Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Rencana pernikahan Lana dan Tommy!


__ADS_3

Lana yang sedang sibuk berkutat di dapur untuk membuatkan makan siang bagi dirinya dan Tommy, berhenti sesaat ketika dirinya teringat cara Tommy memeluk dan menciumnya. Dadanya berdetak tidak karuan, nafasnya tersengal-sengal. Lana tidak bisa mengerti bagaimana tubuhnya selalu saja bereaksi hanya ketika dia berdekatan dengan Tommy! Lana sudah berpacaran dengan beberapa lelaki sebelum ini, namun tidak ada satupun lelaki yang bisa membuat tubuhnya bereaksi seperti ini.


Hari ini ia akan membuat perkedel kentang dan sup daging yang biasanya dimakan ketika badannya kurang merasa sehat. Entah karena kehamilan atau memang tubuhnya yang kurang fit, Lana selalu merasa capek dan tidak ada energi. Dikupasnya semua kentang untuk perkedel dan sup dan diletakkan di dalam kukusan. Gadis itu berusaha untuk fokus memasak, namun sesosok lelaki dengan bahu yang bidang sedang duduk di depannya.


Walaupun hanya tampak dari belakang, lelaki itu sudah nampak mendominasi seluruh ruangan. Sebagai seorang pengacara, Tommy harus memiliki wibawa dan rasa percaya diri yang tinggi. Tommy sangat berbeda dengan Dave, maka kasus yang mereka ambil juga selalu berbeda. Tommy sangat bagus dalam menekan lawan hanya dengan keberadaan dirinya, tapi Dave sangat bagus dalam berbicara dan bernegosiasi. Kalau dalam pekerjaan, mereka bekerja sama dengan baik karena hasilnya sudah terbukti, yaitu sebuah kantor pengacara yang  bonafit dan terkenal.


Ketika Lana sedang menggoreng bawang merah dan bawang putih untuk di campur ke dalam adonan kentang, bau wangi sudah membaui seluruh ruangan. Tommy yang sedang berlagak fokus dalam pekerjaan, sebenarnya sedang memikirkan keadaan Lana di dapur. Apakah gadis itu tidak capek? Apakah gadis itu tidak terluka dan lain-lain? Namun ketika bau wangi makanan sudah tercium di seluruh ruangan itu, Tommy tahu kalau Lana sedang mengerjakan tugasnya dengan baik. Tommy kembali membaca beberapa berkas laporan yang dikirimkan oleh Wulan, sekretarisnya.


Beberapa saat kemudian, Lana datang ke ruang keluarga untuk memanggil Tommy untuk makan. Makanan yang sudah dimasak Lana memang sederhana namun rasanya sangat enak. Piring-piring sudah ditata rapi di atas meja makan. Tommy yang memang sudah lapar, mengikuti Lana ke arah meja makan dan duduk di samping Lana. Setelah duduk, Lana memgambilkan nasi untuk dirinya sendiri dan juga untuk Tommy.


"Aku tidak tahu apakah ini sesuai seleramu atau tidak?" ucap Lana.


"Aku bukanlah orang yang pemilih soal makanan. Aku kan sudah cerita mengenai ibuku yang dikhianati oleh ayahku demi seorang model yang sangat muda. Sejak itu kehidupan kami sangat berat dan susah. Jika kami bisa makan nasi dan telur, itu sudah makanan yang mewah untuk kami. Jadi apapun yang kamu bikin untukku. aku akan memakannya. Terima kasih Lana!"


Lana tidak menyangka bahwa bukan hanya dirinya yang menderita ketika kecil, namun juga Tommy! Hati Lana terasa sakit ketika memikirkan bahwa dirinya dan Tommy sama-sama menjadi korban keegoisan orang tua. Walaupun mereka melakukan kesalahan dan menyebabkan Lana hamil, Lana bersumpah dia tidak akan menjadi ibu yang egois untuk anaknya kelak. Lana sendiri tidak yakin kalau Tommy tidak akan menyakiti hatinya suatu saat nanti, namun demi anaknya, dia akan melakukan segala cara untuk melindungi anaknya kelak.


"Apakah kamu masih ingat siapa nama model yang merebut ayahmu dari ibumu?"


Tommy menggeleng, "Aku tidak pernah mau tahu tentang ayahku lagi sejak ibuku, adikku dan aku diusir dari rumah. Aku juga tidak mau menghabiskan waktuku untuk menyesali apa yang sudah terjadi. Aku terlalu sibuk untuk mengasah diriku sendiri untuk menjadi lelaki yang baik dan berpenghasilan mapan!"


"Mungkin itu akan menjadi pilihan yang terbaik untukmu! Tapi apakah kamu akan mengundang ayahmu di hari pernikahan kita nanti?"


"Tidak! Tidak akan! Aku bahkan tidak berpikir untuk memberitahunya sama sekali. Bagiku dia sudah lama mati! Tapi aku sudah memberitahu adik semata wayangku. Sayang dia tidak bisa datang karena dia sedang ditugaskan ke luar negeri untuk tiga bulan. Dia juga sedang mempersiapkan pernikahannya, bosnya tidak mau memberikan ijin untuk cuti untuk menikah jika dia menolak untuk tugas ke luar negeri!"


