
Tembus komentar π― author bakal triple up insya Allah πͺπͺπͺππ₯°π₯°π₯°
Sepanjang jalan pulang David menggendong Tari ala bridal style. Laki-laki tampan yang di juluki hot CEO itu tak memberi celah pada istri cantiknya yang tengah hamil muda itu untuk menunjukkan wajah cantiknya pada orang-orang yang sedang berlalu lalang. Tari menjadi serba salah karena sedari tadi David tak berhenti mengomel seperti ibu-ibu kompleks yang tidak kebagian sembako.
"Kenapa kamu membiarkan pria beruban itu menyentuh tangan mu? Kenapa kamu tidak berteriak saat dia hampir menyentuh perut mu? Apa kamu begitu mencintai nya sehingga kamu rela di sentuh, huh?! Lalu kamu anggap apa aku ini, huh?!" David sedari tadi mengomel, mulutnya tak bisa berhenti berkata-kata membuat Tari kesal.
"Dav, tadi aku kaget aja! Makanya tidak sempat merespon! Kamu lihat tadi kan kalau aku menghempaskan tangannya saat ingin menggenggam tangan ku!" Tari berkata dengan perasaan dongkol. Dia masih asing dengan sikap David yang cerewet karena biasanya David lebih banyak diam daripada berbicara.
"Oh, kamu sudah berani menjawab ku?! Apa kamu ingin membela mantan mu itu yang sudah hampir bau tanah?! Apa mata mu kelilipan kelabang sehingga tak bisa membedakan mana pria tampan dan pria beruban! Apa perlu aku membawa mu ke spesialis mata agar mata mu kembali berfungsi dengan baik, hingga kamu bisa melihat betapa tampan, sempurna dan kaya suami mu ini! Apa perlu, huh?!" Suntuk David mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai rumah. David tidak menyadari bahwa dirinya menjadi bahan tontonan orang-orang yang berjalan kaki.
"Lihatlah bule itu seperti nya sedang marah!" Bisik salah satu ibu-ibu yang baru saja pulang dari sawah pada kelompoknya.
"Iya ya! Ternyata orang bule kalau lagi marah mirip Mbah dukun yang lagi baca mantra!" Balas ibu yang lainnya membuat mereka semua sontak menjauh dari David.
"Mungkin bule itu dukun yang sedang menyamar." Wajah ibu-ibu itu berubah pias mereka berlari terbirit-birit membuat David yang melihat nya bingung namun segera di acuhkan nya.
Tari yang mendengar David mengoceh pun diam. Karena apapun yang Tari katakan pasti salah. David sedang menjelma menjadi emak-emak yang sedang memarahi anaknya karena ketahuan bolos sekolah. Dan yang paling mengesalkan adalah Tari yang jadi anaknya.
"Kenapa diam? Benarkan apa yang aku katakan?" Sungut David menatap kesal pada Tari yang berada dalam gendongan nya.
"Emang apa yang kamu katakan, Dav?" Tari bertanya memutar bola mata nya malas karena kupingnya terasa panas mendengar ocehan David.
Entah mengapa aku merindukan sosok David yang dingin batin Tari pasrah.
"Tuh kan, sedari tadi aku ngomong kamu tidak dengar?! Apa sih istimewanya si pria beruban itu sehingga kamu jadi pembangkang seperti ini?!" Desis David sambil membuka gerbang rumah Tari dengan kakinya karena gerbang tidak dikunci jadi memudahkan David untuk membukanya.
__ADS_1
"Bukan pembangkang! Tapi sedari tadi kalau aku menyela pasti kamu akan menyuruh aku diam?! Dan saat aku diam kamu suruh aku bicara? Maunya kamu apa sih, Dav? Kok kamu berubah tensi seperti wanita yang sedang datang bulan sih?!" Sungut Tari menghempaskan tubuhnya di sofa karena mereka baru saja masuk ke dalam rumah.
Rumah Tari sangat sepi. Yogi sekolah sedangkan bunda Lina sibuk bertani di sawah pemberian Tari untuk bunda Lina.
"Kamu kenapa sih tidak peka? Aku begini juga karena kamu?! Coba kalau kamu bisa menjaga diri dan tidak membiarkan mantan kamu itu untuk bertatap muka dan yang paling parahnya dia ingin menyentuh kamu! Pasti aku tidak akan marah-marah seperti ini?!" Gerutu David dengan sekali tarik nafas membuat Tari yang melihatnya ingin tertawa.
Lama-lama suami ku ini mirip Eminem batin Tari tertawa cekikikan.
