Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Memperkenalkan Tommy sebagai calon suami!


__ADS_3

Terima kasih buat pembaca setia yang masih menunggu kelanjutan dari novel ini. Otak Mak dulu sudah buntu buat kelanjutan novel ini. Harap maklum karena ini novel pertama Mak... Sekarang Mak sudah fokus dan pengen nyelesain ini novel, tapi Maaf Mak serakah karena Mak butuh dukungan kalian. Jadi jangan lupa sajennya yak?! Jangan lupa juga baca novel Mak yang kedua "Menaklukkan cintamu"


love you all❤️❤️❤️


Setelah puas mencium Lana, Tommy masih menatap netra Lana yang sayu dan lembut. Hati Tommy dan Lana sama-sama berdebar karena ciuman itu. Sedangkan Lana yang sedang ditatap, menjadi sedikit gugup dan salah tingkah.


"Apa make-up ku luntur? Apa ada yang aneh di wajahku?" tanya Lana gugup sambil mencoba membersihkan wajahnya yang bersih.


"Kamu cantik." ucap Tommy spontan.


Blush. Hanya dengan dua kata saja yang terucap dari bibir yang sudah memenuhi ruang di hatinya, membuat pipi Lana merona dan panas seperti seorang remaja yang baru kasmaran.


Lana memalingkan wajahnya karena malu. "Berhenti menatapku seperti itu. Aku mohon!" pinta Lana.


Tommy bukannya menghentikan tatapannya, malah menarik wajah Lana dengan kedua tangannya untuk menatapnya kembali. Ketika Lana sudah menatapnya lagi, Tommy berkata " Aku belum pernah merasakan hal seperti ini kepada seorang wanita. Aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu!"


Tommy mengeluarkan segala uneg-uneg yang bertahan di hatinya selama mengenal gadis di depannya.


"Aku marah ketika aku tidak bisa melindungimu. Aku cemburu ketika ada lelaki yang mendekatimu. Aku sedih ketika kau menjauhiku atau marah padaku. Tapi perhatian sekecil apapun yang kau berikan padaku, bisa membuat aku bahagia dan senang sepanjang hari. A...aku... merasa kalau diriku sudah gila!" lanjut Tommy berbicara tanpa henti.

__ADS_1


Lana tercengang mendengarkan penjelasan Tommy karena selama ini lelaki itu tidak pernah mengatakan bahwa dia memiliki perasaan padanya. Hati Lana sungguh melambung tinggi bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Sekarang rasa galaunya akan pernikahan tanpa cinta, seakan hilang ditelan bumi.


"Aku cinta padamu, Lana. Apakah kau mau menerimaku sebagai suamimu seutuhnya?" lamar Tommy dengan sungguh-sungguh.


Air mata Lana tiba-tiba mengalir dari netranya. Itu bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia. Melihat air mata gadisnya mengalir, Tommy merasa sedih. Tommy berpikir kalau ia sudah memaksa Lana dengan perasaan cintanya.


"Maaf...maaf. Aku tidak bermaksud memaksamu. Aku...aku hanya ingin menyatakan semua perasaanku padaku. Aku... aku tidak bisa memendamnya lagi..." ucap Tommy sambil melepaskan tangannya dari wajah Lana. Hati Tommy terasa sedang diremas-remas. Raut wajahnya berubah seketika menjadi sedih.


Lana langsung melihat perubahan itu dan akhirnya membuka suara.


"Aku sudah sejak lama menyukaimu..." ujar Lana.


"Benarkah?!" potong Tommy.


Lana menganggukan kepalanya berulang kali sambil tersenyum. Tangannya mengusap air matanya dengan cepat.


"Aku sudah menyukaimu ketika pertama kali aku melihatmu di kantor Dave. Tapi saat itu, aku merasakan aura permusuhan darimu. Sehingga aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Aku selalu bersemangat ketika pergi ke kantor Dave dan berharap bahwa aku akan bertemu denganmu... Setelah apa yang terjadi dengan kita, aku sama sekali tidak pernah menyesalinya. Apalagi ketika aku mengetahui bahwa aku mengandung anakmu. Aku bahagia sekali." terang Lana.


"Sekarang, ketika mengetahui bahwa cintaku tidak bertepuk tangan, aku sangat bahagia sekali. Terima kasih sudah mengatakannya padaku." ucap Lana.

__ADS_1


Tommy mencerna setiap kata yang terucap dari Lana. Ternyata mereka saling mencintai. Oh Tuhan, terima kasih! batinnya dalam hati.


Tommy langsung merengkuh tubuh Lana dalam pelukannya dan tak henti-hentinya menciumi kening dan juga seluruh wajah Lana.


Beberapa saat kemudian, setelah mereka puas menyatakan perasaan mereka satu sama lain, mereka segera keluar dari mobil sambil bergandengan tangan. Mereka kembali ke studio pemotretan untuk meminta maaf dan mempublikasikan hubungan mereka.


Semua orang yang bekerja di studio, menatap kedua sejoli itu. Mereka berbisik-bisik dan menerka-nerka hubungan keduanya. Marko juga berada disana dengan raut wajah marah. Wajahnya sedikit bengkak karena pukulan Tommy. Tapi Marko tidak mempedulikan wajahnya, saat ini ia hanya memikirkan bagaimana untuk memisahkan kedua orang itu.


Marko sudah tidak bisa membedakan antara cinta atau sekedar ambisi. Dia menginginkan Lana menjadi miliknya!


"Teman-teman, saya memohon maaf atas kejadian yang baru saja terjadi. Telah terjadi kesalahpahaman dari Tunangan saya, Tommy. Oleh karena itu saya memohon maaf sebesar-besarnya!" ucap Lana tulus memohon maaf kepada semua orang di lokasi.


"Wah tunangan... ternyata Lana sudah bertunangan..." bisik semua orang disana membicarakan Lana dan Tommy.


Semua orang di lokasi menjadi ribut membicarakan mereka berdua. Sedangkan Lana ingin menjelaskan secara langsung hubungan mereka pada semua orang. Raut wajah bahagia sudah terpampang dengan jelas di wajah Tommy maupun Lana.


"Sudah....sudah... ayo kita kembali bekerja! Dan kau Lana, sana kembali ke kamar rias untuk di retouch!" perintah fotografer.


Lana mengangguk pada sang fotografer dan berjalan kembali ke ruang rias, diikuti oleh Tommy. Hampir semua orang yang berada disana memberikan ucapan selamat pada mereka, tentu saja kecuali Marko! Semua orang disana juga ikut bahagia dan mendoakan yang terbaik baik Tommy dan Lana. Terlebih mereka sangat bahagia bahwa pasangan Lana bukanlah Marko! Karena mereka semua tahu bagaimana tabiat Marko!

__ADS_1


__ADS_2