
Akhirnya Fiona dan Tommy berdiri berhadapan. Fiona dengan ramahnya menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Halo, Aku Fiona. Akhirnya kita bertemu langsung dan senang berkenalan denganmu!
"Hahaha. Aku Tommy Wong dan aku yang sangat senang bertemu langsung denganmu. Bagaimana penerbangannya?
"Lumayan tapi ada sedikit turbulensi. Kok kamu bisa ada disini?"
"Iya tadi habis meeting dengan klien terus mau pergi makan siang. Karena meetingku dekat dengan bandara, aku berpikir sekalian aja kesini."
"Oh, begitu! Aku pikir kamu kesini untuk menjemput kita."
"Gak lah, karena kebetulan aja. Sini kubantu kamu untuk membawa koper-kopermu. Aku parkir mobilku agak jauh."
Belum sempat Fiona menolak, Tommy sudah mengambil koper Fiona. Dave yang merasa tidak dihiraukan, merasa sebal.
"Bro, bagaimana dengan koperku?"
"Kamu bawa sendirilah. Jangan manja!" jawab Tommy sambil mengedipkan mata ke arah Fiona.
Mereka berjalan ke arah parkiran mobil. Fiona berjalan di samping Tommy dan mereka berbincang-bincang seolah mereka sudah saling mengenal lama. Sedangkan berjalan di belakang mereka, Dave merasa mau marah namun dia menyadari kesalahannya sendiri karena ketika membuat surat perjanjian itu, Tommy sedang bersamanya bahkan Dave sedikit berkonsultasi dengan Tommy. Dave juga baru menyadari bahwa dia telah menyakiti perasaan Fiona ketika membuat surat itu. Dia juga menyadari juga bahwa istrinya bukanlah gadis yang tidak menarik atau cantik bagi lelaki lain. Fiona adalah gadis yang ramah dan supel. Dia dengan mudahnya bergaul dan enak diajak berbicara. Dave tidak suka melihat Fiona bersama lelaki lain walaupun lelaki itu adalah teman sekaligus rekan kerjanya.
Akhirnya mereka sudah sampai di mobil Tommy. Tommy memasukkan koper-koper mereka dibagasi. Ketika hendak masuk mobil, Tommy menghalangi Dave yang hendak di kursi depan, di samping Tommy.
"Bro, kamu duduk di belakang. Yang akan duduk disini Fiona!"
"Tapi bro, aku kan selalu duduk di depan bersamamu!"kata Dave kesal.
"Eh, gak apa-apa, Tom. Aku akan duduk di belakang. Biarkan aja kalau Dave mau duduk di depan!"
Tanpa menunggu jawaban Tommy, Fiona sudah masuk ke mobil dan duduk di belakang. Dave tersenyum lebar karena merasa menang. Tommy akan mengajak Dave berdebat namun Fiona berkata
"Tommy, yuk kita pergi makan. Aku sudah lapar karena hanya makan roti bagel dan minum kopi sejak pagi."
Tommy segera masuk dan menghidupkan mobilnya.
"Fio, mau makan apa?"
"Apa aja. Aku bisa makan apa aja kok kalau sudah lapar."
__ADS_1
"Kalau begitu, di dekat bandara ada restaurant khusus bakmie ayam jamur yang enak. Apakah kamu suka bakmie? Bakmie adalah favoritku jadi aku sering kesini."
"Wah, mau! Ternyata makanan favorit kita sama ya."
Dave yang merasa tidak dianggap, mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa pesan ke Fiona.
"Ingat ya, sampai kita bercerai. AKU MASIH SUAMIMU!"
Fiona memeriksa ponselnya ketika ponselnya bergetar. Dia melihat dia mendapat pesan dari Dave dan segera membukanya. Fiona hanya membaca namun menaruh kembali ponselnya di tas.
Kenapa sih ini orang? Dia kan ada disini dan aku tidak berselingkuh! pikir Fiona.
Dave melihat ponselnya lagi. Dilihatnya Fiona sudah membaca pesannya tapi tidak membalasnya.
Fiona dan Tommy masih berbincang-bincang tanpa menghiraukan Dave sama sekali.
Dave kembali mengirimi Fiona pesan.
"FIONA, INGAT KAMU MASIH ISTRIKU!
Namun lagi-lagi Fiona melakukan hal yang sama. Dibuka dan dibacanya pesan dari Dave namun tidak dibalasnya. Fiona yang jengkel karena merasa Dave sangat kekanak-kanakan, memutuskan untuk mematikan ponselnya. Ponselnya sudah mati dan dimasukkan ke dalam tasnya.
"Apakah kamu akan kembali ke kantor hari ini Tom? tanya Dave.
"Iya, aku akan kembali karena besok dan lusa akan ada persidangan. Kapan kamu akan kembali bekerja? Bagaimana dengan kasus seorang aktris yang sedang kamu tangani?"
