Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Sadar


__ADS_3

**Alhamdulillah berkat usaha dan doa kakak semua author sudah mulai baikan. Dan insya Allah hari ini bakal triple up 🥰🥰


Dukung karya ini ya agar semakin bersinar dengan cara LIKE, KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 🙏🥰


SALEM ANEUK NANGGROE ACEH ❤️🥰🥰🙏**


...----------------...


Detik berganti menit, waktu berjalan begitu cepat sehingga tak terasa arah jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi. Cahaya matahari yang masuk ke celah-celah jendela ruang inap VVIP tersebut mengusik tidur seorang wanita hamil tua.


"Eughh .. sudah pagi rupanya." Gumam Tari bangun dari ranjang khusus yang berada di dalam ruangan VVIP tersebut. Tari tersenyum senang ketika melihat David yang sudah bisa bernafas tanpa alat medis, begitu juga dengan tubuh David sudah di baluti dengan baju rumah sakit. Cuma selang infus yang menancap di punggung kanan milik David.


Tari bangun dengan hati-hati. Tadi jam 5 subuh Dino dan Margaret pulang ke mension untuk mengambil keperluan Tari maupun David. 


Wanita hamil tua itu masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya. Tari ingin saat David sadar penampilan nya cantik dan tubuhnya harum. Setelah selesai Tari keluar dari kamar mandi menggunakan baju ganti yang di beli oleh Dino semalam.


Di lihatnya dua suster wanita yang sedang mengganti cairan infus David yang sudah habis. Setelah selesai suster itu pun keluar meninggalkan Tari dan David.


"Selamat pagi sayang .. apa kamu tidak merindukan ku!" Sapa Tari ramah mengecup bibir David lembut.


"Tubuh kamu pasti lengket, 'kan. Tapi kamu tenang saja karena istri mu ini akan mengusap seluruh tubuh mu dengan air hangat. Agar nanti saat kamu sadar, kamu tidak risih." Tari berucap lembut dengan senyuman manis terpasang di wajahnya. Wanita itu segera memasukkan air hangat ke dalam baskom nya. Namun sebelum itu dia mengunci pintu terlebih dahulu karena tidak ingin ada perawat wanita masuk melihat tubuh seksi milik suaminya itu.


Tari membuka pakaian David dengan susah payah karena perutnya semakin membesar sehingga membuat dirinya sedikit susah dalam bergerak. 


Di usapnya tubuh David dengan lembut menggunakan handuk kecil yang di celap-celup ke dalan baskom yang berisikan air panas. 

__ADS_1


"Cepatlah sadar sayang karena aku sangat merindukanmu. Terlebih lagi baby boy yang merindukan tongkat Harry Potter milik mu!" Celetuk Tari sambil mengelus tongkat David yang masih tertidur. Wanita tak jarang tertawa cekikikan ketika mengingat tingkahnya sendiri.


"Entah mengapa mommy bisa berubah menjadi mesum selama mengandung kamu sayang. Apa ini karena sikap mu nanti waktu dewasa, ya? Ish .. kalau itu benar maka mommy akan memotong sosis mu agar tidak kelayapan seperti Daddy mu dulu?!" Sungut Tari yang baru saja siap membersihkan si tongkat Harry Potter. Lalu setelah itu dengan susah payah Tari memakaikan baju David lagi.


Bunyi ketukan pintu membuat Tari beranjak dari brangkar untuk membuka pintu.


"Assalamu'alaikum." Ucap bunda Lina yang datang bersama dengan Yogi dan juga kedua mertuanya.


"Wa'alaikumussalam .. bunda!" Tari mencium punggung tangan wanita paruh baya yang telah melahirkan nya itu penuh cinta. Tak lupa dirinya juga mencium pipi Yogi yang terlihat lebih berisi sekarang semenjak Tari menikah dengan David.


"Kamu habis ngapain sayang? Kenapa kamu sampai berkeringat seperti ini?" Tanya Margaret khawatir mengusap keringat di dahi Tari.


"Hehe .. Tari tadi habis lap tubuh David, Ma. Agar David tidak risih nanti kalau sadar!" Margaret dan Dino bahagia mendengarnya. Mereka tak menyangka kalau Tari benar-benar perhatian pada putra mereka sampai-sampai membersihkan tubuh putra mereka tanpa meminta bantuan orang lain.


Tidak salah David memilih istri itulah pikir mereka.


"Terima kasih, Ma." Tari segera melahap sarapan tersebut dengan nikmat karena masakan Margaret juga hampir sama dengan bunda nya sama-sama enak.


"Bunda dan Yogi sudah sarapan?" Tari bertanya lembut pada ibu dan adiknya itu.


"Sudah, Nak. Tadi kami makan di mension bersama dengan mertua mu. Kebetulan bunda sampai ke Jakarta pukul 6, jadi bisa sekalian sarapan di mension tadi!" Jelas bunda Lina mengelap bibir Tari yang belepotan.


Mereka semua mengobrol sampai pukul 11 pagi. Terlihat Margaret dan Lina tampak akrab padahal mereka baru saja bertemu pagi tadi. Tapi karena sikap Margaret yang selalu friendly membuat Lina yang pada dasarnya berasal dari kalangan bawah nyaman. Begitu juga dengan Dino yang begitu ramah berbicara dengan Yogi. Pria paruh baya itu sesekali tersenyum manis menunjukkan deretan giginya saat mendengar cerita Yogi yang begitu semangat pindah sekolah ke Jakarta.


Sedangkan Tari memilih duduk di kursi dekat brangkar David sambil menggenggam tangan David yang sudah hangat itu.

__ADS_1


"Ha-us .." lirih David membuat Tari terkejut begitu juga dengan yang lainnya.


"Sayang! Kamu sudah sadar." Pekik Tari bahagia langsung menghujani ciuman di wajah David.


"Ha-us .." lirih David sekali lagi membuat Tari ingin meminumkan air untuk David tapi Dino menahannya.


"Kita tunggu dokter dulu, Nak." Dino berucap lembut setelah menekan tombol nurse sehingga tak lama kemudian Dokter masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Alhamdulillah .. semuanya baik-baik saja. Walau mungkin selama 2 Minggu pasien harus duduk di kursi roda. Karena luka tembak di bagian perutnya belum kering. Ini semua tak luput dari keajaiban yang Allah kasih sehingga membuat yang mustahil menjadi nyata." Jelas Dokter tersebut membuat air mata kebahagiaan jatuh di pipi mereka semua.


"Terima kasih, Dok!" Ucap mereka serempak.


"Samas-sama. Dan kalau untuk makanan pasien harus berpuasa sampai jam 3 sore baru bisa makan bubur, kalau untuk air putih bisa-bisa saja." Lanjut dokter tersebut sebelum keluar dari ruangan David.


Tadi meminumkan air putih dengan mulut ke mulut. Dino segera menutup mata Yogi agar tidak tercemar begitu juga dengan Lina yang hanya bisa menggaruk pipinya yang tak gatal melihat putri sulungnya itu yang sangat impulsif.


"Lagi .." tanya Tari lembut membuat David yang baru saja sadar langsung tersenyum lemah dan mengangguk kepalanya cepat.


Tari pun mengulangi aksinya itu hingga membuat hati David berbunga-bunga.


"Terima kasih sayang." Balas David dengan suara yang terbata-bata.


"Aku yang seharusnya bilang terima kasih karena kamu mau berjuang untuk sadar." Tari berucap dengan suara yang bergetar menatap David dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nanti kalau aku sadar nya lama kamu bakal nikah lagi?!" Sungut David lemah membuat mereka semua tertawa lepas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2