
Sudah lama Fiona di rumah sakit, namun Dokter Rio yang menangani Fiona masih enggan untuk memperbolehkan gadis itu pulang karena cairan di paru-parunya masih di atas normal. Beberapa kali paramedis menyedot cairan tersebut dan selalu menyebabkan Fiona terbaring lemah dan kesakitan. Namun luka dari tusukannya sudah mengalami perkembangan yang pesat.
Dave yang selalu menjaga Fiona setiap saat, selalu melihat gadis itu kesakitan dan hati Dave rasanya seperti ikut di iris-iris! Dia tidak ingin melihat istri yang disayanginya menangis kesakitan. Untungnya Dave sudah mendapat seorang asisten rumah tangga untuk membantu dan merawat Fiona ketika gadis itu diperbolehkan pulang nanti.
Dave mendapatkan asisten tersebut dari Astrid, sekretarisnya. Wanita paruh baya yang lembut langsung disukai Dave ketika pertama kali bertemu untuk diwawancarai. Walaupun usianya sudah tidak muda, namun dia masih cekatan ketika bekerja. Namanya Bi Ayu! Dia wanita yang berumur lima puluh tiga yang sudah ditinggal anak dan suaminya. Anaknya meninggal ketika berusia dua puluh tahun karena kecelakaan dan suaminya juga meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya bertahun-tahun. Bi Ayu harus bekerja di usia tua karena rumah yang ia tinggali dan harta bendanya habis karena membiayai suaminya yang sakit-sakitan.
Untuk sementara waktu, Bi ayu bekerja membantu seorang suami istri. Namun pasangan tersebut harus pindah keluar kota karena suaminya dipindah tugaskan, Ketika itulah, Bi Ayu menyewa sebuah kamar kost untuk ditinggali dan untungnya, Astrid adalah tetangganya. Bi Ayu sering mengetuk kamar Astrid ketika memiliki makanan lebih dan mereka juga sering mengobrol. Bi Ayu tidak memiliki sebuah Tv di kamarnya, sehingga kalau ia sedang ingin menonton TV, ia akan mengetuk kamar Astrid. Astrid juga tidak keberatan dengan kedatangan Bi Ayu karena wanita itu sungguh baik dan Ibu Astrid tinggal di desa. Suatu ketika, Astrid mendengarkan keluhan dari Bi Ayu yang sedang membutuhkan pekerjaan dan ia teringat oleh bosnya yang membutuhkan asisten rumah tangga.
Bi Ayu tidak berpikir dua kali dan langsung berkata kalau bos Astrid mau memperkerjakannya, ia akan senang sekali. Astrid membawa Bi Ayu ketika menjenguk Fiona dan Dave langsung menyetujui untuk memperkerjakannya asal Bi Ayu bersedia tinggal di rumah mereka. Bi Ayu menerima tawaran itu dan membuat Astrid kesepian karena Bi Ayu tidak tinggal disana lagi.
Fiona sedang tertidur karena obat bius yang diberikan oleh perawat yang bertugas. Dave memutuskan untuk bekerja untuk mengecek beberapa berkas dari kasus-kasus yang ia tangani. Dave mendapat sebuah kasus baru dari sebuah perusahan besar yang bayarannya sangat besar. Dave mengambil hampir semua kasus besar karena ia membutuhkan banyak biaya untuk membayar tagihan rumah sakit dan sisanya ia akan gunakan untuk ditabung! Fiona yang melihat pengorbanan Dave, merasa dibebani oleh perasaan bersalah karena Dave terlihat begitu lelah. Lingkaran hitam di mata Dave sangat jelas.
Namun Dave berusaha untuk menenangkan gadis itu. Karena kesibukan Dave, Dave lupa untuk mengabari orang tuanya tentang kejadian penusukan Fiona. Tommy yang mengenal orang tua Dave, mencoba untuk mengabari mereka.
"Halo selamat siang, Om Johan!"
__ADS_1
"Halo Tommy, apa kabarnya? Tumben kamu nelpon Om! Ada apa?"
