Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Penyesalan!


__ADS_3

Setelah Fiona lari masuk ke kamar dan menguncinya, Dave duduk di kursi yang ada di dapur sambil menggenggam kaos dan gantungan kunci pasangan. Dia mencoba untuk mencerna apa yang sedang terjadi atau apa yang telah dia lakukan kepada Fiona. Dave telah menuduh kalau Fiona tidak setia bahkan memikirkan lelaki lain dengan membelikan sekotak coklat.


Apa yang sudah merasukiku? Kenapa aku bisa sebodoh ini? batin Dave merana.


Dave menaruh kaos dan gantungan kunci lumba-lumba pasangan di atas meja dan berjalan ke arah kamar. Dave mengetuk kamar namun tidak ada jawaban sama sekali dari Fiona. Dada Dave merasa sangat sakit ketika memikirkan perbuatannya terhadap Fiona. Dave duduk di lantai tepat di depan kamar mereka dengan harapan Fiona akan membuka pintu, namun harapannya tidak terjadi.


Di dalam kamar, Fiona menangis karena Dave tidak mempercayainya terlebih berpikir kalau dia gadis gampang yang akan berselingkuh dengan lelaki lain kapanpun dia mau. Fiona mendengar kalau Dave mengetuk pintu kamar namun dia tidak akan membukanya. Tidak untuk saat ini. Fiona menutup kepalanya dengan bantal dan menangis lagi. Akhirnya Fiona yang memang merasa lelah fisik maupun mental, jatuh tertidur.


Di luar kamar, Dave mencoba untuk mengetuk kamar lagi dan memanggil nama Fiona. Namun masih tidak ada jawaban. Dave bangkit dari lantai dimana dia duduk dan berjalan ke arah rumah dimana ada ayunan. Dave duduk di ayunan tersebut sambil memikirkan apa yang sudah terjadi di dalam kehidupan Fiona.


Fiona yang masih muda belia sudah kehilangan kedua orangtuanya bersamaan. Terus Fiona akhirnya mengetahui bahwa dia sebenarnya sudah dijodohkan dengan Dave. Akhirnya mereka menikah.


Selama pertemuan mereka di hari Fiona baru pulang dari pemakaman hingga saat ini, Dave sudah menyakiti hati Fiona beberapa kali. Dave berpikir kalau dia harus menjaga jarak dan perasaannya terhadap Fiona supaya dia tidak menyakiti perasaan Fiona lagi. Supaya kami berdua tidak saling jatuh cinta dan kelak bisa berpisah dengan baik-baik.


Itu akan menjadi yang terbaik bagi kami, pikir Dave.


Namun ketika memikirkan itu, dada Dave terasa sakit.


Kenapa aku yang bersikeras kalau kami akan berpisah? Kenapa kami tidak bisa jatuh cinta? Kenapa aku bisa menjadi sekonyol ini dalam membuat peraturan? Apakah karena aku sudah menangani beberapa kasus perceraian yang berakhir menyakitkan? Tapi bagaimana kalau memang kami tidak saling mencintai? pikir Dave.

__ADS_1


Tetapi kenapa dada Dave terasa sakit ketika dia memikirkan bahwa Fiona tidak akan dan tidak bisa mencintainya atau bahwa mereka akan bercerai. Apakah ini berarti aku telah jatuh cinta kepada Fiona? batin Dave.


Dave berpikir akan lebih baik jika dia bisa mengetahui perasaan Fiona sebelum pernikahan mereka berakhir. Dave memikirkan beberapa hal yang konyol untuk perasaan Fiona terhadapnya.


Waktu tidak terasa telah berlalu dengan cepat, Fiona bangun dari tidur karena merasa lapar. Fiona pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dulu lalu pergi ke arah dapur.


Ketika berjalan ke arah dapur, Fiona berjalan pelan dan celingukan untuk mencari keberadaan Dave. Namun Dave tidak ada di dalam rumah. Fiona segera melanjutkan proses memasak nasi goreng yang tertunda karena masalah tadi.


Nasi goreng sudah selesai dimasak dan diletakkan diatas meja makan. Fiona merasa ragu untuk mencari dan memanggil Dave untuk makan. Namun Fiona memutuskan untuk mencari Dave karena dia sendiri sudah lapar, mungkin Dave lebih lapar lagi karena dia hanya memakan seporsi bakmi ayam sedangkan Fiona sudah memakan dua porsi.


Fiona tidak bisa menemukan Dave di dalam rumah dan segera merasa khawatir.


Apakah aku sudah menyakiti perasaan Dave? Bagaimana jika dia pergi meninggalkanku? pikir Fiona merasa bersalah. Fiona segera berlari ke arah luar rumah dan menemukan Dave sedang duduk di ayunan di bawah pohon.


Fiona berjalan menghampiri Dave.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini? Aku sudah selesai masak dan lapar. Yuk masuk dan makan! ajak Fiona.


Dave menganggukan kepala dan berjalan Fiona. Ketika mereka hampir sampai di depan pintu rumah, tangan Dave menangkap tangan Fiona.

__ADS_1


"Maafkan aku atas semua kesalahan yang aku buat!" Dave memohon kepada Fiona.


"Sudah aku maafkan kok. kita lupakan aja,ya?"


"Aku serius! Maafkan aku. Aku tidak seharusnya bersikap seperti itu."


"Kalau begitu, bolehkah aku meminta sesuatu?"


"Apa saja!" jawab Dave berusaha menebus kesalahannya.


"Besok Jumat depan, tanggal 29, sebenarnya aku akan berulang tahun! Selama ini, aku selalu merayakan kecil-kecilan dengan papa mama. Aku tidak ingin sendiri di ulang tahunku." ungkap Fiona sedih.


"Tentu saja. Kita akan merayakannya bersama!"


"Tapi kalau kamu sibuk, aku tidak akan memaksamu."


"Aku akan meluangkan waktu."


"Terima kasih, Dave!" Fiona sudah bisa kembali tersenyum.

__ADS_1


"Yuk, kita makan!" ajak Fiona.


Syukurlah gadis ini sudah bisa kembali ceria. Hanya karena permintaan sederhana seperti ini, Fiona bisa menjadi ceria.  Sungguh gadis yang baik, pikir Dave. Dave akan mencari cara supaya dia bisa mengetahui bagaimana perasaan Fiona. Supaya tidak ada penyesalan untuk Dave nanti ketika dia akan memutuskan bahwa mereka akan bercerai atau tidak!


__ADS_2