Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Kejang-kejang


__ADS_3

"David!" Pekik Tari yang terkejut melihat suaminya itu mengalami kejang-kejang. Di tambah suara monitor jantung yang seperti berbahaya.


Margaret dan Dino langsung berlari menghampiri David, tak lupa Dino menekan tombol nurse sehingga tak berselang lama para dokter masuk ke dalam ruangan David.


Tari menggenggam erat tangan David seolah tak ingin lepas. Wanita itu tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada suami tercintanya itu.


"Mohon para keluarga untuk menunggu di luar agar kami dapat bekerja dengan maksimal?!" Tegas Dokter tersebut pada Margaret, Dino dan Tari.


"Tidak mau .. saya mau disini menemani suami saya?!" Ucap Tari tak kalah tegas membuat para Dokter di situ menghela nafas berat.


"Sayang .. kita tunggu di luar, ya. Biarkan para dokter bekerja dengan maksimal agar David baik-baik saja." Margaret berucap lembut seraya merangkul bahu Tari yang bergetar karena menangis.


Tari ketakutan bila sesuatu hal yang buruk terjadi pada suaminya itu. Bagaimana bila David benar meninggalkan dirinya bersama dengan baby boy. Sungguh Tari tak sanggup membayangkan nya.


"Sayang .." Margaret menggenggam tangan Tari namun langsung di hempaskan oleh Tari.


Tari berlari menghampiri David yang masih kejang-kejang. Wanita itu mencengkram pundak David yang polos tidak memakai baju agar alat medis bisa di pasang pada tubuhnya. 


"David kamu harus bertahan .. hiks .. kalau tidak aku akan menikah lagi. Aku akan pergi jauh dengan suami baru ku dan membawa baby boy bersama ku. Tidak akan aku biarkan kamu menemui baby boy. Akan ku katakan kalau ayah baby boy adalah suami baru ku nanti. Aku mohon bangunlah sayang .. hiks." Teriak Tari menangis sesenggukan.


Tit .. tit .. tit.


"Nona, mohon tunggu di luar agar kami bisa bekerja!" Pinta dokter tersebut membuat Margaret mengerti lalu segera membawa Tari keluar dalam ruangan tersebut.


"Mama .. hiks .." tangis Tari langsung pecah dalam pelukan Margaret.


"Sabar sayang! Percayalah kalau David akan baik-baik saja." Bisik Margaret lembut mengelus punggung Tari yang bergetar.


Aku mohon bertahanlah sayang .. aku janji akan jadi istri yang baik untuk kamu. Apapun permintaan mu nanti akan aku turuti tanpa membantah lagi. Kamu sangat ingin aku jadi wanita yang manja 'kan. Aku akan jadi wanita manja dan bermulut manis untuk mu. Hanya di depan mu sayang hiks .. aku mencintaimu sayang! Sangat mencintai mu. Batin Tari menangis.


Tari mengingat kembali moment bahagia mereka saat memeriksa kandungan Tari yang berusia 4 bulan.

__ADS_1


Flashback.


"Bayinya sangat sehat. Tidak ada yang perlu di khawatirkan karena semuanya baik-baik saja mama dan bayinya sama-sama sehat!" Dokter wanita itu berucap lembut membuat David dan Tari langsung berpelukan.


"Apa aku bilang! Anak kita pasti baik-baik saja." David mengecup wajah Tari bertubi-tubi membuat rona di pipi Tari kian memerah. 


"Lalu apa kelamin bayi kami, Dok?" Tanya David tak sabar seraya tangannya mengelus perut buncit milik Tari.


"Selamat Tuan, bayi Anda laki-laki!" Ucap Dokter tersebut membuat Tari dan David bahagia.


"Nah 'kan. Tebakan ku benar lagi kalau bayi kita itu boy." Pekik David langsung menggendong tubuh Tari lalu berputar-putar membuat wanita tertawa lepas.


