
Tari bangun dari tidurnya dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Nafasnya terputus-putus, mimpi itu seolah nyata. Saat David memeluk dirinya, mencium tengkuknya begitu juga dengan bahu nya yang basah karena air mata David.
Tari menelisik ke seluruh ruangan kamarnya. Biasanya saat dia bangun akan ada David yang melempar senyum manis ke arahnya. Akan ada David yang mengusik tidur nya dengan cara mencium seluruh wajah nya. Tapi sekarang, David tidak ada. Suaminya itu tidak membangunkan dirinya.
Tari berlari keluar dari kamar menuruni anak tangga hingga di ujung anak tangga kakinya terkilir membuat Tari tak mampu menahan bobot tubuhnya. Tari pasrah dengan memejamkan matanya. Sebuah tangan melingkar di pinggang nya membuat Tari tersenyum senang.
Tanpa melihat siapa pemilik tangan itu Tari langsung memeluk si empunya. Wanita itu menangis sesenggukan meluapkan emosi nya. Mimpi itu seperti nyata, dan Tari tidak ingin suaminya pergi meninggalkannya bersama dengan baby boy.
"Sayang .. hiks .. kenapa kamu baru pulang? Aku sangat merindukanmu sayang! Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi! Semalam aku bermimpi kamu pergi meninggalkan aku dan baby boy. Aku tidak mau kamu pergi sayang .. hiks! Kemanapun kamu pergi aku akan ikut bersama kamu. Bawa aku sayang! Jangan pernah tinggalkan aku karena kalau tidak aku akan membencimu!" Tangis Tari pecah dia mengeratkan pelukannya karena merasa orang itu tak membalas pelukannya. Tari mencium dada bidang orang itu berkali-kali.
Suaminya telah kembali. David sudah pulang menemui dirinya kembali.
"Kakak ipar!" Tari tersentak mendengar suara barinton yang berbeda dengan suara milik David yang lebih serak saat berbicara. Tari mendongak kepalanya menatap siapa yang telah di peluknya.
Alex! Orang itu adalah Alex bukan David. Berarti suaminya tidak pulang semalam. Tari segera memundurkan langkahnya menutup mulutnya tak percaya. Mimpi itu kembali berputar bagaikan video yang terekam kamera di kepalanya.
Sayang .. carilah pengganti ku!
Aku akan pergi jauh .. sangat jauh!
Cari pengganti ku yang juga menyayangi baby boy kita!
Tari menjambak rambut nya, ia menelisik ke seluruh mension berharap ada David disitu. Tapi tetap tidak ada, jangankan David! Mama dan papa mertuanya zaja tak ada.
"Kak .." panggil Alex lembut memajukan langkahnya untuk mendekati Tari.
"Dimana David? Kenapa dia tidak pulang semalaman? Aku menunggu nya tapi dia tidak kembali?! Aku menelponnya tapi tak di angkat! David dimana Alex?! Mama dan papa juga tidak ada di Mension? Krmana semua orang pergi Alex?" Tanya Tari lantang dengan mata yang berkaca-kaca.
Degggg.
Tubuh Alex seolah membeku mendengar pertanyaan bertubi-tubi Tari. Haruskah dirinya mengatakan yang sebenarnya! Tapi Alex mengingat perintah Margaret yang menyuruhnya merahasiakan tentang keadaan David.
__ADS_1
"Kak .."
"Jawab Alex! Dimana suami ku? Kenapa dia tidak pulang semalaman?!" Teriak Tari dengan air mata yang kembali luruh di pipinya. Rasa khawatir dan gelisah menyelimuti dirinya. Bagaimana bila suami nya benar-benar pergi meninggalkan nya.
Tidak .. tidak .. membayangkan nya saja Tari tak sanggup. Ini sangat tak adil baginya, baru beberapa bulan yang lalu Tari dan David hidup bahagia seperti pasangan harmonis umum nya. Tari tak rela bila kebahagiaan nya berakhir disini.
"Kenapa kamu diam Alex?!" Sentak Tari frustasi menarik rambut nya.
"Kak David ada rapat mendadak di Amerika karena perusahaan disana sedang bermasalah. Salah satu karyawan kak David Tel berkhianat! Kak David berpesan kalau dia akan tinggal di Amerika untuk beberapa bulan. Ponselnya kehabisan baterai oleh sebab itu kakak tidak dapat menghubungi kakak ipar!" Bohong Alex berharap Tari mempercayai omongannya Karen Alex takut bila sesuatu yang buruk terjadi pada baby boy dan Tari.
