Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Menolak kasus yang cukup berbahaya!


__ADS_3

Dave yang masih tidak percaya bahwa Fiona membalas ciumannya dengan gairah yang menggebu-gebu, merasa senang sekali.Sepanjang perjalanan ke kantor, Dave membayangkan lagi bagaimana tubuhnya dan tubuh Fiona sama-sama bereaksi dan bergetar. Hanya memandang Fiona, Dave sadar betul bahwa dirinya merasakan ketertarikan yang besar terhadap Fiona, yang bahkan tidak ia rasakan terhadap seorang super model seperti Lana Wilson.


Dave sudah sampai di kantor dan ternyata Tommy sudah menunggunya di ruang istirahat yang berada di depan ruangannya pas.


"Dave, kita mendapat kasus baru. Letakkan barang-barangmu dan kemarilah!"


Dave melihat raut wajah Tomm yang serius sembari membaca berkas laporan, segera menaruh tas dan jasnya di ruangannya dan kembali ke ruang istirahat. Tommy yang sudah membuatkan secangkir kopi untuknya dan Dave, menyerahkan lembaran salinan kepada Dave.


"Bacalah dan pelajarilah sebelum memutuskan apakah kita akan mengambil kasus ini atau tidak!"


Kasus ini tentang seorang lelaki yang pernah ia jebloskan ke penjara dengan keputusan hakim untuk hukuman maksimal melebihi dari tuntutan jaksa penuntut umum. Lelaki itu adalah Raka, dia telah memakai dan mengedarkan narkoba untuk anak di bawah umur. Salah satu dari orang tua korban mendatanginya dan meminta ia untuk membela anaknya yang baru saja terjerumus ke narkoba. Ketika Hakim membacakan tuntutan vonis, Dave akhirnya lega namun ia mendapatkan sumpah serapah dan ancaman dari kakak Raka, yaitu Simon.


Simon mengancam bahwa ia akan mencari dan mencelakai seluruh keluarga Dave. Sejenak Dave lupa akan ancaman Simon.


"Kasus apa ini,Tom?"


"Kasus lanjutan Raka karena ia ternyata memiliki anak buah untuk bekerja di luar sana sehingga ia masih bisa mengedarkan narkoba di dalam tahanan. Seorang ibu mendatangi kantor kita tadi pagi-pagi buta untuk meminta membela anaknya supaya di persidangan nanti ia bisa meminta penangguhan untuk anaknya dan anaknya bisa direhabilitasi. Anaknya baru berumur 16 tahun!" jelas Tommy.


"Aku sungguh tidak tertarik dengan kasus ini karena aku masih ingat betul ketika Simon, kakaknya berusaha mencelakaiku 10 bulan lalu. Terlebih lagi Simon masih bebas di luar sana. Dia juga berbahaya. Aku khawatir kalau dia mencoba mencelakai Fiona."


Tommy sebenarnya tertarik dengan kasus ini namun mendengar bahwa Fiona bisa saja dalam bahaya, menjadi berpikir ulang.


"Tanpa kita mengambil kasus ini pun, Simon akan tetap berusaha membalas dendam kepadaku. Sekarang ketika aku ingat akan dia, aku harus lebih sering mengecek keadaan Fiona."


"Betul juga dan itu juga ide bagus, Dave! Aku akan membantumu jika kau membutuhkanku!"

__ADS_1


"Aku rasa aku masih bisa menangani dan melindungi Fiona." jawab Dave ketus.


"Jadi kita tolak kasus ini?"


"Iya kita tolak. Aku sungguh tidak bisa membahayakan keadaan Fiona atau membayangkan kalau Fiona dalam keadaan bahaya karena diriku!"


Suara ketukan pintu di depan ruangan, menghentikan pembicaraan mereka. Astrid, sekretaris Dave, memberitahukan bahwa Lana Wilson sudah datang untuk berkonsultasi lanjutan atas kasusnya. Dave berdiri dan menghabiskan kopinya.


"Kita akan berbicara lagi nanti pada waktu makan siang. Kamu kosong kan?"


"Okay, aku kosong kok!" balas Tommy.


Dave langsung berjalan menuju kantornya dan menemui Lana.


"Maaf, sudah membuatmu menunggu lama."


"Sudah ada titik terang, polisi sudah mengumpulkan cukup bukti sehingga berkasmu sudah naik ke tingkat P21 sehingga kita bisa melanjutkan ke persidangan."


"Akhirnya! Aku sangat berterimakasih padamu! Bagaimana kalau nanti aku traktir makan siang?"


"Maaf, sepertinya hari ini tidak bisa karena aku harus membahas hal lain dengan rekan kerjaku. Terima kasih atas tawarannya!"


Dave menolak Lana dengan halus karena dia kembali membayangkan rasa bibir Fiona yang membuka dan merekah untuknya. Dia masih membayangkan bagaimana bibir Fiona menjadi bengkak setelah dicium dan digigiti pelan olehnya. Juga, bagaimana dia senang akan reaksi tubuh Fiona yang bergetar dibawah tubuhnya.


Dave baru sadar kalau dia tertarik walaupun Fiona bukan seorang super model.

__ADS_1


Di lain pihak, Lana merasa jengkel karena ajakannya ditolak. Belum pernah seorang lelaki pun menolaknya. Lana semakin bersemangat untuk mendekati Dave.


Apa yang kurang dari aku dibandingkan dengan gadis muda yang bahkan tidak bisa bersolek sam sekali?! batin Fiona.


Dave menyelesaikan pertemuannya dengan Lana dan mencoba untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum makan siang dengan Tommy. Dave teringat tentang Simon dan dia mencoba untuk menghubungi Fiona.


"Halo, Fio. Lagi apa?"


Fiona kaget Dave menelponnya setelah apa yang terjadi tadi pagi. Wajahnya menjadi merah lagi walaupun Dave tidak bisa melihatnya.


"Baru selesai kuliah. Ini mau makan siang dan kemudian pulang ke rumah!"


"Kamu sudah selesai? Bagaimana kalau bergabung denganku dan Tommy untuk makan siang? Aku akan menjemputmu di kampus. Tunggu 15 menit ya!"


Sebelum Fiona menjawab, Dave sudah memutuskan sambungan telponnya. Dave menghampiri Tommy di ruangannya.


"Tom, kamu sudah siap?"


"Hanya tinggal mengambil dompet dan ponsel, Dave!"


"Kita akan menjemput Fiona terlebih dahulu sehingga ia bisa ikut makan siang bersama kita. Kamu tidak keberatan kan?"


Tommy terkejut karena Dave sukarela mengajak Fiona untuk pergi makan bersama mereka.


"Tentu saja tidak keberatan. Ayo kalau begitu!" jawab Tommy yang bersemangat.

__ADS_1


Dave berpikir, Bisa saja kamu bersemangat sekarang namun nanti lihatlah reaksi Fiona setelah aku menciumnya dengan ganas pagi tadi! batin Dave puas. Mereka berjalan menuju parkiran mobil di bawah terik matahari yang menyengat. Tommy yang tidak tahu apa yang telah terjadi, bersemangat menemui Fiona!


__ADS_2