
Ella masuk ke dalam kamar David lalu melihat baby Diego terlelap dalam box bayi. Terlihat ruam di pipi bayi mungil itu, Ella mengelus lembut pipi bayi Diego hingga membuat bayi itu merasa terusik dan membuka matanya perlahan.
"Oek oek," rengek baby Diego pelan hingga membuat Ella langsung menggendong Diego dengan lembut. Dia menenangkan bayi mungil tersebut sambil menggendong. Tak lama kemudian bayi itu kembali terlelap dalam gendongan Ella hingga membuat gadis itu bernafas lega. Karena dirinya juga merasa kasihan pada Tari yang terlelap di atas kasur.
"Cepat sembuh ya sayang .. biar ada temen Aunty nantinya. Apa kamu tidak kasihan pada Aunty yang kesepian kalau tidak mendengar suara rengekan kamu!" bisik Ella pelan sambil mencium kening pipi gembul Diego.
Setelah melepas rindu dengan keponakannya kecilnya. Ella kembali meletakkan baby Diego ke dalam box bayi. Dia pun keluar dari kamar David karena tak tahu harus berbuat apa di sana sedangkan Tari terlelap begitu juga dengan Diego yang kembali tertidur menyusul Tari ke alam mimpi.
Terlihat David dan Alex berbincang-bincang di gazebo. Ella menghampiri kedua pria itu.
"Ya sudah kakak kembali ke kamar dulu. Takutnya Diego atau Tari bangun tidak ada aku di samping mereka bisa gawat nantinya!" Alex dan Ella tertawa cekikikan melihat kakak mereka begitu ketakutan dengan kemarahan Tari.
Ya, suami manapun pasti akan merasa ketakutan bila punya istri seperti Tari. Yang kalau sudah marah memilih pergi tanpa berdebat terlebih dahulu.
"Iya kak," balas Ella dan Alex serempak.
David pergi menuju kamarnya meninggalkan sepasang pengantin baru tersebut di gazebo.
"El, kakak ingin tanya sama kamu?" Alex menatap serius wajah Ella yang tiba-tiba berubah menjadi tegang mendengar ucapan Alex.
"Mau tanya apa, Kak?" Ella mendongakkan kepalanya menatap dalam wajah Alex yang terlihat tampan dengan sorot mata yang teduh.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan tentang pernikahan kita ini?" Alex bertanya ambigu membuat Ella tak paham.
"Ella gak ngerti! Bisa kakak perjelas pertanyaan kakak?" jawab Ella seraya memiringkan kepalanya ke samping seperti anak kecil.
Alex menghela nafas panjang, dia mengusap kasar wajahnya. Berbicara dengan Ella membutuhkan kesabaran ekstra karena gadis itu memiliki otak yang lamlod alias lambat loading.
"Maksud kakak .. apa kamu bahagia dengan pernikahan ini? Apa kamu berniat melanjutkan pernikahan ini? Apa kamu mau membangun komitmen bersama kakak dengan cara saling menerima satu sama lain. Saling membuka hati dengan status yang berbeda. Contohnya bila kamu menganggap kakak sebagai seorang kakak laki-laki kamu tapi sekarang karena status kita sebagai pasutri. Bolehkah kamu menganggap kakak sebagai seorang laki-laki?" jelas Alex panjang lebar membuat Ella terdiam beberapa saat. Gadis itu mencoba mencerna apa yang baru saja di dengarnya.
"Maksud kakak Ella harus menganggap kakak sebagai suami Ella bukan sebagai seorang kakak? Begitu juga dengan kakak yang akan menganggap Ella sebagai seorang istri bukan lagi sebagai seorang adik?" Ella menyela lembut, dia mengeluarkan pendapat yang sudah di cernanya membuat Alex yang mendengarnya pun tersenyum kikuk.
"Tumben kau cepat paham, El!" gumam Alex namun masih terdengar di telinga Ella hingga membuat gadis itu memanyunkan bibirnya.