"Hahahaha .. sayang! Turunkan aku." Tawa Tari pecah membuat David langsung menghentikan aksinya. Pria itu mengecup bibir Tari berkali-kali membuat Dokter wanita tadi langsung memalingkan wajahnya, karena tak berani melihat pasangan romantis yang sedang kasmaran di depan nya.


"Aku sangat bahagia sayang. Terima kasih karena telah memberikan kebahagiaan yang tak pernah terlukiskan untuk ku. Terima kasih karena sudah mau mengandung dan menyayangi baby boy kita sayang. I love you honey really love you?!" David berucap sungguh-sungguh bahkan pria itu berlutut di depan Tari lalu mengecup mesra punggung tangan istrinya itu.


Perasaan Tari sangatlah berbunga-bunga. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya. Membuat senyuman manis tak pernah luntur di wajah cantiknya.


"Terima kasih juga karena sudah mau memilih ku menjadi istri mu sayang .. aku sangat bahagia menjadi istri mu." Balas Tari dengan mata yang berkaca-kaca. David segera bangkit lalu mencium lembut bibir Tari.


David dan Tari segera melepaskan ciumannya saat mendengar deheman Dokter wanita yang memeriksa kandungan Tari. 


"Kami permisi dulu." David berucap datar lalu segera menggendong tubuh Tari ala bridal style.


"Dav .. aku bisa jalan sendiri." Rengek Tari yang malu karena semua orang menatap mereka.


"Tidak boleh! Mulai sekarang aku tidak mengizinkanmu untuk bergerak. Kalau kamu menginginkan sesuatu minta pada ku atau pada pelayan di mension." Tegas David lembut mengecup kening Tari.


"Tapi aku tidak ingin seperti itu, Dav. Aku tidak ingin jadi manja!" Tari mengerucutkan bibirnya membuat David terkekeh.


"Kamu tahu sayang! Kalau aku sangat menyukai wanita manja dan bermulut manis. Tapi manja dan manisnya hanya boleh padaku." Bisik David sensual di telinga Tari yang baru saja ia masukkan ke dalam mobil.

__ADS_1


Flashback off.


Tari duduk termenung di kursi rumah sakit. Pandangan nya lurus ke depan dengan air mata yang mengalir deras di pipinya. Sudah satu jam Margaret, Dino dan Tari menunggu dokter keluar.


"Sayang .. kamu makan dulu, ya!" Ajak Margaret lembut pada Tari yang melamun.


"Tari gak lapar, Ma." Balas Tari pelan tanpa menatap Margaret.


"Kamu harus makan sayang. Agar baby boy baik-baik saja. Ingat sayang kalau kamu tidak sendiri tapi berdua dengan baby boy yang ada dalam perut kamu. Kalau baby boy kenapa-kenapa gimana hemm .." Margaret memberi nasihat pada Tari yang terlihat terkejut karena baru menyadari bahwa dirinya telah melupakan keberadaan baby boy.


Tari mengelus perut besarnya penuh cinta. Air matanya kembali turun mengingat dirinya tidak makan dari pagi dan itu akan berakibat buruk pada baby boy.


"Ma .. Tari mau makan!" Balas Tari pelan membuat Margaret tersenyum senang.


"Pa .. belikan Tari makanan." Pinta Margaret lembut di angguki oleh Dino.


***


Setelah selesai makan Tari kembali menunggu di depan ruangan David. Hatinya tak bisa tenang sebelum tahu bagaimana keadaan suami tercintanya itu.


Tak lama kemudian Dokter keluar dengan wajah ceria membuat Margaret, Dino dan Tari penasaran.


"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" Tari bertanya tak sabar.


**Bersambung.


Author mau ucapin beribu maaf karena sudah kecewakan kakak-kakak semua .. bukan author tidak triplek up .. tapi karena kesehatan author kembali drop .. dalam beberapa bulan ini author sering kali berteman dengan obat-obatan. Bukan hanya author yang sakit tapi adik author yang masih SD juga sakit😭🤧


Nanti kalau sanggup author up 1 bab lagi ..


tapi tidak janji karena takut kakak semua kembali kecewa.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏**


__ADS_2