
Sebuah suara membangunkan Dave di subuh hari. Matanya masih terpejam, susah untuk dibukanya. Namun suara tersebut masih memanggilnya. Dave merasa ada yang tidak beres! Apakah Fiona jatuh sakit lagi?
Dave membuka matanya dan melihat seorang perawat yang memanggilnya.
"Bapak, Dimana Nyonya Fiona? Ini waktunya untuk mandi!" kata perawat itu.
Dave yang masih setengah sadar, belum sepenuhnya paham akan ucapan perawat itu. Dimana lagi Fiona jika tidak ada di ranjangnya? batin Dave sebal.
Namun ketika Dave membuka mata dan bangun, dilihatnya ranjang Fiona yang kosong dan infus yang sebelumnya berada di tangan Fiona, kini sudah membasahi ranjang Fiona. Fiona tidak ada! Fiona hilang! batin Dave yang mulai menjadi panik.
"Lho suster, dimana istri saya?" tanya Dave yang panik kepada perawat itu.
"Lho bukannya bapak yang menjaga nyonya Fiona semalam?" tanya balik perawat itu.
Ketika Dave hendak keluar dari kamar, mata Dave melihat ada kertas di depan meja. Diambilnya dan dibacanya surat tersebut.
Dear Dave,
Aku memutuskan pergi dan menceraikanmu. Semoga berbahagia dengan Lana!
Dari Fiona.
Dave yang membaca surat itu berulang kali, masih belum paham kenapa Fiona pergi dan akan menceraikannya? Kenapa juga aku harus berbahagia dengan Lana? pikirnya lagi.
Dave langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Tommy. Tommy pasti mengetahui sesuatu!
__ADS_1
Dave sudah mencoba berulang kali namun Tommy masih belum juga mengangkat telpon darinya!
Sialan si Tommy! Kenapa setiap aku memerlukannya, dia selalu tidak mengangkat! batin Dave marah.
Saat hendak untuk keluar, Dokter Rio masuk ke dalam kamar dan menyapa Dave.
"Halo, Dave. Ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda!"
"Saya sedang tidak ada waktu, Dok. Nanti saja ya!"
"Fiona berada di rumah saya!" ucap Dokter Rio yang menghentikan langkah kaki Dave. Dave berbalik ke arah Dokter Rio dan merasa bingung.
"Semalam, usai jam kerja saya, saya menangkap Fiona hendak melarikan diri dari kamar. Dia sedang menangis. Karena saya takut dia melakukan tindakan bodoh, saya menawarkan dia untuk tinggal di rumah saya. Juga saya bisa mengecek keadaannya. Saat ini, dia sedang berada di rumah saya, tertidur karena saya memberikan obat pereda sakit." jelas Dokter Rio.
"Namun kenapa Dok? Saya tidak paham sama sekali!!"
Dokter Rio mengeluarkan ponselnya dan membuka berita yang sedang menjadi gosip. Diberikannya ponselnya kepada Dave. Dave melihat papa dan mama sedang bersama Lana. Apa yang sebenarnya sedang terjadi ini!? pikirnya bingung.
"Itu tidak mungkin, dok! Papa dan mama tidak mungkin melakukan hal ini. Ini pasti ada kesalahpahaman!"
Dave langsung mengambil ponselnya dan menghubungi papanya. Setelah lama berdering, papa Dave akhirnya mengangkat juga telpon dari anaknya.
"Papa. apakah papa dan mama kemarin bertemu dengan Lana?"
"Lho Dave kok kamu bisa tahu?" tanya papa Dave.
"Jadi itu betul? Fiona kabur dari rumah sakit karena dia berpikir kalau papa dan mama akan menjodohkanku dengan Lana dan meminta Fiona untuk bercerai denganku!" kata Dave marah.
__ADS_1
"Bisa-bisanya papa bertemu Lana! Kenapa pa?" lanjut Dave.
