Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Pelangi di atas danau!


__ADS_3

Beberapa saat setelah menikmati pemandangan danau, hujan turun lebat sekali. Walaupun sudah memakai jaket dari Dave, tapi Fiona masih merasa kedinginan. Badan Fiona mulai menggigil dan Dave merasakannya. Otomatis Dave merangkul bahu FIona agar lebih mendekat. Namun Fiona sungguh sangat enggan untuk dipeluk oleh Dave lagi karena sebenarnya dia masih merasa sebal ketika Dave mengatakan dia akan menemui seorang wanita ketika kembali dari bulan madu mereka. Dave merangkul Fiona erat karena Dave senang bisa mendapatkan kesempatan ini. Fiona wangi walaupun tidak memakai parfum dan badan Fiona mungil sekali. Rasanya tubuh Fiona memang diciptakan untuk dipeluk.


Mereka sudah memakan makanan ringan dan meminum kopi khas dari pulau ini yang sangat enak. Namun, mereka masih menunggu makan siang mereka yang belum diantarkan.


Aku mohon semoga mereka akan mengantarkan makanan mereka lebih lama supaya aku bisa menghabiskan waktu seperti ini bersama dengan Fiona, batin Dave. Sekarang, Dave sendiri tidak yakin kalau dia sudah jatuh cinta terhadap Fiona atau belum.


Jika memang aku sudah jatuh cinta terhadap Fiona, aku tidak akan menyatakan perasaanku sebelum aku mengetahui bagaimana perasaannya terhadapku, Dave sudah memutuskan dalam hati!


Dave menatap Fiona lama hingga gadis itu menyadari bahwa dirinya sedang ditatap oleh Dave. Dave sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mengetahui perasaan Fiona sesungguhnya terhadap dirinya. Namun gadis ini tidak memberontak sama sekali ketika dia menyodorkan surat perjanjian pernikahan mereka. Gadis ini hanya membaca dan menandatangani tanpa sepatah kata-pun. Kini keadaan lebih ruwet karena Tommy secara terang-terangan menyatakan kalau dia meminta kesempatan untuk mendekati Fiona.


Argh, aku tidak bisa berpikir sama sekali untuk bisa mengetahui perasaan Fiona, pikir Dave geram.

__ADS_1


Sementara pikiran Dave sedang berkecamuk, Fiona hanya duduk dan menikmati pemandangan tanpa memikirkan apapun. Fiona saat ini sedang bersyukur bahwa dia bisa datang menikmati liburan dengan cinta pertamanya. Walaupun Fiona tahu bahwa Dave tidak mencintainya dan tidak akan mencintainya, namun Fiona tetap merasa senang karena dia tidak pernah bisa berlibur seperti liburannya kali ini.


Walaupun Dave memelukku hanya karena dia tidak menginginkan aku jatuh sakit, entah kenapa perasaanku bahagia sekali dan jantungku sedikit berdebar-debar, pikir Fiona.


Selang beberapa waktu, makanan mereka datang. Fiona mulai menjauhkan diri karena dia tidak akan bisa makan kalau dipeluk dengan erat seperti ini. Sungguh Dave merasa tidak rela ketika Fiona sudah tidak ada di pelukannya lagi.


"Selamat makan, Dave." ucap Fiona.


"Selamat makan, Fiona." balas Dave.


"Lihat Dave, ada pelangi! Mau gak kita berfoto sebentar dengan latar belakang danau dengan pelangi di atasnya?"

__ADS_1


"Boleh, kalau begitu sebentar. Aku akan memanggil pelayan supaya membantu kita mengambil foto."


"Oke. Kalau begitu aku akan mencari sudut yang paling bagus."


Dave memanggil salah satu pelayan untuk meminta tolong. Fiona sudah menemukan sudut yang bagus, Dave datang menghampirinya bersama dengan pelayan. Fiona yang merasa sungguh beruntung karena mendapatkan moment yang pas, dia tidak enggan untuk melingkarkan tangannya ke lengan Dave. Setelah beberapa foto sudah diambil, mereka kembali ke meja mereka. Fiona sudah mengirimkan foto ke ponsel Dave tanpa diminta dan melihat ulang foto-foto yang sudah diambil. Foto-foto kali ini lebih bagus daripada foto sebelumnya. Pemandangannya indah dan mereka semua menjadi lebih dekat.


Kami sungguh kelihatan seperti pasangan yang sedang jatuh cinta di foto-foto ini, pikir Fiona. Namun di kehidupan nyata, Dave bahkan memiliki wanita untuk ditemuinya ketika kembali. Apakah aku harus berusaha melupakan Dave? Apakah aku harus mencari lelaki lain untuk menjadi pasanganku? Tapi perasaanku selama ini tidak pernah berubah! Hatiku terasa sakit karena cintaku bertepuk sebelah tangan. Jangan sampai Dave mengetahui bagaimana perasaanku sebenarnya! batin Fiona.


Mereka kembali dalam keadaan semula, mereka hanya makan dan saling diam karena banyak sekali pikiran yang berkecamuk di kepala mereka berdua. Ketika makanan sudah habis dan hari sudah semakin sore, mereka memutuskan  kembali ke resort supaya bisa berkemas untuk kembali ke kota. Sungguh tak terasa waktu berlalu sungguh cepat bagi mereka berdua. Mereka berdua sama-sama enggan untuk kembali ke kota. Fiona enggan kembali ke kota karena dia berpikir Dave akan segera menemui wanita yang sempat disebutnya sedangkan Dave enggan kembali ke kota karena dia tidak mau Fiona bertemu dengan Tommy.


Dave yakin sekali kalau setibanya di kota nanti, Tommy akan mencari cara atau alasan untuk menemui Fiona. Terlebih lagi sekarang mereka sudah saling mengirimi pesan satu sama lain!

__ADS_1


Jangan harap untuk bisa macam-macam, aku akan selalu menempel pada Fiona! batin Dave. Untung Fiona tidak bisa menyetir mobil sendiri jadi aku bisa punya alasan untuk bisa mengantar dan menjemputnya.


Akhirnya mereka sudah sampai di bungalow ketika hari sudah malam dan memutuskan untuk segera berkemas karena pesawat mereka akan pergi di pagi hari.


__ADS_2