"Bohong?! Kamu bohong, Lex! Aku mengenal baik siapa suamiku?! Dia sangat mencintai ku .. dia selalu memberikan kabar bila mau pergi kemanapun bahkan dia ingin makan siang pun tetap menelepon diriku. Dan suami ku tidak akan menitipkan pesan lewat siapapun! Dia akan meminjam ponsel anak buahnya demi menelpon ku?! Jadi sekarang jawab pertanyaan ku, Lex. Hiks .. hiks dimana suami ku?!" Jerit Tari menghancurkan semua barang yang berada di dekatnya.
Para pelayan yang melihatnya pun ketakutan sekaligus sedih melihat nona muda mereka yang biasanya ceria menangis histeris seperti itu.
Sayang carilah pengganti ku!
Kata-kata itu terngiang-ngiang di kepalanya.
"Kak ..!" Alex segera merengkuh paksa tubuh kakak ipar nya itu yang sedang mengamuk.
"Kak .. kakak harus tenang dulu! Kakak tidak boleh seperti ini. Kasihan baby kalian?!" Tegas Alex mengeratkan pelukannya hingga membuat Tari mengalami kontraksi.
"Ah .. sakit! Perut ku sakit .. hiks." Lirih Tari dengan suara lemah lalu pingsan tak sadarkan diri dalam pelukan Alex.
Berulang kali Alex menepuk pelan pipi Tari dan memanggil nama kakak ipar nya itu. Akan tetapi Tari tak bangun juga.
"Siapkan mobil?!" Teriak Alex panik pada pelayan yang berdiri membeku sedari tadi.
Alex berlari keluar membawa Tari masuk ke dalam mobil. Alex panik bila sesuatu yang buruk terjadi pada Tari. Sudah cukup kakak nya yang terluka. Jangan lagi kakak iparnya.
Ya Allah cobaan apa lagi ini.
__ADS_1
Alex menghubungi Margaret untuk memberitahukan keadaan Tari. Wanita tua itu semakin terisak mendengar keadaan menantu nya yang telah drop.
"Alex akan membawa kakak ipar ke rumah sakit yang sama dengan kak David." Alex pun segera menutup teleponnya.
"Sayang .. hiks .. jangan tinggalkan aku! Bawa aku pergi bersamamu .. sayang aku merindukanmu!" Lirih Tari dengan mata tertutup membuat Alex yang mendengarnya kasihan.
Tak seberapa lama mereka sampai di rumah sakit. Terlihat Margaret dan Dino menunggu kedatangan mereka.
Tari segera di baringkan atas brangkar kemudian dilarikan ke ruang IGD.
"Apa yang terjadi, Lex?" Tanya Margaret khawatir.
Alex pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi. Margaret langsung histeris dalam pelukan Dino. Hatinya sakit sangat sakit.
Hati orang tua mana yang tak hancur melihat putra nya terbaring koma dirumah sakit. Di tambah menantu kesayangan nya juga masuk rumah sakit.
Tak seberapa lama, dokter keluar dengan raut wajah yang tak bisa di baca.
"Bagaimana keadaan menantu saya Dok?" Tanya Dino khawatir.
Mereka bertiga bernafas lega saat Dokter mengatakan Tari baik-baik saja begitu juga dengan janinnya yang kuat. Dokter menyarankan agar tak membuat Tari tertekan dulu karena itu dapat membahayakan janinnya.
"Bagaimana ini, Pa?" Rengek Margaret dengan suara lemah.
"Tari dan David saling mencintai. Apalagi sekarang Tari sedang hamil! Kontak batin antara suami istri itu begitu kuat apalagi ikatan batin antara ayah dan anak. Jadi kita tidak dapat menutupi apapun lagi. Beritahukan semuanya pada Tari!" Jelas Dino membuat Margaret dan Alex terdiam.
**Bersambung
Halo-halo ada yang cariin author kah🤧🤧
Author bukannya tidak triple up kemarin tapi author dapat musibah .. sudah ngetik 2 bab tapi hilang, 😭😭
__ADS_1
Mohon like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰 buat author semakin semangat lagi❤️❤️
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**