget sih .. bikin kakak gemes aja!" Alex mencubit gemas pipi chubby milik Ella hingga membuat gadis itu cemberut.
"Kalau cewek masih mau cerewet itu tandanya dia masih sayang dan peduli. Karena kalau cewek sudah banyak diam daripada merespon itu tandanya dia sudah benar-benar lelah. Dan laki-laki harus ekstra hati-hati bila itu terjadi, karena bisa jadi rasa di hati cewek tersebut sudah hambar sehingga dia memilih diam. Kalau cowok suka main mata maka cewek suka main hati. Mereka akan benar-benar buka hati mereka selebar mungkin untuk laki-laki lain saat dirinya sudah tak mencintai pasangan nya lagi!" Ella mengeluarkan semua pendapat nya hingga setiap kata-kata Ella mampu menampar Alex. Bahkan bila laki-laki manapun juga akan merasa tertampar ni mendengar ucapan Ella.
"Apa semua wanita seperti itu, bila mereka cerewet itu artinya mereka sayang pada pasangannya?" Alex bertanya serius agar dia bisa mengambil langkah apa di masa depan. Serta dia bisa lebih berhati-hati bila suatu saat Ella sudah tak cerewet lagi.
Ella terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan Alex.
"Iya, 80 persen akan seperti itu. Makanya setiap laki-laki itu harus bersyukur kalau istrinya itu banyak cerewet meski itu hanya memarahi si suaminya karena telah meletakkan handuk basah atas kasur. Mengomel karena baju kotor suaminya tak di taruh tempatnya. Kadang juga suaminya lagi kerja eh si istri tiba-tiba telpon untuk mengingatkan jangan lupa makan. Atau bisa jadi telat pulang 5 menit langsung di telpon oleh istrinya. Dan banyak laki-laki yang mengeluhkan itu semua tapi mau bagaimana lagi karena itu cara kami meluapkan cinta kami sebagai seorang istri,"
"Lalu bagaimana dengan kakak sebagai seorang laki-laki! Ella penasaran karena laki-laki itu makhluk logika, semuanya di ukur pakai logika. Tidak seperti kami yang makhluk perasaan!" tanya Ella penasaran.
Alex ingin menjawab pertanyaan Ella namun pintu kamar mereka keburu di ketuk oleh pelayan yang ingin mengantarkan sarapan untuk mereka.
Ella bangkit dari kasur lalu berjalan membuka pintu. Dia mengambil nampan yang berisikan sarapan serta obat untuk Alex. Setelah itu Ella menutup kembali pintu kamar.
__ADS_1
Dia kembali mendekati Alex yang masih duduk bersandar di tepian ranjang.
"Kakak makan dulu, ya. Nanti kita sambung lagi obrolan kita!" Ella menyuapi Alex dengan telaten.
"Kamu juga harus makan, El. Kakak bisa makan sendiri." Alex merebut mangkuk dari tangan Ella namun gadis itu kembali merebut paksa dari tangan Alex.
"Kakak lagi sakit .. jadi biarin Ella yang suapi kakak. Nanti Ella makan juga kak!" Gadis itu tetap kekeh ingin menyuapi Alex hingga membuat pria itu pasrah.
Namun di dalam lubuk hati Alex sangatlah merasa tersanjung dengan perlakuan Ella. Dia tak menyangka adik kecilnya bisa berubah dewasa seperti ini. Terlebih lagi saat mereka bertukar pikiran tadi.
"Sudah siap .. jadi sekarang ayo kita lanjutkan obrolan kita tadi!"
**Bersambung.
Hiks .. pliss jangan pelit like sama komentar 🤧🤧🤧🤧🤧
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**