
Dave yang memikirkan berbagai cara untuk membuat Fiona jatuh cinta kepadanya, menyambut baik tawaran Tommy untuk melimpahkan kasus Lana kepadanya. Tetapi semua itu tidak akan berjalan mulus apabila seorang super model, Lana Wilson menolaknya. Dave takut jika dia memaksa Lana, Lana tidak akan hanya mengganti pengacara namun juga kantor pengacaranya. Bagi Lana, uang bukanlah masalah besar!
Dave sudah menelpon Lana beberapa kali namun tidak diangkat. Namun Dave tidak putus asa, untuk kelangsungan pernikahannya, dia akan melakukan segala cara. Setelah beberapa lagi mencoba, akhirnya Lana mengangkat telponnya.
"Halo, Lana. Ini dari Dave Emanuel!
Lana mengetahui siapa yang menelponnya! Dia tidak mau mengangkat telpon dari Dave sebelumnya karena dia sudah tahu pasti maksud Dave untuk menelpon.
Cepat juga Si Tommy dalam bekerja, pikir Lana.
"Iya aku tahu! Aku menyimpan nomormu di ponselku."
"Oh, maaf mengganggu! Sedang repot, ya?"
"Tidak juga!" jawab Lana singkat. Aku hanya tidak ingin berbicara denganmu karena aku sudah tahu arah pembicaraan ini, batin Lana.
"Begini, maksudku untuk menelpon untuk menanyaimu apakah kamu bisa datang ke kantor atau kita bisa bertemu di kafe?"
"Katakan saja jam berapa aku harus datang ke kantormu. Aku akan datang! Pastikan juga Tommy Wong, rekan kerjamu juga hadir!" ucap Lana karena ia berpikir tidak memiliki banyak pilihan.
Lana akan mendengarkan penjelasan mereka dan jika memang kasusnya harus diambil alih oleh Tommy, ia akan memastikan betul-betul kalau lelaki itu akan bekerja secara profesional.
Kejadian masa lalu yang menimpa Lana ketika kecil, tidak terlihat secara jelas tetapi menyisakan trauma yang dalam terhadap gadis itu. Lana selalu memilih pasangannya dengan hati-hati karena ia takut ia akan bernasib sama seperti ayahnya. Setiap lelaki yang ia kencani, jika lelaki tersebut meminta hal lebih dari yang seharusnya, Lana akan menarik diri dan memutuskan lelaki tersebut hari itu juga.
Demikian cara Lana untuk menjaga kesuciannya! Tetapi siapa yang menyangka karena kejadian bersama Tommy, ia langsung kehilangan kesuciannya yang berharga. Lana memutuskan bahwa ia tidak akan menjadi pihak yang tersakiti dan harus melindungi dirinya dan perasaannya saat ini.
Ketika kembali dari hotel, Lana langsung pergi kembali ke rumahnya yang besar dengan kolam renang. Lana langsung masuk ke dalam kamarnya yang bak kamar ratu. Sangat elegan dan mahal! Namun kamar itu telah menjadi bukti hidup Lana yang kesepian. Lana langsung menyambar kalendar khusus dimana ia selalu mencatat siklus menstruasinya. Kalendar itu menunjukkan kalau dia baru mendapatkan bulanan dua minggu lalu, berarti dia sedang dalam masa subur.
Lana langsung jatuh ke lantai dan duduk dengan lemas. Saat ini masih ada kontrak dengan beberapa peragaan dan iklan sampai tiga bulan kemudian.
Bagaimana kalau aku hamil? Bagaimana kalau perutku membesar? pikir Lana dengan muram.
Tetapi aku tidak akan menggugurkan janin yang tidak berdosa ini! Walaupun aku bukan seorang wanita yang sempurna, aku akan mencoba untuk menjadi seorang ibu yang baik. Tidak seperti ibuku! putusnya.
Lana langsung menghubungi asisten pribadi yang juga seorang managernya, untuk mengatur dan menolak jika ada kontrak masuk sampai ada kejelasan dalam sebulan itu.
__ADS_1
"Kalau kau bisa, datanglah ke kantor setelah makan siang!" ucap Dave.
"Baiklah, sampai ketemu nanti!"
Dave langsung menutup sambungan telpon dan pergi ke ruangan Tommy. Tommy sedang duduk dan bekerja di depan laptopnya. Tumpukan berkas-berkas ditumpuk dengan rapi. Tommy yang menyadari kedatangan Dave, langsung mendongakkan kepalanya.
"Jadi?" tanya Tommy.
"Lana akan datang setelah makan siang. Tapi anehnya dia berkata kepadaku untuk mengajakmu juga! Apakah memang ada sesuatu yang terjadi dengan kalian?"
Tommy memandang Dave dengan serius. Tommy sedang galau atas kejadian semalam dan berpikir apakah ia harus menceritakannya kepada Dave atau tidak! Namun setelah beberapa pertimbangan, Tommy memutuskan untuk menceritakan kejadian semalam ke Dave karena ia merasa bahwa Dave adalah sahabat dan rekannya yang bisa dipercaya.
"Semalam aku dan Lana secara tidak sengaja tidur bersama?"
"Tidur bersama?!" jerit Dave.
"Ssst, jangan keras-keras. Apakah kamu mau semua orang di kantor ini mengetahui hal ini?"