"Apa? Fiona kabur? Papa dan mama kemarin bertemu dengan Lana karena Lana telah bertunangan dengan Tommy. Papa pikir kamu mengetahui hal ini. Sebentar, papa dan mama akan segera pergi ke rumah sakit. Apakah kamu mengetahui dimana Fiona saat ini?'
"Fiona sedang berada di rumah Dokter Rio, pa! Untung kemarin Dokter Rio menemukan Fiona dan membawanya ke rumah. Aku akan pergi bersama Dokter Rio untuk menjemput Fiona. Papa tunggu di rumah sakit aja ya!"
Setelah Dave sudah cukup jelas apa yang sedang terjadi. Dave meminta Dokter Rio untuk membawanya ke rumahnya untuk menemui istrinya dan membawanya pulang ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lagi. Perkiraan Dokter Rio benar dan dia membawa Dave ke rumahnya untuk bertemu dengan Fiona. Dokter Rio sangat memaklumi kelakuan dari Fiona yang terbilang masih muda dan kadang-kadang remaja perempuan memang tidak stabil secara emosional.
Dave membiarkan Dokter Rio untuk menyupir mobilnya karena akan lebih cepat sampai karena dia tidak mengetahui rumah Dokter Rio.
"Saya sungguh berterima kasih Dok. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi kalau istri saya tidak ditemukan oleh Dokter. Kadang Fiona bisa menjadi sangat nekat." ucap Dave tulus kepada Dokter Rio.
"Panggil saya Rio saja. Saya rasa umur kita tidak berbeda jauh. Hanya saja kamu sudah menikah dan saya belum menikah." gurau Dokter Rio.
"Kenapa kamu belum menikah, Rio?"
"Eh maaf aku lancang, bertanya hal pribadi kepadamu!" lanjut Dave.
"Tidak apa-apa. Saya dulu sudah bertunangan, namun calon istriku berselingkuh. Dalam perjalanan bersama selingkuhannya ke arah puncak, mobil yang mereka kendarai rusak dan mereka jatuh ke dalam jurang. Mereka sama-sama tidak bisa diselamatkan. Sejak itu, saya kurang percaya akan adanya cinta dan memilih fokus dengan pekerjaan saya. Tapi kadang ada wanita untuk menemaniku di malam hari. Namun hanya sebatas itu!" jelas Dokter Rio.
Dave ikut bersimpati kepada Dokter Rio dan meminta maaf dengan tulus.
"Saya dan Fiona sebenarnya juga tidak mencintai satu sama lain, dok! Namun lama kelamaan, saya menyadari perasaan saya terhadap istri saya. Terlebih lagi setelah kejadian penusukan itu! Saya berpikir saya akan kehilangannya selamanya! Saya tidak berpikir kalau saya akan bisa mencintai seseorang seperti saya mencintai Fiona saat ini! Jangan pernah berhenti percaya, dok! Suatu saat, akan ada gadis yang mencintai dokter dengan tulus!"
"Terima kasih. Saya harap nanti Fiona bisa mendengarkan penjelasanmu dengan baik ya!"
Dave mengangguk kepada Dokter Rio. Tak lama setelah itu mereka sampai di rumah Dokter Rio. Namun Fiona masih tertidur pulas karena obat pereda yang diberikan oleh Dokter Rio. Dave tidak bisa menunggu lagi dan menggendong tubuh istrinya dan dimasukkan ke dalam mobil. Mereka sepakat untuk kembali ke rumah sakit supaya Fiona bisa mendapatkan perawatan yang seharusnya didapatkan oleh gadis itu.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, kedua orang tua Dave, Tommy dan Lana sudah menunggu mereka. Papa Dave langsung menelpon Tommy dan menceritakan kejadian yang terjadi kepada Lana. Mereka memutuskan untuk menjelaskan secara langsung kepada Fiona.
Lana sendiri yang mendengar berita tentang Fiona, ikut panik dan berkata dia akan ikut kesana. Tommy tidak bisa melarang Lana dan mereka pergi bersama-sama kesana!