"Tapi yang menjadi faktanya adalah pak Lan tidak menyentuh perut ku!" Balas Tari santai ingin membuka sepatunya namun di tahan oleh David.
"Biar aku saja." David segera berjongkok melepaskan sepatu Tari membuat wanita hamil muda itu mengambil ponselnya mengabadikan momen manis itu.
"Pak Lan? Oh jadi nama pria tua itu pak Lan? Sepertinya dia begitu berarti bagi kamu sehingga nama dia pun kamu ingat?!" Cecar David yang kembali dalam mode galak. Pria tampan itu berdiri berdecak pinggang memelototi Tari yang menatapnya dengan tatapan polos.
"Dia itu mantan terindah aku, Dav! Aku bisa tamat SMA juga karena bantuannya. Lima tahun dia membiayai segala kebutuhan ku. Selama kami pacaran tak sekalipun dia berbuat hal lebih yang dapat merugikan aku! Jadi wajar saja kalau aku masih ingat namanya?!" Balas Tari memijit keningnya karena pusing mendengar ocehan David yang tidak ada garis finis nya.
Jantung David seakan berhenti berdetak mendengar fakta bahwa pak Lan adalah mantan terindah David. Ah .. kenapa rasanya sangat sakit ketika mendengar secara langsung orang yang kita cintai memuji pria lain di depannya. David kesal tapi dia tidak tahu bagaimana cara meluapkan segala kekesalannya itu.
"Tega sekali kamu ya! Memuji pria lain di depan aku yang berjabat sebagai suami kamu?!" Lirih David hendak beranjak masuk ke dalam kamar namun segera di urungkan saat mendengar rintihan Tari.
Tari yang melihat suami tampannya itu marah pun segera mencari ide untuk meredakan amarah David yaitu dengan berpura-pura keram perut.
"Ssstt .. sakit!" Ringis Tari mencengkram perutnya membuat David seketika panik.
"Mana yang sakit sayang?" David bertanya dengan wajah pucat karena sangat takut bila hak buruk terjadi pada istri dan anaknya itu. Sudah cukup dua kaliΒ
__ADS_1
David membuat Tari masuk ke rumah sakit.
"Apa perlu kita ke rumah sakit? Sayang jawab aku? Kenapa kamu diam saja! Katakan dimana yang sakit?" David bertanya bertubi-tubi menggenggam tangan Tari. Sedangkan Tari merasa bersalah karena telah membuat David sepanik ini.
Daddy mu sangat mengkhawatirkan kita sayang batin Tari tersenyum.
David yang melihat Tari mengelus perutnya pun semakin khawatir. Rasa bersalah menyelimuti hatinya.
"Sayang? Mana yang sakit?" David bertanya penuh sesal membuat Tari tak tega.
"Sudah tidak sakit lagi, Dav! Tadi baby nya ngambek karena kamu memarahi mommy nya," lirih Tari menundukkan kepalanya membuat hati David tersentil.
David segera memeluk erat tubuh Tari karena dirinya sadar telah berbuat salah dengan memarahi istrinya itu.
"Pak Lan memang mantan terindah ku, sebesar apapun luka yang dia berikan padaku tidak bisa membuat aku melupakan semua kebaikannya! Tapi kamu?" Tari terdiam beberapa saat.
"Kamu lebih indah dari pak Lan! Kamu itu anugerah yang Allah berikan pada ku! Tidak pernah terbayangkan olehku kalau aku bisa menikah dengan pria sehebat dirimu! Kamu itu adalah jawaban dari doa bunda untukku! Aku selalu mendengar bunda berdoa setiap malam agar dikirimkan pengganti pak Lan untukku?! Bunda menangis memohon agar aku di beri jodoh yang lebih hebat dari pak lan agar aku bisa move on! Dan sekarang Allah mengabulkan nya dengan cara terjebak pernikahan kontrak dengan mu berakhir dengan pernikahan suci! Jangan cemburu pada pak Lan! Karena kamu dengan pak Lan itu berbeda?! Kalau pak Lan adalah raja maka kamu dewa di hati aku, Dav!" Terang Tari panjang lebar membuat hati David berbunga-bunga.
Degg degg degg.
**Bersambung.
Ahh .. babang David meleleh ituπ€π€π€πππππ
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
__ADS_1
mau lanjut lagi? next kilat? penuh kah kolom komentar lebih dari π― maka insya Allah author bakal triple upπ₯°π₯°π₯°π₯°πͺπͺπͺπͺππππ
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak π₯°π₯°π₯°**