Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Berita mengejutkan.


__ADS_3

 *****Sepulang kantor*****


Tommy sudah memerintahkan sekretarisnya untuk memesan makanan apa saja untuk dibawa ke rumah sakit, untuk dirinya sendiri dan Dave.  Seharian bekerja tanpa henti membuat Tommy lelah. Beberapa hari belakangan, beban pekerjaannya bertambah walaupun Dave sudah mulai membantu dan bekerja dari rumah sakit. Penyakit insomnia yang dideritanya juga semakin parah. Namun semalam ketika Lana tidur di sampingnya, pria itu tidak membutuhkan waktu lama untuk jatuh tertidur. Semalam dia tertidur seperti bayi.


Tommy bergegas pergi ke rumah sakit dengan membawa sekantung besar yang berisi makanan dan kabar yang mungkin akan mengejutkan bagi Dave dan Fiona. Kabar itu sendiri juga masih mengejutkan bagi dirinya sendiri. Selama ini, sebagai lelaki bujangan, Tommy benar-benar menetapkan standar tinggi untuk seorang wanita yang akan menjadi istrinya. Dia benar-benar tidak berharap untuk mendapatkan istri dengan profesi seorang model. Mengingat betapa ia sangat membenci wanita cantik dan sexy namun bodoh dan matrealistis.


Namun Lana mengandung anaknya! Tommy tidak menginginkan anak yang dikandung Lana menjadi anak haram dan menjadi bahan cemoohan orang lain. Tommy bertekad bahwa anaknya kelak harus memiliki hidup yang lebih baik dan bahagia daripada yang ia alami dulu.


Masa lalunya pahit karena tindakan ayahnya yang menelantarkan istri dan anaknya sendiri. Tommy harus berjuang untuk membantu ibunya dan bersekolah. Sementara sekarang, pria itu sudah bisa menikmati hasil dari kerja kerasnya. Walaupun ia bukan orang yang kaya raya, setidaknya apa yang ia miliki adalah buah dari kerja keras dan disiplin yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahun.


Sayang, Ibu tidak pernah bisa merayakan hasil kerja kerasku! Tetapi ayahku malah yang berharap bahwa aku akan membantunya, pikir Tommy pahit!


****Kamar Fiona di rumah sakit****


Dave sedang mandi di kamar mandi dan Fiona sedang duduk di ranjang yang sudah ditegakkan oleh Dave sebelum mandi. Raut wajah Fiona sudah tidak sepucat seperti dulu. Wajah gadis itu sudah lumayan bercahaya walau masih terlihat lemah. Tommy mengetuk pintu kamar dan masuk ke dalam. Senyum manis dan lemah sudah tersungging tipis di bibir gadis itu.


"Halo, masuk Tom!" pinta Fiona.


Tommy masuk dan menaruh barang bawaannya ke meja dan mencopot jas-nya dan menaruh di sofa. Tommy berjalan mendekati Fiona dan memeluk gadis itu. Diciumnya pipi Fiona dengan rasa sayang! Dave tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan melihat adegan yang baru saja terjadi.


"Whooooaaa...Whoaaa.... apa yang sedang kamu lakukan, bro? Aku baru menghilang dari sisi istriku sekian detik saja, sudah ada lelaki lain yang memeluk dan mencium istriku! Mungkin aku akan mengurung istriku di rumah dan tidak memperbolehkannya keluar sama sekali!" canda Dave.


"Lihat! Kenapa kamu mau menikahi lelaki posesif dan kolot seperti dia sih? Lebih baik sama aku aja!" canda balik Tommy yang mengedipkan mata ke arah Fiona.


Fiona tertawa melihat kedua orang lelaki yang berada di hadapannya. Mereka adalah dua orang lelaki yang tampan dan sukses. Mereka juga lelaki yang sungguh berarti dalam hidup Fiona. Secara tidak langsung, Tommy dan Dave sudah mengisi ruang hati Fiona yang sempat kosong karena kedua orang tuanya yang meninggal dunia. Fiona tidak menjadi kesepian lagi.


"Karena aku CINTA DAVE!!!" sahut Fiona.


Pernyataan Fiona membuat Tommy terkejut karena pria itu tidak mengetahui kelanjutan dari hubungan rumit Dave dan Fiona. Namun dengan sikap dan perkataan Fiona yang sudah terang-terangan, Tommy berasumsi bahwa semua sudah berjalan lancar bagi mereka berdua dan Tommy merasa bersyukur atas hubungan mereka.


Dave yang mendengar kata Fiona, langsung menghampiri gadis itu dengan rasa gemas. Diciumnya bibir gadis itu berulang kali di depan Tommy.

__ADS_1


"Please, aku mohon biarkan aku yang tua dan sebatang kara ini, tidak perlu melihat adegan-adegan yang bisa membuat iri!" pinta Tommy dengan mimik wajah yang memelas.


"Hahaha, hentikan sayang. Aku malu!" ucap Fiona yang wajahnya sudah memerah.


"Kamu bawa makanan? Kalau tidak bawa, kamu pulang aja deh!" sahut Dave.


