Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Masa lalu Tommy Wong!


__ADS_3

Ketika Fiona meninggalkan ruangan keluarga, Tommy dan Dave sedang menikmati secangkir kopi yang sudah dibuatkan oleh Fiona. Mereka sudah lama menjadi teman dan rekan kerja, namun Dave tidak pernah bertanya atau mencampuri urusan pribadi Tommy. Tommy juga tidak pernah meminta bantuan apapun dari Dave. Tommy selalu cekatan dan efisien dalam bekerja. Ia terkenal sebagai pengacara bertangan besi yang handal dalam menangani kasus-kasusnya. Hampir seluruh kasus yang ia telah tangani selalu menang di pengadilan.


Dave sangat bersyukur karena telah memiliki rekan yang sangat handal dan pintar sehingga kantor yang ia dirikan bisa menjadi seperti sekarang. Hampir tiap hari mereka akan mendapatkan kasus-kasus baru dengan bayaran yang tidak buruk juga. Tetapi berbeda dengan Dave, Tommy kadang bersedia menjadi pengacara secara gratis bagi orang-orang yang tidak mampu dan mendapatkan ketidakadilan. Walapun tidak mendapatkan bayaran, itu tidak membuat Tommy bekerja dengan asal-asalan. Dia akan bekerja sama-sama keras untuk semua kasus yang ditanganinya! Itu membuat dia lebih terkenal untuk kalangan orang tidak mampu dan orang-orang sangat menghormati dan segan padanya!


"Aku baru tahu kalau ayahmu telah meninggalkan ibumu dan kamu ketika kamu kecil untuk bersama dengan seorang model!" kata Dave.


"Apa bedanya jika kamu mengetahuinya atau tidak? Kan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan!" jawab Tommy dengan dingin.


"Ya pasti bedalah! Aku pikir aku adalah rekan kerjamu dan juga sahabatmu! Aku selalu bercerita kepadamu apapun masalah yang aku punya!" ucap Dave tersinggung.


"Aku pikir kamu tidak tertarik dengan urusan pribadiku!"


"Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang menyebalkan yang selalu mencampuri urusanmu namun kadang aku juga penasaran, tahu!"


"Apa yang ingin kamu ketahui? Untuk hari ini aku akan menjawab seluruh pertanyaanmu!"


"Benarkah?!"


"Iya, sebelum aku berubah pikiran!"


"Ceritakan tentang ibumu dan adikmu!"


"Ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Karena ayah selalu mencukupi kebutuhan kami, ibu selalu fokus untuk merawat kami dengan baik. Hingga ketika ayahku memutuskan untuk meninggalkan kami demi wanita lain yang lebih muda, ibuku sangat terpukul dan jatuh sakit. Ibuku menderita diabetes dan juga stroke. Tapi walaupun sakit, Ibuku tetap berusaha untuk bekerja untuk menghidupi kami. Dia bekerja sebagai tukang cuci baju di pagi hari dan menjual makanan di sore hari. Dia tidak pernah mengeluh di depan kami anak-anaknya!" kenang Tommy sedih.

__ADS_1


"Aku sangat membenci ayahku! Tidak pernah sekalipun ia berusaha mencari kami. Hanya ketika dia sekarat dan hartanya sudah habis oleh wanita itu, dia berusaha mencariku yang sudah sukses sebagai pengacara. Namun tidak pernah sekalipun aku datang menjenguknya hingga sekarang!" lanjut Tommy.


"Apakah kamu tahu dimana ayahmu tinggal?"


"Iya aku tahu tapi aku sungguh tidak mau menemuinya. Itulah adalah karmanya! Aku tahu dia sedang menderita kanker usus stadium 3. Adikku perempuanku sudah menemuinya dan kadang membantunya tanpa sepengetahuanku! Tapi aku sungguh tidak sanggup melupakan apa yang ia perbuat terhadap kami, terutama ibuku! Adikku masih sangat kecil ketika ayah pergi, sehingga dia tidak paham bagaimana rasanya pada saat itu! Aku juga tidak melarangnya karena kau tahu kalau adikku akan melawanku dan hubungan kami akan menjadi tidak baik! Sebelum ibu meninggal, ibu berpesan kepadaku untuk selalu menjaga dan merawat adikku satu-satunya!"


"Siapa nama adikmu? Kenapa dia tidak pernah datang ke kantor?"


"Namanya Anne! Dia sekarang sudah bekerja sebagai manager di kota YY dimana orang tuamu tinggal. Jadi dia jarang sekali untuk datang kesini. Kadang kalau aku sedang libur, aku yang akan mengunjunginya. Dia akan menikah akhir tahun ini! Syukurlah calon suaminya orang baik!"


"Bagaimana denganmu?"


"Ada apa denganku?" Tommy bingung.


"Aku sedang mencari wanita seperti Fiona. Gadis yang cantik, manis dan memiliki watak keibuan!" ucap Tommy serius.


"Kamu sedang bercanda kan?" tanya Dave.


"Tidak, aku sedang tidak bercanda! Kamu tidak bisa melihat ada sebuah berlian di depan matamu dan kamu mau menukarnya dengan sebuah batu. Kalau kamu benar-benar menyia-nyiakan Fiona, aku tidak akan segan lagi kepadamu! Aku juga sudah lama tidak memiliki pacar karena aku selalu sibuk untuk mengejar cita-citaku sebagai seorang pengacara! Sekarang aku sudah tidak mencari pacar lagi namun aku mencari istri!"


"Cari orang lain sana! Fiona milikku!"


"Kamu sendiri kan yang membuat surat perjanjian itu?"

__ADS_1


"Aku tahu aku sudah bodoh tapi sekarang semuanya berbeda!"


"Apanya yang berbeda?" ucap Tommy yang menjadi penasaran.


"Aku... Aku sudah jatuh cinta kepadanya! Tapi aku tidak tahu bagaimana perasaannya terhadapku!"


"Apakah Fiona tahu kalau kamu sudah jatuh cinta padanya? Apakah kamu sudah memberitahunya?"


"Belum! Aku tidak bisa memberitahunya karena aku tidak siap dengan penolakan! Aku akan membuatnya jatuh cinta kepadaku!"


"Kamu sudah buta, ya?"


"Apa maksudmu?"


"Kamu pikir aja sendiri jawabannya! Aku senang melihatmu menderita seperti ini!" jawab Tommy senang.


Dave pasti benar-benar bodoh kalau dia tidak bisa melihat dan menyadari perasaan Fiona terhadapnya. Tommy bisa mengetahuinya hanya dari cara Fiona menatapnya! Tapi Tommy akan membiarkan Dave menderita sedikit. Tidak ada salahnya untuk bersenang-senang sedikit, batin Tommy.


Hari sudah semakin larut, Tommy memesan taksi online supaya bisa membawanya kembali ke kantor untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana. Fiona dan Dave mengantarkan Tommy ke depan hingga ia telah naik ke dalam mobil dan mengucapkan perpisahan untuk malam ini.


Fiona telah kembali ke dalam rumah, sementara Dave masih berdiri mematung di bawah sinar bulan dan memikirkan apa yang telah dikatakan Tommy tadi!


Apa yang tidak aku ketahui atau aku sadari? pikir Dave muram.

__ADS_1


__ADS_2