
Di hari terakhir sebelum kembali ke rumah, Dave dan Fiona memutuskan untuk berjalan-jalan di salah satu danau yang berada di gunung. Setelah selesai sarapan, mereka sudah dijemput lagi oleh supir yang terakhir kali mengantarkan mereka. Danau ini berada tepat dibawah puncak gunung sehingga cuacanya akan sedikit lebih dingin daripada di pantai. Fiona tidak membawa jaket atau pakaian untuk cuaca dingin tetapi ia terlalu gengsi untuk memberitahu Dave. Mereka masih dalam keadaan diam seribu bahasa sedangkan perjalanannya akan memakan waktu minimal dua jam.
Fiona yang semula sedang menikmati pemandangan, akhirnya jatuh tertidur. Dave yang melihat bahwa Fiona sedang tertidur, memindahkan kepala Fiona dan meletakkannya di paha Dave supaya Fiona bisa tidur dengan lebih nyaman. Dave memandangi wajah Fiona yang nampak capek sekali.
Pasti dia tidak tidur dengan nyenyak semalam, pikir Dave. Fiona semalam tidak berbicara dengannya dan hanya bermain dengan ponselnya. Dave ingin tahu apakah Fiona berkirim pesan dengan Tommy namun enggan untuk bertanya.
Dave menyentuh rambut Fiona yang jatuh dan menutupi wajahnya. Dilihatnya wajah Fiona dengan seksama. Gadis itu mungil sekali. Rambutnya halus dan lurus dan berwarna hitam yang tidak pernah diwarnai. Bibirnya polos, tidak ada lipstik yang mewarnai bibirnya. Walaupun tidak memakai make-up, namun gadis ini masih tetap cantik. Selama beberapa hari menikah dengan Fiona, Dave jadi tahu kalau Fiona suka sekali makan namun berat badannya tidak naik. Selama mereka saling diam, itu tidak mempengaruhi nafsu makan Fiona. Fiona selalu terlihat bahagia ketika makanannya datang. Dave membayangkan ketika ia melihat Fiona makan dan tersenyum bahagia.
Gadis lain akan bahagia jika dibawa untuk shopping barang-barang mahal namun Fiona berbahagia ketika ia dibawa untuk makan. Dave sudah ditanyai dua kali oleh Fiona jika dia mencintai Fiona atau tidak. Namun Dave baru saja menyadari kalau dia sendiri tidak pernah bertanya bagaimana perasaan Fiona terhadapnya. Aku harus memikirkan sesuatu untuk tahu bagaimana sebenarnya perasaan Fiona terhadapku.
Tapi bagaiman jika Fiona jatuh cinta terhadap Tommy? Sedangkan Tommy juga tahu kalau sebenarnya pernikahan kami hanyalah diatas kertas! pikir Dave.
Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti dan supir mengatakan bahwa mereka sudah sampai. Dave masih enggan untuk membangunkan Fiona yang sedang tertidur pulas. Tapi karena takut kalau mereka akan kemalaman, Dave akhirnya membangunkan Fiona.
"Fio, bangun. Kita sudah sampai." kata Dave lembut.
Dave mengulangi sampai beberapa kali hingga akhirnya Fiona bangun. Fiona bangun dengan kebingungan. Bagaimana ia bisa tidur diatas paha Dave? Tadi ia tidur dengan kepala bersandar di jendela.
Mereka keluar dari mobil dan dengan segera angin berhembus. Dingin, pikir Fiona. Dave yang menyadari bahwa pakaian Fiona bukan untuk cuaca di pegunungan, segera memberikan jaket yang dia tadi ia kenakan.
"Tidak perlu, kamu pakai saja!" sergah Fiona.
__ADS_1
"Aku lelaki. Aku sudah biasa tahan dingin. Kamu pakai saja, supaya kita bisa menikmati pemandangan disini." tolak Dave ketika Fiona bersikeras untuk mengembalikan jaketnya.
"Terima kasih, Dave."
"Sama-sama. Ayo kita jalan-jalan!"
Danaunya indah sekali, dikelilingi oleh bunga-bunga yang sengaja ditanam. Dave mengajak Fiona untuk menghabiskan waktu di salah satu restaurant yang memiliki pemandangan tepat mengarah ke danau. Mereka duduk dan memesan kopi dan makanan ringan.
"Apakah kamu lapar, Fio?
"Belum. Tapi aku tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi lapar karena waktunya untuk makan siang."
"Apakah kamu mau pesan makanan sekarang atau nanti saja setelah kita menikmati kopi dan makanan ringan?"
"Boleh juga idemu."
Dave memanggil pelayan yang datang degan membawa buku menu, Setelah Dave dan Fiona memesan semua yang mereka mau, Fiona kembali sibuk dengan ponselnya.
"Apakah bersamaku begitu membosankan sehingga kamu menghabiskan banyak waktumu untuk bermain ponsel?"
"Eh, maafkan aku. Aku dapat pesan dari Angie mengenai kuliahku." jawab Fiona sambil memasukkan ponselnya ke saku bajunya.
__ADS_1
"Danau ini indah ya?" tanya Dave memecah keheningan.
"Iya indah banget. Seharusnya aku membawa jaket sehingga kamu tidak akan kedinginan."
"Kalau kamu peduli sama aku, kamu bisa kok duduk agak dekatan dengan aku."
Fiona yang sebenarnya merasa perlu untuk menjaga jarak, memutuskan duduk lebih dekat dengan Dave karena ia tidak mau Dave jatuh sakit. Dave terkejut karena Dave berpikir bahwa Fiona akan menolaknya, namun Fiona sungguh duduk dekat sekali disampingnya. Dave tiba-tiba merasa senang.
Makanan ringan dan kopi mereka sudah datang. Mereka menikmati makanan dan pemandangan yang luar biasa ini dalam keheningan. Dave berpikir, ketika ia bersama gadis lain, gadis lain tidak pernah membiarkan dia menikmati suasana dan terus berbicara. Namun bersama Fiona, sungguh berbeda sekali. Gadis ini dengan tenang makan dan menikmati kopi dan makanan ringannya.
"Apakah kamu akan menemui Tommy ketika kita balik nanti?"
"Gak tahu. Karena aku harus kembali kuliah. Aku akan sibuk beberapa saat."
"Oh." jawaban Fiona membuat Dave sedikit lega.
"Kalau kamu, apakah ada cewek yang harus kamu temui kalau kamu kembali nanti?"
"Ada." jawab Dave yang sengaja membuat Fiona penasaran.
Oh, ternyata dia punya cewek. Kalau dia punya cewek, kenapa dia menikahiku? Kenapa dia menciumku? pikir Fiona sedih. Fiona berpikir bahwa Dave ternyata suka mempermainkan perasaan wanita. Tapi Fiona enggan untuk bertanya lebih jauh kepada Dave, akan lebih baik jika aku menjaga jarak dengan Dave dan berusaha untuk melupakan perasaanku kepada Dave, putus Fiona.
__ADS_1
Dave berpikir kenapa tiba-tiba Fiona menjadi diam lagi. Apakah karena dia menjawab bahwa dia akan menemui wanita lain yang merupakan kliennya, membuat FIona marah? Apakah Fiona menyukaiku? Dave menjadi sedikit bingung dan bahagia. Bingung karena Fiona tiba-tiba terdiam dan bahagia karena kalau Fiona marah itu berarti dia cemburu. Dave malah tersenyum ketika Fiona diam. Fiona yang melihat Dave tersenyum, merasa sebal sekali.