"Masih ada bos seperti itu ya?"

__ADS_1


"Mungkin karena adikku memang sangat cerdas, maka bosnya akan kelimpungan jika adikku mengambil cuti selama sebulan untuk menikah!"


"Apakah kamu akan mengenalkanku kepada adikmu?"


"Sudah pasti dong. Kamu kan akan menjadi istriku! Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah tahu gereja mana yang akan kita hubungi dan bagaimana dengan gaunmu?"


"Bolehkah kita menikah di gereja AA? Gereja itu terletak sedikit ke arah luar kota. Namun mereka memiliki sebuah bukit kecil dengan pemandangan kota di bawah. Untuk gaun, fotographer, perias dan bahkan jasmu, aku sudah mendapatkan endorse dari teman-temanku."


"Aku rasa gereja itu pilihan yang bagus karena berada di luar kota dan privasi kita akan terjaga. Wow, sungguh enak ya menjadi model!"


"Iya dong. Tidak semua gratis, mereka memberikannya karena aku menanam modal di usaha-usaha mereka!"


Tommy yang tergelak tidak percaya karena gadis itu tidak pernah mengatakan kalau dia berminat di bisnis juga.


"Kenapa kamu kaget? Kamu kan tahu sebagai seorang model ternama, tidak akan berjalan selamanya. Aku berinvestasi untuk masa depanku sendiri. Aku tidak mau menjadi wanita yang selalu tergantung dengan lelaki. Kamu tidak keberatan kan kalau aku tetap bekerja?"


"Apakah makanannya enak?" tanya Lana.


"Ini sungguh enak. Kaldu dari supnya sangat gurih."


"Iya karena aku memasak dagingnya menggunakan panci presto. Aku masukan bumbu-bumbu rempah juga supaya lebih kaya rasa."


"Kamu tidak ingin membuka restaurant saja?"


"Hahaha. Mungkin saja. Semua kan bisa dicoba. Tom, bolehkah aku bertanya sesuatu yang agak pribadi?"

__ADS_1


Tommy yang sedang memasukkan nasi dan perkedel ke dalam mulutnya, menoleh ke arah Lana dan raut wajahnya menjadi lebih serius.


"Boleh. Tanya saja!"


"Apakah kamu pernah mencintai seseorang kecuali ibu dan adikmu?"


Tommy mengangguk karena tidak ingin berbohong kepada calon istrinya. Walaupun mereka akan menikah tanpa didasari oleh rasa cinta.


"Bolehkah aku bertanya siapa orang itu?" ucap Lana ingin tahu.


"Fiona, istri Dave! Tapi aku tidak tahu apakah perasaanku benar-benar cinta atau tidak. Namun Fiona adalah gadis sederhana yang selalu bersemangat. Aku masih ingat ekspresi sedihnya ketika aku memberitahu bahwa Dave sedang pergi ke Gala Dinner bersamamu! Saat itu aku ingin sekali memeluknya dan memukul Dave karena sudah menjadi suami brengsek!"


"Segitu besarkah perasaanmu ke Fiona?"


"Aku sangat ingin merebut Fiona dari Dave ketika mengetahui surat perjanjian pernikahannya dan pertama kali aku bertemu dengannya!"


Hati Lana sangat sakit ketika mengetahui lelaki yang sedang duduk disampingnya bisa memikirkan dan memiliki perasaan sebesar itu kepada gadis lain. Lana menjadi sangat pesimis karena Fiona adalah tipe gadis yang sangat terbalik dengannya.


Lana menjadi gundah untuk meneruskan rencana pernikahan ini atau tidak. Lana sudah menyadari perasaannya yang lumayan dalam untuk Tommy, namun dia juga menyadari bahwa Tommy tidak memiliki rasa cinta untuknya. Mereka menikah karena bayi yang ada di dalam perutnya.


 


Apakah seorang bayi cukup untuk menjadi jembatan bagi kami untuk menikah? batin Lana.


Tommy yang masih melanjutkan makannya, melihat Lana dengan ekspresi yang aneh. Kenapa gadis ini tiba-tiba bertanya? Tidak mungkinkan kalau Lana akan menjadi cemburu! pikir Tommy.

__ADS_1


Mereka berdua melanjutkan makan dengan keadaan saling berdiam diri. Ketika mereka selesai, Lana langsung membawa piring kotor mereka untuk dicuci. Tommy menawarkan untuk membantu gadis itu, namun gadis itu langsung menolak. Lana membutuhkan waktu seorang diri. Hatinya sakit dan dia sangat ingin sekali untuk menangis.


Bagaimana caranya supaya Tommy bisa mencintainya? Apakah Tommy sudah bisa melupakan Fiona dari hatinya? Tetapi kenapa dia terlihat biasa saja ketika melihat Dave dan Fiona sedang bermesraan? pikir Lana dan air mata sudah mulai menetes di pipinya yang putih dan lembut.


__ADS_2