
Dave terbangun subuh karena merasakan lengannya terasa berat, Fiona sedang tertidur di atas lengannya dan memeluk Dave. Gadis itu sungguh tidak sadar ketika tertidur bahwa hampir setiap kali mereka tidur di ranjang yang sama, gadis itu selalu tidur dengan memeluk erat Dave. Dave melihat Fiona yang sedang tertidur pulas, gadis itu terlihat manis sekali. Samar-samar Dave bisa melihat mata Fiona yang bengkak!
Pasti gadis itu menangis semalam! batin Dave. Semalam Dave tertidur lebih dahulu kejadian-kejadian kemarin. Kemarin sungguh hari yang luar biasa! Dia dan Fiona menjadi dekat namun juga menjauh secepat kilat, Fiona menolak kasus yang cukup berbahaya, informasi dari Fiona bahwa gadis itu merasa dibuntuti, dan pekerjaan-pekerjaan lain. Dave lelah!
Dave berdiam diri dan tidak bergerak. Dia sedang menikmati situasi dimana akan sulit didapatnya. Akhirnya, aku bisa mengetahui bahwa aku telah jatuh cinta terhadap gadis ini. Rasa sayangnya begitu cukup besar sehingga membuatnya takut kehilangan Fiona. Didekapnya gadis itu dan diciumnya kepala gadis itu.
Biarkanlah wangi kepala dan tubuh gadis itu menjadi milikku sesaat! pikir Dave yang sedang menikmati keadaan.
Tidak lama berselang, gadis itu bergerak dan mencoba membuka matanya. Dave menutup matanya dan berpura-pura bahwa dia juga masih tidur. Fiona yang sudah bangun sepenuhnya. kaget! Kaget karena ia sedang bangun di pelukan Dave.
Fiona menyukai situasi dimana dia sedang berada di pelukan Dave. Tiba-tiba dia ingat lagi apa kata-kata Dave semalam! Tidak ada perasaan untuknya! Fiona langsung bangun dan menuju kamar mandi. Fiona mencuci wajahnya dan menggosok gigi, lalu bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Setelah selesai, Fiona segera bergegas karena ia bangun kesiangan. Selama Fiona berkutat dengan sarapan, Dave bangun dan duduk di tepi ranjang.
Kapan aku bisa memberitahu Fiona bagaimana perasaan dia sebenarnya? Apakah aku akan ditolak? pikir Dave. Dia tidak siap jika ternyata Fiona tidak mencintainya tapi Tommy! batin Dave.
Merasa sebal, Dave bangun dari tempat tidur dan pergi mandi. Menghabiskan lumayan lama di bawah pancuran, yang bisa membuatnya berpikir jernih. Mandi di bawah pancuran air dingin sudah menjadi kebiasaan Dave akhir-akhir ini. Setelah selesai, ia segera memakai kemeja katun putih yang ternyata sudah disiapkan Fiona di atas ranjang dan keluar dari kamar.
Di atas meja, sudah tersedia sandwich dan kopi.
"Maaf, hanya itu yang tersedia. Aku bangun kesiangan!" Fiona meminta maaf.
"Tidak apa-apa. Ini sudah lebih dari cukup kok! Terima kasih." ucap Dave tulus sambil melihat Fiona.
Dia merasa beruntung mendapatkan gadis sebaik ini. Walaupun masih muda, gadis ini sangat bertanggung jawab dan tidak kekanak-kanakan! Dave mulai untuk makan namun Fiona tidak duduk bersamanya.
"Kamu tidak makan, Fio?"
"Nanti aja, aku mau bersiap-siap! Ada kelas pagi jam 7 nanti! Aku akan pergi mandi!"
"Makanlah! Aku akan mengantarmu!"
"Tidak usah, aku akan selesai cepat! Nanti kamu sendiri akan terlambat!"
"Tidak, aku tidak ada jadwal pagi ini. Astrid sudah memberitahuku kemarin!"
"Siapa itu Astrid?" tanya Fiona yang menjadi penasaran.
"Sekretarisku! Apakah kamu cemburu jika aku ada wanita lain?" goda Dave.
