Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Tommy memberi kejutan dengan menjemput di bandara!


__ADS_3

Mereka bangun di subuh hari supaya tidak ketinggalan pesawat. Dave sudah memesan taksi di lobi resepsionis semalam agar bisa mengantarkan mereka ke bandara. Setelah proses check-out yang tidak memakan waktu lama karena mereka tidak perlu membayar apapun, supir taksi membantu mereka untuk memasukkan koper-koper mereka ke dalam bagasi. Fiona yang masih merasa mengantuk, tidak banyak membantu. Dia sudah masuk ke dalam taksi dan menunggu Dave. Setelah semuanya selesai, akhirnya mereka berangkat ke bandara.


Sesampainya di bandara dan sudah melewati beberapa proses, Fiona yang kelupaan untuk membelikan oleh-oleh untuk Angie, memutuskan untuk berjalan-jalan. Karena masih sangat pagi, tidak banyak toko yang sudah buka. Sehingga Fiona masuk ke toko yang menjual baju-baju khas pulau itu. Fiona memilih untuk membeli sebuah atasan dengan corak bunga-bunga dengan dasar berwarna merah untuk Angie. Ketika hendak membayar, Fiona melihat sebuah gantungan kunci lumba-lumba yang berpasangan.


Lucu juga,pikir Fiona.Tetapi Fiona tidak yakin kalau Dave mau menerimanya sehingga dia akan menyimpannya dulu untuk kenang-kenangan mereka sudah datang ke pulau ini. Di kasir, Fiona melihat ada coklat buatan pulau ini dan memutuskan akan membeli untuk diberikan ke Tommy.


Walaupun aku belum bertemu secara langsung, namun Tommy orang yang enak untuk diajak berbicara. Memberinya coklat untuk dinikmati, tidak ada salahnya kan? pikir Fiona.


Puas dengan apa yang sudah dibelinya, Fiona segera mencari Dave yang menunggu di ruang tunggu.


Fiona segera menemukan Dave yang sedang melihat-lihat keadaan di sekeliling.


"Sudah mendapatkan apa yang ingin kamu beli? tanya Dave.


"Sudah kok."


"Kok kamu cepat sekali, Fio?"


"Iya karena masih belum banyak toko yang sudah buka. Tapi gak apa-apa, aku sudah dapat kok!"


"Baiklah. Kamu beli apa tadi?"


"Baju buat Angie!" Jawab Fiona yang tidak mau memberitahu Dave bahwa dia sudah membeli gantungan kunci pasangan dan coklat untuk Tommy.

__ADS_1


"Apakah kamu lapar? Kita masih ada waktu 40 menit sebelum masuk ke pesawat."


"Gak usahlah. Nanti kita bisa makan sesampainya di kota tapi kalau kamu sudah lapar, aku akan menemanimu."


"Aku belum terlalu lapar. Tapi aku akan membeli kopi dan roti bagel. Apakah kamu mau?"


"Boleh juga."


Ternyata ketika Dave pergi untuk membeli, sudah ada antrian yang cukup panjang. Dave tidak mau mengecewakan Fiona sehingga mau tidak mau dia menunggu antrian. Fiona yang sedang menunggu, mendapat telpon dari Tommy.


"Pagi, Fio! Jam berapa penerbanganmu?"


"Pagi juga.Ini 40 menit lagi akan masuk ke pesawat dan berangkat."


"Sekitar jam 12.15!


"Apakah sudah ada yang menjemput?"


"Kata Dave kita akan naik taksi! Kok kamu sudah bangun, Tom?"


"Iya, aku selalu bangun lebih awal untuk bersiap-siap berangkat kerja. Nasib tidak punya istri yang mempersiapkan sarapan dan baju kerjaku." canda Tommy.


"Cari dong. Cowok seganteng kamu tidak akan susah mendapatkan istri!"

__ADS_1


"Aku maunya kamu, gimana dong?" canda Tommy yang membuat Fiona tersipu malu.


Fiona terdiam beberapa saat karena tidak tahu apa yang akan dikatakannya.


"Jangan begitu, walaupun pernikahanku dengan Dave hanya diatas kertas, namun aku tidak akan berselingkuh darinya selama aku masih menikah dengan Dave!"


"Ahhhh, aku jadi tambah bersemangat untuk mengejarmu! Hahaha. Ngomong-ngomong dimana Dave? Karena kalau Dave ada disampingmu, kamu tidak akan bisa leluasa untuk berbicara denganku!"


"Dave sedang pergi untuk membelikanku kopi dan roti bagel. Kamu ada perlu dengan Dave?"


"Gak perlu kok. Kalau aku ada perlu, aku pasti akan menelpon ponselnya langsung. Kalau begitu, Fio, aku akan bersiap-siap untuk kerja. Sampai kita bertemu ya!"


"Selamat bekerja!" jawab Fiona.


Ketika Fiona mengakhiri telpon dari Tommy, Dave datang dengan membawa kopi dan roti bagel. Fiona meminum kopinya dan memakan bagelnya dengan cepat. Sebelum mereka berangkat naik ke pesawat, Fiona memutuskan untuk pergi ke toilet. Dalam perjalanan ke toilet, Ada sebuah toko yang baru saja dibuka, Fiona melihat ada pasangan kaos bergambar lumba-lumba.


Lucu sekali! Fiona memutuskan untuk membelinya dan menyembunyikan didalam tasnya. Ternyata ketika Fiona kembali dari toilet, mereka sudah dipanggil untuk menaiki pesawat.


Penerbangan mereka kali ini agak mengalami turbulensi karena keadaan cuaca yang berawan. Fiona berulang kali ketakutan dan tangannya menggenggam tangan Dave dengan sangat erat. Sesampainya mereka di kota, mereka segera mengambil bagasi mereka. Mereka segera keluar untuk mencari taksi namun ternyata Tommy sudah ada di bandara untuk menjemput Dave dan Fiona.


Tommy berteriak untuk memanggil mereka. Fiona menyadari bahwa ada seseorang yang meneriakkan namanya, segera berpaling dan mencari sumber suaranya.


Dave yang sudah mengenali suara Tommy, berpikir muram. Bagaimana ia bisa tahu jam kedatangan kami? Apakah Tommy dan Fiona saling berkomunikasi? Dave mendadak menjadi cemburu dan marah.

__ADS_1


Di sisi lain, Fiona yang tidak tahu bagaimana perasaan Dave, merasa senang sekali karena akhirnya mereka bisa bertemu. Fiona tidak menyadari kata-kata Tommy ketika Tommy menelponnya tadi. Bahwa mereka akan segera bertemu! Tommy sungguh memberikan kejutan bagi Dave dan Fiona.


__ADS_2