
**Bantu author dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK ππ
plisssss
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈππ₯°**
...----------------...
Jhonatan Yohanes merupakan seorang miliarder dari Indonesia berumur 48 tahun. Dia salah satu saingan David dalam dunia bisnis. Pindahnya David ke Indonesia membuat posisi Jhonatan goyah, terlebih lagi David memenangkan tender di Bali yang berharga triliunan rupiah. Jhonatan yang memiliki sifat licik, picik dan kejam dalam berbisnis pun marah. Tanpa berpikir panjang pria paruh baya itu menyuruh para geng motor tersadis di Jakarta untuk membunuh David. Tapi sayang, Jhonatan tidak mengenal baik siapa David dan siapa kerabat David.
Dua Minggu kemudian pasca para gengs motor yang ingin membunuh David di tangkap.
Saat ini Jhonatan sedang bersantai di villa nya. Pria paruh baya itu belum menikah, dia hanyalah pria hidung belang yang menyewa wanita malam untuk bermain ke ranjang nya. Dan yang paling parah lagi pria itu sering masuk ke pasar gelap untuk mencari gadis perawan.
Suara gaduh di luar villa membuat dirinya terkejut, apalagi saat tiba-tiba polisi mengepung villa nya. Jhonatan di bekuk oleh tim khusus, pria itu memberontak dan mengelak atas tuduhan yang diterimanya. Jhonatan di bawa lari ke kantor polisi Jakarta Selatan.
Saat tiba di sana mata Jhonatan memerah menyala, tangannya terkepal ketika melihat David berdiri dengan santai memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
David sudah sehat, hanya tersisa bekas luka di bagian perut dan sudut alisnya yang di jahit. Pria tampan itu menatap datar Jhonatan, sedangkan di samping David terlihat James, Leo, dan Dino menatap tajam Jhonatan.
Gleg.
Jhonatan terkejut saat melihat wajah ke empat pria itu terlihat sangat mirip. Bedanya Leo dan James bermata abu-abu sedangkan David dan Dino bermata biru safir.
"Anda masih mengingat saya Tuan Jhonatan?" David tersenyum sinis saat melihat wajah Jhonatan yang berubah pias saat mendengar dirinya berbicara.
__ADS_1
"Kau telah berani melukai putra ku, maka akan aku pastikan apa yang kau bangun selama ini hancur tak tersisa?!" Dino menekankan perkataannya, dia berucap pelan tepat di dekat telinga Jhonatan.
"Tenang saja! Ada aku yang berbaik hati. Aku berjanji akan mengelola perusahaan mu nanti atas nama anak panti asuhan yang telah kau dzhalimi selama ini." Leo tersenyum penuh arti sambil menepuk pundak Jhonatan.
Jhonatan tak berkutik saat mendengar ancaman dua pria kaya di depannya ini. James tertawa pelan melihat wajah pias Jhonatan.
"Aku juga akan ikut membantu mu kembali ke jalan yang benar dengan cara mengirim mu ke penjara tengah laut. Siapa tahu disana kau menemui jodoh mu yaitu Dewi Fortuna atau Dewi duyung. Karena yang aku tahu kau itu perjaka tua. Upss .. maksudku BERUANG TUA?!" timpal James membuat ke empat pria bule itu tertawa geli. Sedangkan Jhonatan hanya bisa mengucapkan beribu syukur karena tidak di bunuh. Karena setelah apa yang dia lakukan. Terlebih lagi sedari tadi dia sangat merasa terintimidasi oleh tatapan om Yogi yang berdiri di pojokan.
Di banding 4 pro bule ini. Aku lebih takut melihat pria yang seperti malaikat maut itu batin Jhonatan ketakutan.
Sebenarnya om Yogi hadir di situ bukan untuk menghakimi atau mengancam Jhonatan tapi dia di suruh oleh Chen untuk mengurus sesuatu.
Jhonatan di bawa masuk ke dalam kantor polisi. David dan yang lainnya pun pulang ke mension masing-masing.
Saat tiba di rumah, David segera mencari Tari yang sedang memberi makan ikan di gazebo. David tersenyum senang ketika melihat Tari tampak cantik saat tersenyum.
"Lagi beri makan ikan. Lihatlah mereka sangat lucu bukan?" Tari tersenyum manis menunjukkan ikan-ikan hias yang sedang hamil.
"Iya, sayang. Apa perut mu masih sakit?" David mengusap lembut perut besar Tari. Dorinya mengingat dalam seminggu ini Tari sering mengalami keram di perutnya. Kata dokter itu wajar terjadi saat menjelang kelahiran sang buah hati mereka.
"Iya, sesekali akan terasa keram!" balas Tari melengos ke samping dan mengecup bibir David.
"Maafkan aku sayang. Karena tidak bisa merasakan rasa sakit yang kamu rasakan!" ujar David menatap sendu Tari. Dia merasa bersalah karena tak bisa berbuat banyak selain mengusap perut Tari.
"Tidak apa-apa! Ini adalah hal biasa bagi para wanita hamil. Dan aku sangat bahagia bisa mengalami gejala-gejala keram karena aku bisa tahu betapa susahnya bunda mengandung ku dulu," balas Tari mengusap tangan David yang melingkar di perut nya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang karena sudah mau mendampingi ku sampai saat ini." David menatap dalam mata Tari yang juga menatap nya. Wanita cantik itu memasang senyum termanis nya sambil berbalik badan, di genggamannya tangan David lembut.
"Aku yang harusnya berterima kasih karena sudah mau menerima segala kekurangan ku dan juga kamu sudah mau menerima masa laluku, dan juga keluarga ku." Tari membelai lembut pipi David.
"I love you!" David mencium lembut bibir ranum Tari, mereka berdua tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang terkejut melihat mereka.
"Kakak." David dan Tari segera melepaskan ciuman mereka saat mendengar suara cempreng seseorang.
"Ella," gumam Tari dan David serempak.
"Kenapa sih kalian ini ciuman tidak tahu tempat. Kadang di dapur, kadang di taman, dan sekarang di gazebo tempat kesukaan ku. Mentang-mentang udah halal ciuman nya sembarangan!" Ella berdecak pinggang memelototi kedua insan yang sangat tak tahu malu itu.
"Aiss .. kamu macam tidak pernah ciuman saja, El. Padahal kemarin aku melihat kamu dan Alex berciuman di mobil!" jawab Tari tanpa sadar membuat David membelalakkan matanya sedangkan Ella begitu ketakutan melihat David.
"Apa benar begitu, El?" David menatap tajam Ella yang kelihatannya ingin menangis. Ella mengumpat kesal Tari dalam hati, bagaimana bisa dia memiliki kakak ipar yang mulutnya lembek seperti Tari.
"Ka-kak." Ella menggeleng kepalanya takut, dia memberanikan dirinya mendekati David yang terlihat bak emak-emak yang sedang memarahi anak gadis nya.
"Apa Kakak-kakak, huh?! Jawab sekarang! Apa benar yang dikatakan oleh kakak ipar mu tadi?!" David membentak Ella hingga membuat gadis dewasa namun hatinya masih belia itu menangis sesenggukan.
"Huwaa .. kakak jahat!" teriak Ella menghentakkan kakinya di lantai. David ingin memarahi Ella lagi karena telah berani membentak nya. Namun tak jadi karena tangan nya di cengkram erat oleh Tari.
"Sayang!"
"Kakak ipar!" Ella dan David terkejut melihat wajah Tari yang berubah pias.
__ADS_1
"Baby boy nya mau keluar!"
Bersambung