Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Kunjungan ke ginekolog


__ADS_3

Dari pagi hingga siang, Angie berada di rumah Fiona makan dan ngobrol. Fiona merasa sangat terhibur sekali dengan kedatangan Angie walaupun sahabatnya membuat dirinya sedikit khawatir dan cemas. Mereka membicarakan masa-masa mereka masih sibuk di sekolah dan tidak sama sekali memikirkan tentang asmara. Waktu berlalu cepat sekali dan sekarang Fiona sudah memiliki suami dan sedang hamil.


Angie menanyakan apakah Dave akan mengantarkan Fiona untuk cek ke spesial ginekolog yang sudah di sarankan oleh Dokter Rio. Karena jika Dave berhalangan, Angie hari ini tidak ada rencana apa-apa sehingga dia bersedia untuk mengantar Fiona kesana.


Tetapi Fiona menolak dengan sopan dan berkata bahwa Dave akan pulang lebih cepat hari ini. Fiona menceritakan semua rasa takut yang ia rasakan tentang kehamilannya. Fiona sangat takut jika terjadi apa-apa terhadap bayinya karena pengaruh obat-obatan yang diberikan selama ia dirawat di ruang intensif maupun di kamar VIP untuk proses penyembuhannya. Namun Angie bersikap sama persis dengan Dave, Angie berusaha menenangkan dengan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja.


Seusai makan siang yang sedikit telat karena mereka makan camilan sepanjang mengobrol, Angie memutuskan untuk pulang sehingga Fiona bisa memiliki waktu untuk bersiap-siap. Sekitar pukul tiga sore, Fiona menelpon kantor Dave untuk mengingatkan suaminya lagi untuk pulang lebih awal. Ternyata yang menjawab adalah sekretaris Dave dan mengatakan kalau Dave baru saja keluar dari kantor dan menuju ke rumah.


Fiona yang sudah selesai mandi, berjalan mondar mandir di dalam rumah sambil menunggu suaminya datang. Di dalam hati, Fiona mengucapkan untaian doa kepada Tuhan dan meminta tolong supaya Tuhan mau melindungi janin yang berada di dalam kandungannya. Tak berselang lama, Fiona mendengar mobil Dave masuk ke pekarangan rumah. Fiona segera pergi dan menyambut suaminya.


"Hi sayang. Kamu mandi dulu sana! Aku sudah menyiapkan ganti untukmu." perintah Fiona.


"Sayang, kita masih ada waktu kan. Bisakah kamu menyiapkan makanan ketika aku mandi? Hari ini sibuk sekali, sampai-sampai aku lupa makan siang. Perutku keroncongan!" jelas Dave.


Fiona hanya menjawab Dave dengan anggukan cepat dan langsung pergi ke dalam dapur. Sementara Dave langsung masuk ke dalam kamar dan pergi mandi. Menghangatkan makanan tidak membutuhkan waktu yang lama. Fiona yang cemas dan gugup, memilih untuk menanti Dave dengan duduk di meja makan. Bi Ayu yang mendengar suara di dapur langsung pergi ke dapur dan mengambil alih pekerjaan gadis itu.


Setelah semua makanan disiapkan di meja makan dan minuman juga sudah dibuatkan, Dave keluar dari kamar dan bergabung dengan Fiona. Dave menatap wajah istrinya dan bisa melihat segugup apakah istrinya itu. Dave mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Fiona.


"Kamu tahu kan, kalau kamu gugup seperti ini bisa mengakibatkan stress dan stress itu tidak baik untuk ibu hamil. Sayang, aku berjanji kepadamu. Aku akan menemanimu setiap saat."


Fiona menatap suaminya dan merasa sungguh-sungguh bersyukur karena Dave ternyata mencintainya sebesar itu. Fiona berusaha untuk tidak gugup dan cemas. Gadis itu mengambil piring Dave dan mengambilkan makanan untuk suaminya itu.


"Kamu tidak makan?" tanya Dave.


"Tadi pagi setelah kamu pergi ke kantor, Angie datang kesini. Angie berada disini seharian dan kita makan mulu. Baru aja kita makan siang satu jam yang lalu." jelas Fiona.


"Nanti kalau kita sudah dengar penjelasan dari dokternya, baru kita akan mengabari papa mama ya, sayang!"


"Oh iya, aku sama sekali lupa untuk mengabari papa dan mama. Ide bagus sayang, kita kabari saja nanti kalau sudah dijelaskan oleh dokter."

__ADS_1


"Siapa nama dokter itu? Dimana alamatnya?"


"Namanya Dokter Rini. Alamatnya dituliskan Dokter Rio di kertas dan kertas itu ada kok di dalam tasku. Mau aku ambilkan sekarang?"


"Nanti aja kalau kita sudah di dalam mobil. Sekarang aku akan makan dengan cepat sehingga kita bisa pergi kesana lebih awal."


"Oke sayang. Silakan menikmati. Aku akan ke kamar dulu untuk berganti baju." kata Fiona yang bangkit berdiri.