"Bocah kurang ajar! Tuh, lihat di meja! Ada banyak makanan! Untuk gadis cantikku ini, aku membawakan bakmie ayam kesukaanmu. Kamu mau, Fio?"


"Mau! Aku sudah lama ngiler bakmie ayam. Makanan rumah sakit bisa membuat umurku pendek!"


"Hush...Jangan berkata seperti itu!" ucap Dave sebal.


Dave membuka kantung makanan yang dibawa Tommy dan memindahkannya ke piring yang sudah tersedia. Dave menyerahkan bakmie ayam kepada Fiona dan Tommy lalu mengambil untuk dirinya sendiri. Dave dan Tommy duduk saling berhadapan dengan Fiona berada di tengah-tengah. Mereka menikmati kenyalnya bakmi dan gurihnya ayam dan pangsit goreng.


"Sebenarnya aku ingin berdiskusi dengan kalian hari ini!" ucap Tommy serius yang membuat Dave dan Fiona saling bertatapan kebingungan.


"Aku juga?" tanya Fiona.


"Iya, kamu juga. Jadi begini, aku tahu bahwa kalian menikah karena perjodohan dan tidak ada rasa cinta dari awal. Bagaimana kalian bisa menyadari kalau kalian saling cinta sebelumnya?"


"Tapi bagaimana kalau ternyata Dave tidak bisa mencintaimu sama sekali?"


"Itu juga yang dari awal membuatku merasa was-was dan sedih. Aku mencintai lelaki dan mengharapkan lelaki itu untuk mencintaiku juga. Aku hancur ketika Dave menyodorkan surat perjanjian pernikahan itu dan berkata akan menceraikanku!"


"Namun harga diriku yang tersakiti oleh Dave karena surat itu dan Lana, membuatku menguatkan diri untuk siap bercerai kapanpun Dave mau! Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintai kita!" tambah Fiona.


Baru kali ini Fiona begitu terang-terangan tentang perasaannya dan itu membuat Dave merasa bersalah. Pria itu berjanji pada dirinya sendiri di dalam hati bahwa ia akan mencintai, menjaga dan menyayangi Fiona hingga ajal memisahkan mereka berdua. Apapun itu yang akan terjadi dalam pernikahan mereka!


"Kalau kamu? Kapan kamu menyadari kalau kamu sudah jatuh cinta kepada Fiona?"


Fiona yang tidak pernah tahu kapan Dave mulai jatuh cinta kepadanya juga bertanya-tanya, bagaimana suaminya bisa jatuh cinta kepadanya! Fiona memasang telinganya baik-baik untuk mendengar jawaban dari Dave dan gadis itu akan mengingat-ingatnya sampai mati.

__ADS_1


"Hmmm, sulit untuk dijelaskan!" jawab Dave pendek yang membuat Tommy dan Fiona sebal.


"Aku tidak suka melihat Fiona bersama lelaki lain! Aku mengkhawatirkan Fiona setiap kali aku sedang tidak bersamanya! Aku suka melihat senyuman di wajah Fiona! Aku...aku juga sangat bergairah ketika berdekatan dengannya!"


Semua penjelasan Dave tentang bagaimana ia menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta kepada gadis itu, semua menjelaskan perasaannya ke Lana!


Jadi apakah aku sudah jatuh cinta kepada Lana? batin Tommy.


"Dan aku juga merasa sangat nyaman ketika bersamanya!" tambah Dave yang menatap mata Fiona dan menggenggam tangan Fiona.


Perasaan Fiona sungguh sedang berbunga-bunga. Impiannya supaya Dave bisa mencintainya, sudah terkabul dan Fiona berharap bahwa perasaan Dave akan bertahan hingga maut memisahkan mereka berdua.


"Kenapa kamu menanyakan ini semua?" tanya Dave tiba-tiba.


Pikiran Tommy yang masih kacau di kepala, membuat lelaki itu tidak mendengarkan pertanyaan Dave. Dave mengulangi pertanyaannya lagi dengan nada yang lebih keras. Tommy yang melamun, terkejut!


"Sebenarnya aku ingin memberitahu kalian!" ucap Tommy.


Namun Tommy berhenti lagi ketika kedua orang itu sedang menunggu berita apa yang akan dikatakan oleh Tommy.


"Aku akan menikah!" kata Tommy.


Fiona yang sedang makan bakminya, tersedak!


"Apa? Dengan siapa? Apa kamu sudah gila?" cerocos Dave yang terkejut.


"Lana Wilson! Gadis itu hamil anakku!" lanjut Tommy.


Fiona dan Dave langsung menatap wajah Tommy dengan rasa tidak percaya. Fiona sendiri bertanya-tanya, sejak kapan Tommy dan Lana sudah mulai berhubungan?


Sementara Dave sudah mengetahui kejadian antara Lana dan Tommy, namun juga ikut terkejut karena berita bahwa Lana hamil dan Tommy akan menikahinya! Dave berdoa di dalam hati semoga semua akan menjadi baik-baik saja antara Lana dan Tommy!

__ADS_1


 


 


__ADS_2