"Ya jelas paham. Orang Ella udah dewasa jadi sudah mengerti tentang dunia perkawinan dan perkembang biakkan?!" cetus Ella membuat Alex terkekeh geli lalu segera menarik Ella ke dalam pelukannya. Tak lupa pria itu mengecup beberapa kali pucuk kepala istrinya itu.
"El, kamu dengar apa yang kakak katakan?" Alex menangkup pipi Ella hingga tatapan matanya bertemu dengan mata Ella.
Jantung keduanya saling berdetak kencang, keringat dingin membasahi tangannya. Bahkan pipi keduanya sama-sama merona. Ella tak menjawab pertanyaan Alex melainkan dia memberanikan dirinya menarik tengkuk Alex lalu mencium lembut bibir tebal Alex.
Tak dapat di pungkiri oleh Alex bahwa bibir Ella benar-benar candu baginya. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Ella dengan tangan kiri yang mengusap tengkuk Ella hingga membuat ciuman tersebut semakin panas.
Saat keduanya sama-sama kehabisan pasokan udara barulah keduanya melepaskan ciuman panas tersebut. Ella tersenyum malu saat Alex mengusap bibir basah nya.
__ADS_1
"Kakak anggap ciuman tadi sebagai jawaban bahwa kau menolak kakak," ujar Alex pura-pura sedih membuat Ella membelalakkan matanya. Gadis itu tampak menggigit jempol nya karena tak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya. Alex yang melihat kegugupan Ella pun tersenyum samar.
Dirinya sengaja berkata seperti itu hanya untuk memancing Ella agar mau menjawab pertanyaan nya tadi. Meskipun Alex sudah tahu Ella akan setuju namun menggoda Ella itu terasa mengasyikkan baginya.
"Kakak mau ke kamar dulu!" ucap Alex datar lalu meninggalkan Ella yang hampir menangis di gazebo. Gadis itu memukul kepalanya beberapa kali untuk meluapkan kekesalannya.
"Dasar bodoh .. bodoh .. Ella bodoh .. kenapa kamu tidak bisa menjawab pertanyaan kak Alex tadi. Apa susahnya sih menjawab 'iya'. Ahh .. sepertinya kak Alex salah paham. Lagian mana ada anak gadis yang bisa menolak ketampanan kak Alex. Meskipun aku tidak mencintai nya tapi setidaknya aku sangat menyayangi nya. Dan aku rasa itu sudah cukup menjadi modal untuk membangun pernikahan impian!" gumam Ella mengangguk-angguk kepalanya.
"Baiklah kak Alex .. Ella bakal menjawab pertanyaan kakak tadi dengan ucapan bukan ciuman lagi." Ella segera berlari menuju kamarnya untuk mencari Alex.
Saat masuk ke dalam kamar, Ella melihat Alex berdiri di balkon kamar sambil menyilangkan tangannya di dada menikmati angin sepoi-sepoi. Ella terpana melihat punggung kekar Alex dari belakang. Perlahan namun pasti Ella berjalan mendekati Alex.
Pria itu tersentak saat melihat tangan mungil melingkar di perutnya. Tak lama kemudian dia tersenyum kecil saat mengetahui siapa yang memeluknya.
"Ella mau menjadi istri kakak .. dan Ella juga mau di bimbing oleh kakak. Mari kita bangun pernikahan impian dengan modal kasih sayang kita satu sama lain yang berawal dari kasih sayang kakak adik. Lalu berubah menjadi kasih sayang suami istri!" lirih Ella sambil mengeratkan pelukannya. Dia mengecup beberapa kali punggung kekar Alex hingga membuat pria itu membeku.
Oh Ella .. kenapa kamu sangat suka membangunkan singa yang sedang tertidur? Alex mengumpat dalam hatinya ketika melihat ke bawah sudah menegang.
**Bersambung.
Hehe mana hadiah nya kakak .. author udah double up ini🤭🤭
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**