Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Melanggar janji


__ADS_3

"Hey gadis tak laku?!" teriak orang tersebut membuat Ella menghentikan langkahnya.


Ella menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan kembali. Sudah cukup dirinya di caci seperti itu dan sekarang Ella tak akan terima lagi.


Ella membalikkan badannya menatap tajam ke arah orang tersebut yang tak lain adalah seorang gadis cantik bertubuh ramping dengan dada dan bokong yang lebih berisi.


"Apa kau tahu apa ini?" Ella menunjukkan jari manisnya membuat gadis itu terkejut. Terlebih lagi cincin yang Ella pakai terbuat dari berlian dengan desain yang mengagumkan.


"Aku sudah menikah! Dan lihatlah ini adalah foto pernikahan ku dengan suami tampan ku yang kemarin menjemput ku pulang kuliah!" Ella memamerkan foto mesranya bersama dengan Alex. Dalam foto tersebut Alex mencium pipi Ella sambil merengkuh pinggang ramping gadis itu.


Terlihat gadis yang baru saja mengejek Ella itu tampak tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya tersenyum kaku lalu pergi meninggalkan Ella yang tersenyum penuh kemenangan.


"Ada gunanya juga aku menikah dengan kakak!" gumam Ella tersenyum bangga.


Ella masuk ke dalam kelas nya. Gadis itu mendengarkan dengan baik semua pelajaran yang dijelaskan oleh dosen. Dia mencatat apa saja yang penting karena tak lama lagi Ella akan lulus kuliah. Banyaknya tugas kampus yang menumpuk membuat gadis itu kelelahan dalam memilah-milah judul skripsi.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Arah jarum jam menunjukkan pukul 3 sore mengandalkan Ella sudah bisa pulang. Gadis itu tersenyum senang karena sebentar lagi dia akan di jemput oleh kakak tercintanya. Ah .. suami tercintanya karena status kakak sudah berubah menjadi suami.


Ella menunggu di depan gerbang kampus dengan senyuman yang tak pernah pudar. Dia melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya. Sudah 30 menit dia menunggu namun Alex tak juga datang. Bahkan langit yang tadinya cerah berubah mendung di iringi hujan deras mengguyur jalanan kota. Ella berlari berteduh di halaman gedung dekat gerbang kampus.


"Kenapa kakak telat menjemput ku, ya!" gumam Ella memeluk tubuhnya yang terasa dingin.


***


Sedangkan di tempat lain Alex terlihat sibuk menghadiri pertemuan dengan kliennya. Karena saking sibuknya dia melupakan jam makan siang, hingga arah jarum jam menunjukkan pukul 4 sore. Namun karena cuaca di luar hujan membuat suasana seperti sudah senja. 


"Terima kasih, Tuan Alex. Saya begitu puas dengan hasil desain Anda. Sekali lagi terima kasih atas kerja samanya!" ujar pria tersebut menjabat tangan Alex.


Alex berbincang-bincang seputar dunia desain bersama kliennya itu hingga tiba-tiba suara petir yang menggelegar membuat mereka terkejut.

__ADS_1


"Saya minta maaf, Tuan Alex. Sepertinya saya harus segera pulang karena istri saya di rumah pasti ketakutan karena mendengar suara petir!" Alex terhenyak mendengar penuturan kliennya. 


Oh tidak .. Alex melupakan Ella, dia melupakan istrinya yang sedang menunggu dirinya. Bagaimana ini! Apakah Ella masih menunggu nya atau sudah pulang. Karena saking paniknya Alex tak sadar bahwa kliennya itu sudah pergi.


"Apa mungkin Ella sudah pulang!" gumam Alex mengambil ponselnya lalu menghubungi Aunty Margaret.


"Aunty, apakah Ella sudah pulang?" tanya Alex pada Margaret lewat telpon.


"Belum, Lex. Apa terjadi sesuatu! Dimana Ella hujan-hujan seperti ini belum pulang. Tak biasanya dia pulang telat bahkan dia tidak menghubungi Aunty!" Margaret bertanya khawatir hingga membuat Alex semakin gusar.