"Aku tidak akan bekerja sampai Senin minggu depan karena bulan madu kami belum selesai." ucap Dave sengaja untuk menunjukkan kalau dia masih suami sah dari Fiona.
"Lana adalah model terkenal bukan aktris! Aku akan bertemu dengannya senin untuk membicarakan kasusnya."
"Huft, mau model atau aktris, sama aja. Aku tidak suka keduanya. Mereka biasanya cantik namun tidak punya otak!"
"Lana, seorang model profesional yang hebat. Dia mendapatkan pelecehan oleh salah satu designer ternama di negeri ini. Dia bukannya diam dan menyembunyikan masalah pelecehan tersebut, namun dia malah melaporkan designer itu. Dia gadis yang cukup berani dan karirnya cukup menanjak."
Fiona sedang diam dan mendengarkan percakapan Dave dan Tommy. Namun ketika Dave menjabarkan tentang wanita lain, hati Fiona sakit. Bagaimana bisa ada seorang wanita sehebat itu? pikir Fiona.
Kemudian Fiona membayangkan model yang terkenal itu dengan Dave. Jika mereka bersama, mereka akan kelihatan cocok sekali, pikir Fiona lagi dengan sedih.
"Kalau kamu, Fio, kapan akan kembali kuliah?" tanya Tommy memecah lamunan Fiona.
__ADS_1
"Sama, aku akan kembali kuliah hari Senin nanti."
Ketika Tommy hendak bertanya lagi, makanan mereka sudah datang. Fiona menatap mangkok bakmi-nya tapi Dave yang juga melihat kalau porsinya kecil, langsung memanggil pelayan dan memesan seporsi lagi.
"Kamu lapar, Dave?" tanya Tommy.
"Bukan buat aku tapi buat Fiona."
Tommy kaget dan Fiona tersenyum senang karena Dave ingat dan menyadari kalau porsi bakmi-nya akan kurang.
"Kamu yakin? Fiona kan mungil!" tanya Tommy lagi karena merasa tidak yakin.
"Yakin, Dia kan istriku. Aku juga baru saja pulang dari bulan madu. Kenapa juga aku harus menjelaskannya kepadamu?" jawab Dave jengkel.
Fiona yang sudah kelaparan, tidak mau lagi menunggu untuk makan.
"Selamat makan semua!" ucap Fiona. Tanpa menunggu lagi, Fiona segera mencampur sambal ke bakmie dan mengaduknya. Fiona sudah selesai memakan semua ketika Dave dan Tommy masih ada separuh di mangkok. Tak berselang lama, porsi kedua datang. Tommy takjub karena gadis kecil dan mungil ini sanggup makan banyak dan tidak menjaga image seperti gadis lain yang akan makan sedikit dan berkata bahwa mereka sedang diet. Tommy semakin menyukai Fiona yang apa adanya.
Karena Tommy harus kembali bekerja, Tommy meminta maaf karena tidak bisa berlama-lama. Dipanggilnya pelayan dan meminta bon makanan mereka.
"Biarkan aku yang membayar karena aku sangat senang berjumpa denganmu, gadis mungil, Fiona!"
Tommy langsung memberikan uang ke pelayan restaurant. Fiona tidak tahu kapan lagi dia bisa bertemu dengan Tommy sehingga dia membuka tas dan menyerahkan coklat khas dari pulau BB ke Tommy.
"Apa ini?"
"Tadi pagi ketika menunggu pesawat, aku mencari oleh-oleh untuk sahabatku, Angie. Maafkan aku ya, aku hanya bisa membelikanmu coklat ini." kata Fiona.
"Terima kasih sudah membelikan coklat. Walaupun hanya coklat, namun ketika kau membelinya, kamu memikirkanku." jawab Tommy yang menerima coklat itu dengan senang.
Dave yang tidak tahu bahwa Fiona membelikan oleh-oleh untuk Tommy yang sebelumnya bahkan tidak dikenalnya, menjadi marah dan cemburu. Fiona tidak membelikanku apa-apa namun dia membelikan lelaki lain COKLAT! Dave akan menanyai Fiona nanti ketika mereka sudah sampai di rumah, batin Dave.
Setelah sampai dirumah dan membantu menurunkan koper-koper mereka, Tommy berpamitan.
"Terima kasih sekali lagi untuk coklatnya dan aku berharap kapan-kapan kita akan bertemu lagi, Fio! Aku akan mengirimimu pesan nanti. Bye, Fiona! Bye, Dave! ucap Tommy sambil masuk ke arah mobil.
Setelah Tommy pergi, Fiona masih tidak menyadari bahwa dia sedang bermain dengan api. Api yang membara!
Fiona membuka pintu rumah dan masuk terlebih dahulu. Dave masih memikirkan bagaimana dia akan berbicara dengan Fiona! Dave baru menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu cemburu kepada seorang gadis yang bahkan tidak menarik perhatiannya ketika dia kecil.
__ADS_1