"Tidak. Kamu mau punya 10 wanita pun tidak apa-apa. Asalkan kamu menceraikan aku dulu!" Fiona marah.
Fiona yang merasa kesal karena Dave menyebutkan nama wanita lain, masuk ke dalam kamar dan membanting pintu kamarnya. Dave geli karena sikap Fiona yang katanya tidak cemburu tapi berbeda dengan kelakuannya. Dave menghabiskan sandwichnya dan pelan-pelan meminum kopinya sambil menunggu Fiona. Untuk seorang gadis, Fiona tidak membutuuhkan waktu lama untuk mandi dan bahkan berdandan. Dipolesnya wajah mungilnya dengan sederhana!
Dave takjub dengan Fiona. Gadis itu cantik walau hanya berbusana sehari-hari!
__ADS_1
"Makanlah lalu kita bisa berangkat!"
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak perlu diantar!"
"Semakin kau membantahku, semakin lama kita pergi! Apa kamu ingin menghabiskan waktu di rumah saja bersamaku hari ini?" goda Dave lagi. Dave semakin senang untuk menggoda Fiona dan melihat wajahnya yang menjadi merah. Fiona selalu memakai jeans yang sudah berwarna pudar dan atasan kemeja lengan pendek. Fiona makan dengan cepat sambil memasang sepatu sneakernya.
"Ayo kita berangkat!" ucap Fiona terburu-buru.
Dave mengambil tas dan jasnya lalu pergi keluar rumah. Fiona tidak lupa mengunci pintu rumah dan memastikan semua sudah aman.
"Nanti jam berapa kamu akan selesai?"
"Hari ini jadwal kelasku padat. Aku akan selesai sekitar jam 4 sore!"
"Kalau begitu nanti kamu tidak usah memasak.Nanti siang juga ada orang dari perusahaan CCTV yang akan datang kerumah dan memasang CCTV."
"Aku bisa memasak, Dave! Kamu tidak perlu membeli makanan setiap saat. Harus hemat!"
Mereka sudah sampai di kampus Fiona, Fiona sendiri langsung membuka pintu mobil dan berlari sebelum Dave berkata apapun. Dave mangambil ponselnya dan mengetikkan pesan untuk Fiona.
"Semoga harimu menyenangkan, sayang! Hati-hati!"
Dikirimnya pesan itu dan Dave merasa sangat puas. Dave segera meluncur ke kantornya sendiri. Astrid yang mengetahui bosnya sudah datang, mengetuk pintu kantor bosnya.
"Selamat pagi, Dave. Hari ini Nona Lana meminta janji ketemu jam 9 pagi. Apakah aku harus membatalkannya?"
"Selamat pagi! Ada apa ya? Kan jadwal persidangannya baru akan dimulai minggu depan!"
"Saya kurang jelas,Dave!"
"Tidak apa-apa. Suruh dia datang jam 10 karena saya harus membahas berkas-berkas laporan dengan Tommy. Apakah Tommy sudah datang?"
"Sudah, Dave! Dia sudah datang paling awal dan sedang berada di kantornya."
"Oke, kamu boleh keluar. Aku akan ke kantor Tommy sebentar lagi!"
Astrid keluar dari ruangan dan segera menghubungi asisten Lana yang langsung menyetujui untuk bertemu jam 10. Dave membawa beberapa dokumen dan pergi ke kantor Tommy sambil membawa kopi untuknya dan Tommy.
Mereka berdiskusi lumayan lama hingga Dave lupa akan waktu. Tommy juga sudah menginformasikan kepada Dave, detektif yang telah ia sewa akan mulai bekerja hari ini. Bahkan Tommy tahu bahwa pagi ini, Dave sendiri yang sudah mengantarkan Fiona. Dave puas akan informasi dari Tommy.
Ketika kembali ke kantornya, Lana Wilson sudah duduk dengan anggun di kursinya. Lana memakai gaun dari desainer ternama yang berwarna merah menyala dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sempurna. Rambut panjangnya terurai dan wanginya menusuk hidung.
Sangat berbeda dengan Fionaku! batin Dave.