Maafkan aku, El batin Alex sedih.


"Baik, Aunty. Alex akan segera membawa Ella pulang." Pria tampan berwajah teduh itu segera mematikan teleponnya lalu dia keluar dari gedung tersebut. Dia menuju lobi dimana mobil mewah nya terparkir rapi di sana. Alex segera masuk ke dalam mobil lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Hanya satu yang ada di pikirannya sekarang yaitu bagaimana kabar Ella. Apakah gadis itu baik-baik saja. Apakah Ella masih menunggu nya. Apakah nanti Ella akan marah karena dirinya telat datang?


Berbagai pertanyaan muncul di benak Alex. Rasa bersalah menyelimuti hatinya, entah setan apa yang menutupi pikirannya sehingga membuat pria itu melupakan janjinya pada sang istri. Padahal Alex mengingat dengan jelas bagaimana raut wajah kebahagiaan terpancar di wajah Ella saat dirinya mengatakan akan menjemput istrinya itu pulang dari kampus.


Alex melihat Ella duduk di kursi dengan tubuh yang tampak bergetar karena kedinginan.


"Ella." Pria itu berlari menghampiri istrinya lalu dengan segera dia merengkuh tubuh ramping Ella.


Alex melabuhkan ciuman bertubi-tubi di pucuk kepala Ella. Hatinya lega karena susah menemukan istri kecilnya. Namun satu yang membuat nya gusar yaitu Ella yang tak bergeming sama sekali. Pria itu melonggarkan pelukannya lalu menatap dalam wajah Ella yang terlihat datar bahkan tak menunjukkan ekspresi apapun.


"El, are you okey?" Alex bertanya lembut sambil mengusap pipi Ella yang terasa dingin.


"Yeah. Bisakah kita langsung pulang!" Ella membuang wajahnya ke samping tak ingin menatap Alex.


Alex menghela nafas panjang saat mendengar suara datar Ella. Dirinya tahu bahwa si istri kecilnya itu marah. 

__ADS_1


Alex tahu siapapun akan marah kalau berada di posisi Ella. Terlebih lagi gadis itu tak memiliki teman seperti gadis seumurannya. Kepribadian Ella yang arogan membuat siapapun menjauhinya.


"Kamu marah sama kakak?" Alex menangkup pipi Ella hingga membuat gadis itu menatap dirinya.


Mata mereka berdua bertemu, bisa dilihat oleh Alex bahwa dalam mata Ella tersirat luka dan kesedihan. Apakah kesalahannya sangatlah fatal hingga membuat Ella terluka. 


"Maafkan, Kakak. Tadi kakak benar-benar lupa kalau kakak ada janji dengan mu!" ujar Alex jujur membuat Ella tersenyum getir.


Alex benar-benar pria yang sangat jujur. Bahkan saking jujurnya dia tak bisa menyaring mana yang harus di katakan secara jujur. Seharusnya pria itu harus berbohong sedikit untuk membuat Ella mengerti dirinya.


"Ya, tidak masalah. Dengan begini Ella tahu diri!" balas Ella datar membuat Alex semakin merasa bersalah.


"Apa maksudmu, El!" Alex tak suka mendengar jawaban Ella. Bukankah tadi Alex sudah meminta maaf, lalu kenapa masalah sekecil ini harus di perbesar.


"Sudahlah kak, Ella mau pulang sekarang. Kalau memang kakak tidak ingin mengantar Ella pulang maka biarkan Ella pulang naik taksi!" Ella mendorong dada bidang Alex lalu gadis itu mengambil tasnya yang berada di kursi.


"Okey. Kita pulang sekarang!" Alex mencekal tangan Ella lembut. Pria itu membuka jasnya lalu memakaikan ke tubuh ramping Ella.


Alex dan Ella berlari kecil menuju mobil. Keduanya segera masuk ke dalam mobil, sebelum Alex menyalakan mobilnya. Dia menoleh ke samping, terlihat Ella langsung membuka jas milik Alex.


"El, apa kamu benar-benar marah!" 


**Bersambung.


Author bakal up kilat 🤗


Hari ini author triple up jadi pliss ..


like komentar vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2