Dave melihat kepergian istrinya itu. Di dalam hati, Dave sudah memutuskan dan berjanji pada dirinya sendiri. Jika memang ada masalah dengan Fiona, ia akan memilih untuk menyelamatkan nyawa Fiona daripada bayi yang sedang dikandung gadis itu. Walaupun Dave tidak memberitahu Fiona karena pasti Fiona akan menolak idenya itu. tetapi Dave sungguh tidak bisa melihat bayangan akan masa depannya tanpa kehadiran Fiona di sisinya.


Dave juga berdoa di dalam hati supaya Tuhan menjaga Fiona dan anak yang ada dikandungannya senantiasa sehat. Dave yang sudah kelaparan, akhirnya berhenti untuk berpikir yang tidak-tidak dan memakan makanan yang ada di piringnya dengan lahap.


Setelah itu, Dave dan Fiona berpamitan kepada Bi Ayu supaya menjaga rumah ketika mereka pergi. Mereka berangkat ke ginekolog yang direkomendasikan oleh Dokter Rio.


 


 


Fiona masuk terlebih dahulu ke dalam ketika Dave masih berusaha untuk memarkirkan mobilnya. Ternyata alamat rumahnya tidak terlalu jauh dan sulit untuk dicari. Fiona melihat ada seorang perawat di meja jaga dan ia pergi kesana.


"Halo, saya pasien baru. Saya dikirim sini oleh Dokter Rio." sapa Fiona kepada perawat itu.


"Oh iya kak, saya sudah diberitahu oleh Dokter Rini. Tetapi sebelum masuk, saya harus membuat kartu pasien yang baru  dan mengukur tekanan darah ya."


"Baik kak." jawab Fiona singkat.


Fiona menjelaskan biodata singkat kepada perawat itu dan setelahnya Fiona segera diukur tekanan darahnya.


Tekanan darahnya normal. Perawat yang tadi mengukur tekanan darahnya, langsung masuk ke dalam ruangan dengan kartu pasien yang berisi biodatanya. Tak lama kemudian Dave yang juga sudah masuk ke dalam rumah, mendengar bahwa nama Fiona dipanggil untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


"Halo, selamat sore Dok. Saya Fiona dan ini suami saya, Dave."


"Halo. Silahkan duduk untuk suaminya dan berbaring di ranjang untuk istrinya ya." jawab Dokter Rini ramah.


Dokter Rini ternyata belum terlalu tua dan sangat ramah. Fiona segera berbaring di ranjang sesuai intruksi dari Dokter Rini. Dokter Rini langsung menyuruh Fiona untuk mengangkat baju yang sedang dipakainya dan mengoleskan cairan yang dingin ke atas perutnya.


"Nafas yang normal ya. Saya mau lihat dulu keadaan janinnya.


Dokter Rini langsung mengambil alat setelah mengoleskan cairan di perut Fiona. Fiona merasakan tekanan dari alat yang digunakan Dokter Rini di atas perutnya. Selang beberapa waktu, Dokter Rini telah selesai dan membersihkan perut Fiona dari cairan itu dan duduk di mejanya.


"Kandungannya cukup normal dan tidak ada kelainan. Saya akan menuliskan resep untuk memperkuat kandungan dan vitamin ya. Nanti kalian kembali lagi dalam dua minggu karena saya sudah mendengar riwayatmu dari Dokter Rio. Seharusnya kalian kembali dalam satu bulan tetapi saya ingin tahu lebih lanjut perkembangannya. Lebih baik mengawasinya daripada menyesal kemudian."


"Iya Dok. Sungguh tidak apa-apa jika kami memang harus kembali lebih awal." kata Dave.


"Dok... bolehkah saya bertanya?" tanya Fiona ragu.


"Apakah kehamilan saya sungguh baik-baik saja?"


"Apa yang membuatmu berpikir kalau kehamilanmu itu bermasalah?" canda Dokter Rini.


"Ini masih terlalu dini. Kita akan melakukan semua yang terbaik. Tapi saya ingin kamu untuk lebih tenang dan kurangi aktivitas yang berat. Juga makan makanan yang bergizi ya." lanjut Dokter Rini.


Dave menatap Fiona dengan pandangan yang lega. Tangannya meremas tangan Fiona dengan pelan. Dokter Rini melanjutkan untuk menuliskan resep untuk Fiona dan kemudian mengingatkan untuk kembali dalam dua minggu di jam yang sama. Setelah itu mereka keluar dari ruangan dan membayar di meja perawat sambil menunggu obatnya untuk diambilkan di sebelah rumah yang digunakan sebagai apotek kecil.


"Sekarang kamu lebih tenang kan? Ingat Dokter Rini itu sudah spesialis lho. Jadi tenang dan ikuti perkataan Dokter ya, sayang."


"Iya sayang." kata Fiona yang sudah menjadi lebih lega.


Setelah itu mereka sudah selesai dan bersiap-siap untuk kembali ke rumah dan memberitahu kedua orang tua Dave tentang kehamilan Fiona.

__ADS_1


__ADS_2