"Saya cuma mau memberi kabar Om kalau Fiona ditusuk di kampus dan sekarang dirawat di rumah sakit Kasih Ibu. Apakah Dave tidak mengabari Om? Saya cuma berpikir, kok Om dan Tante sama sekali tidak datang!"
"Hah, serius Tommy? Ma...mama sini! Fiona berada di rumah sakit. Kita harus segera terbang ke sana untuk menjenguk menantu kita!" kata Om Johan kepada Tommy dan juga istrinya, Tante Julia.
"Papa, tenang dulu. Tanya dulu bagaimana keadaannya. Kita juga tidak mungkin untuk terbang kesana karena penerbangan terakhir kan sudah berangkat!" bujuk Tante Julia menenangkan.
"Oh ya, Tommy. Lalu keadaan Fiona bagaimana?"
"Besok, Tom! Besok kami pasti datang. Ini Tante sudah mencoba untuk membeli tiket pesawatnya online. Terima kasih banyak ya, kamu sungguh bisa diandalkan! Tidak seperti anak Om yang masih seenaknya sendiri!"
"Tidak perlu berterima kasih Om! Saya yang seharusnya berterima kasih karena saya sudah dianggap seperti keluarga sendiri dan Dave sudah membantu saya banyak, Om! Kalau begitu, kabari saja jam berapa penerbangan Om besok pagi! Sampai ketemu, Om. Salam untuk Tante Julia!" ucap Tommy memutus sambungan telpon.
Watak dari papanya Dave yang emosional sangat berbeda terbalik dengan istrinya yang sangat kalem dan tenang. Papanya Dave tidak mau menunggu lagi, langsung mencoba untuk menelpon Dave. Ponsel Dave yang berdering, membuat Dave melihat siapa yang sedang menelpon dirinya.
__ADS_1
Papa! ****** aku! Aku lupa mengabari papa dan mama. Dave langsung mengangkat telponnya dan suara teriakan papanya sudah terdengar dari seberang telpon.
"Kamu sudah gila ya!! Kabar sepenting itu tentang menantuku, papa harus mendengar dari Tommy!"
"Pa..."
"Tidak ada pa pi pu! Besok papa dan mama akan datang kesana. Tidak usah dijemput, papa mama akan dijemput Tommy!"
Belum juga Dave menjawab, sambungan telponnya sudah dimatikan oleh papanya.
Sialan si Tommy! Aku kan lupa, kenapa juga dia tidak mengingatkanku malah langsung mengabari papaku! batin Dave.
Dave langsung menghubungi Astrid untuk datang ke rumahnya dan memberitahu Bi Ayu untuk membersihkan dan menyiapkan kamar untuk kedua orang tuanya. Sesudah itu, Dave melanjutkan untuk bekerja karena salah satu kasus yang ditanganinya akan digelar persidangannya dalam dua minggu, jadi ia harus bersiap-siap.
Dave sempat merasa bersalah karena lupa untuk memberitahu kedua orang tuanya namun itu bukan karena alasan yang tidak jelas. Dave sungguh tidak ada waktu lagi di tengah kesibukannya untuk bekerja dan merawat Fiona. Dave berpikir bagus juga jika papa dan mama akan datang, sehingga ia akan bisa meninggalkan Fiona jika ada persidangan yang harus didatanginya. Sejak awal, Fiona sudah mengambil hati dari kedua orang tua Dave. Mereka menyayangi Fiona seperti anak kandung mereka sendiri.
__ADS_1
Secara tidak sengaja, Dave teringat akan surat perjanjian pernikahan yang diletakkannya di laci meja di dekat ranjang Fiona. Dave menyuruh Astrid untuk mencari surat tersebut di kantornya dan membawanya ke rumah sakit sehingga Fiona bisa melakukan apapun! Fiona bisa merobek atau membakarnya! Namun ia selalu lupa untuk memberitahu Fiona tentang surat itu. Dave kembali lupa tentang surat itu ketika ia bekerja dan tidak menyadari bahwa akan ada masalah menanti dirinya!