"Bagaimana bisa? Kemarin malam kan kamu sedang bersama aku dan Fiona di rumahku?"
"Tidur? Tidur bersama di ranjang atau lebih daripada itu?" tanya lanjut Dave kepada Tommy.
Tommy mengucapkan kata-kata yang salah kepada Dave karena raut wajah Dave langsung berubah seperti orang yang kecewa.
"Jangan bilang kau dan Fiona belum melakukan itu?" kata Tommy yang sedang terkejut.
"Belum, bro!"
"Tapi kenapa?"
"Ceritakan dulu ceritamu! Nanti akan kuceritakan bagianku!"
Tommy melanjutkan ceritanya tentang kejadian semalam yang tak terduga. Mulut Dave sering ternganga dengan sendirinya karena tidak percaya. Ternyata seorang Tommy yang terlihat seperti seorang pertapa bisa melakukan kesalahan dengan wanita juga.
"Bagaimana jika Lana hamil, bro?"
__ADS_1
"Aku akan bertanggung jawab walaupun Lana tidak mau. Aku akan menggunakan segala cara supaya anakku bukan menjadi anak haram walaupun aku harus menikahi gadis itu."
"Lana tidak melaporkanmu ke polisi aja sudah bagus! Lebih baik kamu jangan terlalu keras dengan gadis itu! Bisa-bisa Lana menghilang dari kita bahkan dari kota ini. Dia bukan gadis miskin yang bisa kau gertak dan ancam!" jelas Dave.
Tommy sedang memikirkan ucapan Dave. Betul juga, Lana bisa aja pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri! Menghilang darinya dan tidak bisa dilacak. Kalau memang itu yang terjadi, bisa timbul menjadi masalah baru. Aku harus mengantisipasinya, pikir Tommy.
"Bagaimana denganmu? Aku pikir kamu dan Fiona sudah..."
"Ayo kita makan siang dulu bersama. Akan kuceritakan sambil makan!" potong Dave.
"Mau makan dimana? Aku sedang tidak nafsu makan!"
"Makan di seberang kantor aja. Kan ada restaurant ramen yang baru buka di seberang. Aku ingin mencobanya, kalau enak, aku mau mengajak Fiona kesana lain waktu."
Tommy menyetujuinya dan mengambil dompet dan ponselnya. Mereka sedang berjalan keluar bersama ke arah restaurant yang baru aja dibuka. Setelah memesan dan sambil menunggu, Dave menceritakan dari awal kejadian-kejadian bersama Fiona.
"Kalian berdua sama-sama bodoh!" kata Tommy terus terang.
"Tapi aku tidak mau memaksakan kehendakku kepada Fiona! Aku mau ketika melakukan hubungan intim, bukan hanya gairah tapi juga dengan perasaan. Fiona tidak mencintaiku, bro!" kata-kata Dave menunjukkan kesedihan dan rasa frustasi yang dalam.
"Kamu ingat apa yang aku katakan kepadamu semalam?"
"Iya, ingat dan aku masih bertanya-tanya apa maksud kata-katamu!"
"Fiona itu sudah mencintaimu, tahu! Jadi kamu tidak usah berusaha untuk membuatnya untuk jatuh cinta kepadamu!"
Dave kaget setengah mati dan rasa tidak percaya menyerangnya. Masih antara bingung dan bahagia atas ucapan Tommy.
Tunggu, jika Fiona mencintaiku, bagaimana Tommy bisa tahu? batin Dave.
"Kok kamu bisa tahu kalau Fiona sudah mencintaiku?"
"Kamu ini bodoh atau apa sih?" ucap Tommy kesal.
"Gadis itu selalu menatapmu dengan pandangan yang berbeda ketika memandang orang lain bahkan lelaki lain. Waktu aku mengajaknya keluar waktu hari ulang tahunnya, Fiona seharusnya bahagia, tetapi ketika aku tidak sengaja memberitahunya bahwa kau pergi keluar bersama Lana, gadis itu berusaha untuk menahan tangisnya dan menutupi kesedihannya. Tapi aku kan bukan orang bodoh!" jelas Tommy.
__ADS_1
Dave tidak percaya dengan apa yang didengarnya! Dave membayangkan wajah sedih Fiona ketika ia tidak sengaja menyakitinya. Hatinya terasa seperti di iris-iris dan ditaburi garam. Sakit dan perih! Tetapi di sisi lain, Dave menjadi sangat bahagia mengetahui bahwa Fiona sudah mencintainya, walaupun dia tidak mendengarnya dari mulut Fiona sendiri. Mendengar kata-kata Tommy, akan menjadikan hal-hal baru antara Dave dan Fiona. Dave tidak sabar untuk kembali ke rumah dan membuktikan kata-kata Tommy.
Makanan mereka sudah sampai dan mereka memakannya dengan cepat karena waktu telah berlalu tanpa terasa. Mereka takut kalau Lana sudah datang di kantor sedangkan mereka masih berada di luar. Dave memutuskan untuk membantu Tommy supaya Lana mau mengalihkan kasusnya untuk ditangani oleh Tommy. Dave juga berkata apapun yang dibutuhkan atau direncanakan Tommy untuk Lana, ia akan senang hati untuk membantu! Dave sedang dalam keadaan mood yang baik dan tidak sabar untuk menemui istri mungilnya yang cantik.