__ADS_1
Dave masuk dan duduk di kursinya. Dia meminta maaf atas keterlambatannya yang sebenarnya tidak lama.
"Selamat pagi, Lana. Ada perlu apakah hingga kamu datang sendiri ke kantorku di pagi hari?" tanya Dave sopan.
"Aku tidak akan basa-basi denganmu, Dave! Aku datang kesini untuk meminta tolong!"
"Jadi apa yang bisa aku bantu? Kasusmu sudah berjalan dan kita tinggal menunggu persidangannya!"
"Jadi begini, kamu tahu kan, kalau kasusku adalah kasus pelecehan. Semenjak kasus ini berjalan, banyak disainer-desainer ternama menolak memakaiku atau bahkan membatalkan kontrak denganku. Saat ini ada desainer ternama dunia yang menghubungi asistenku dan menawarkan kontrak namun dia sangat terkenal sebagai hidung belang. Penawarannya cukup bagus tapi..." Lana enggan menjelaskan lebih lanjut.
"Tapi apa?" tanya Dave ingin tahu.
"Tapi aku takut dia akan melecehkanku juga. Tidak semua model itu murahan, Dave! Beberapa kami benar-benar mendalami pekerjaan kami dengan profesional namun orang-orang di luar yang tidak tahu apa-apa, akan memberi kami cap sebagai wanita murahan atau gampangan!"
"Lalu apakah kamu mau aku untuk membuatkanmu kontrak legal untuk penawaran itu?"
"Bukan hanya itu, aku ingin kamu untuk membantuku dalam menemani aku ketika aku harus bertemu dengan desainer itu dan acara-acara promosi yang dibuatnya!"
"Maaf, Lana. Aku pikir aku tidak bisa! Aku memiliki seorang istri!"
"Aku tahu kamu punya istri tapi pernikahanmu kan hanya diatas kertas. Kamu cukup menemaniku dan aku akan membayarmu dua kali lipat dari bayaran yang seharusnya kamu dapat. Acaranya juga tidak akan menyita waktumu karena hanya akan di malam hari!"
"Aku pikir aku tetap bisa..."
"Ini juga akan menambah popularitas kantor pengacaramu yang masih berkembang ini. Banyak orang terkenal yang akan datang. Kamu bisa berkenalan dengan orang-orang penting disana."
Dave berpikir sejenak. Dia mencoba mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Kantornya memang sudah berjalan tapi tidak banyak kasus yang didapatkannya karena terlalu banyak kompetisi di luar. Dunia ini keras! Namun dia juga mempertimbangkan perasaan Fiona.
"Apakah sebagai lelaki kamu tidak malu karena kamu harus tinggal di rumah istrimu? Tawaranku ini benar-benar akan membuat karirmu naik! Aku akan pergi karena ada meeting dengan klien. Berikanlah aku jawabannya secepatnya!" kata Lana yang bangkit dari kursinya dan menuju ke luar,
Di luar Lana bertemu lagi dengan Tommy, Tommy memperlihatkan rasa tidak suka yang sangat jelas terhadap Lana dan itu sangat menyinggung hati Lana. Tommy menuju ke ruang istirahat dan membuat kopi lagi karena dia tidak bisa tidur akhir-akhir ini.
Beberapa saat kemudian, Dave masuk ke ruang istirahat. Wajah Dave sangat galau.
"Apa yang sedang terjadi? Kenapa wajahmu seperti ini?" tanya Tommy.
Dave menjelaskan yang sudah terjadi dan berikut tawaran-tawaran Lana.
"Kamu sudah gila? Jangan Diterima! Bagaimana perasaan Fiona nanti?" Ucap Tommy marah.
"Aku akan mempertimbangkannya dan akan bertanya kepada Fiona nanti sore."
Tommy yang sudah merasa tidak suka dengan Lana dari awal, merasa bahwa asumsinya tentang Lana adalah benar.
__ADS_1
Aku tidak pernah suka terhadap model! Wanita seperti itu adalah wanita ular yang bisa merusak kehidupan orang lain, pikir Tommy penuh kebencian.