
Lana yang sedang berada di kamar mandi sedang terisak karena pengalaman pertamanya dan apa yang telah djaganya dengan sepenuh hati sekarang telah hilang. Hilang oleh orang yang tidak dikenalnya dengan baik dan yang paling penting, tidak dicintainya ataupun mencintainya.
Lana menggosok tubuhnya lama tetapi tubuhnya mengingat-ingat sentuhan-sentuhan Tommy di setiap jengkal tubuhnya. Bagian tubuhnya yang bawah terasa perih dan sakit. Tetapi tubuhnya sendiri telah berkhianat terhadap dirinya sendiri, ketika dia mencapai puncak kenikmatan. Tubuhnya melengkung dan menyatu dengan tubuh Tommy. Dia tidak pernah merasakan sensasi tersebut selama hidupnya. Kenikmatan yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.
Beberapa saat setelah ia selesai mandi dan mengeringkan rambutnya, Lana beranjak keluar dari kamar mandi. Lana lupa untuk membawa gaunnya yang tidak tahu berada dimana. Gadis itu mencari gaun dan pakaian dalamnya! Tommy yang sedang berdiri menghadap jendela, sudah sadar dari mabuknya dan membalikkan badan ke arah Lana. Gadis yang berdiri dan kebingungan mencari pakaiannya, tampak sangat langsing dan rapuh.
Tommy menatap lama gadis itu dan merasa sangat bersalah atas apa yang telah dilakukannya.
Bagaimana seorang super model dengan pakaian-pakaian seksi dan bertemu dengan banyak pergaulan seperti itu, masih perawan? Bukankah seorang Lana Wilson sering dikabarkan di TV atau majalah kalau dia sering berganti-ganti pasangan? pikir Tommy muram.
Ketika gadis itu, meminta pertolongan darinya untuk bisa lepas dari desainer mesum, Tommy malah menjadi orang mesum yang mungkin tidak diharapkan oleh gadis itu! pikir Tommy lagi merasa malu.
Lana sudah menemukan gaunnya dan masuk lagi ke kamar mandi untuk mengenakan gaunnya. Setelah itu, Lana keluar dan hendak langsung pergi dari kamar ini. Lana sungguh tidak ingin membicarakan apa yang terjadi! Akan tetapi Tommy sudah berdiri di depan kamar mandi sehingga gadis itu tidak ada pilihan lain!
"Kita harus bicara!" ucap Tommy.
"Apa yang harus kita bicarakan? Kau telah melakukan kesalahan tapi aku tidak akan melaporkanmu ke polisi atau menuntutmu!" jawab Lana dengan ketus.
"Aku sungguh tidak tahu kalau kau..."
"Apa? Perawan?!" kata Lana galak.
"Aku tidak bisa menyalahkanmu karena media selalu menyorotku dengan cara yang salah!" tambah Lana.
"Aku akan bertanggung jawab kepadamu!"
__ADS_1
"Katakan padaku, bagaimana kamu akan bertanggung jawab kepadaku?"
"Kalau kamu hamil..." Tommy tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Tommy berpikir jika Lana mengandung anaknya, ia akan terperangkap dalam pernikahan bersamanya! Ia sungguh tidak bisa membayangkan untuk memiliki anak bersama seseorang yang tidak memiliki rasa cinta. Dia sudah menghancurkan hidupnya dan hidup Lana!
"Jika aku hamil, aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan mencoba untuk menggugurkannya tapi aku juga akan merawat bayi ini seorang diri. Aku tidak membutuhkan rasa bersalahmu karena kesalahan satu malam!" potong Lana sebelum Tommy menjawab.
Tommy terkejut karena seorang super model sepertinya mau berjanji padanya untuk tidak menggugurkan kandungannya dan juga tidak akan memintanya bertanggung jawab. Tommy menatap Lana yang sekarang sedang memegang perutnya dan mengusapnya dengan lembut. Lana tidak pernah mengetahui rasanya dicintai oleh kedua orangtuanya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat cantik bak dewi tapi egois karena hanya mementingkan dirinya sendiri. Ketika Lana berusia lima tahun, ibunya lari bersama lelaki yang lebih tua dan kaya, meninggalkan dia dan ayahnya. Semenjak itu, ayahnya menjadi depresi dan menjadi pemabuk.
Ketika ayahnya mabuk, dia sering memukuli Lana karena ia tidak sadar apa yang telah dilakukannya. Akhirnya ada seorang tetangga yang mengetahui hal itu dan melaporkannya ke polisi. Lana langsung diselamatkan dan dibawa oleh dinas anak. Tak lama setelah ayahnya ditangkap polisi, pengadilan memutuskan bahwa Lana akan ditempatkan di panti asuhan untuk menunggu diadopsi oleh orang tua baru. Lana kecil dibesarkan oleh seorang biarawati di sebuah panti asuhan Katolik. Biarawati tua itu sudah dianggap seperti ibu kandungnya sendiri, dia selalu merawat Lana dengan rasa penuh sayang dan cinta kasih.
Maka dari itu, Lana tumbuh menjadi gadis baik dan mengikuti ajaran agama. Dia selalu mejaga norma-norma agama yang telah diajarkan kepadanya. Lana sekarang menyesali kenapa ia telah melakukan kesalahan, akan tetapi jika ia hamil, ia tidak akan mengaborsi janin yang tidak bersalah itu.
"Tapi aku tidak ingin kamu untuk menemui anakku atau mencoba untuk menghubunginya!" tambah Lana dingin.
"Kalau memang kau hamil, kau tidak akan melarangku untuk menemui darah dagingku sendiri. Laporkan saja aku! Kita akan bertemu di pengadilan. Walaupun aku telah melakukan kesalahan, namun aku yakin aku tidak akan kalah di persidangan!"
"Dengarkan baik-baik, kita tidak harus memutuskan segala sesuatu saat ini juga. Aku akan berbicara dengan Dave, aku akan mengambil alih kasus yang sedang ditanganinya. Aku juga sudah mendengar permintaanmu kepada Dave! Aku juga akan menggantikan Dave untuk menemanimu di acara-acara yang harus kamu hadiri secara gratis. Sampai saat kita mengetahui apakah kau hamil atau tidak!"
"Aku sudah memilih Dave sebagai pengacaraku dan juga memintanya untuk menemaniku!"
"Dave sudah menikah dengan gadis baik-baik! Permintaanmu akan membuat pernikahan mereka kacau."
"Aku sudah bilang, aku sudah memutuskan apa mauku! Lagipula, Dave tidak menolakku!"
"Apakah kamu menyukai Dave?" tanya Tommy yang menatapnya dengan mata tajamnya.
__ADS_1
Lana tidak menyukai Dave tapi dia tidak bisa bilang kalau Dave membuatnya merasa aman. Berada di dekat Tommy dirinya merasa tidak aman dan sekarang ketika lelaki itu berdiri lumayan dekat dengannya, tubuhnya sudah berkhianat lagi.
"Anggap saja begitu!" ucap Lana spontan.
Jiwa posessif Tommy muncul membuatnya merasa marah. Dia sendiri sedang bingung kenapa dia merasa marah atas jawaban Lana. Dia melangkah lebih dekat ke arah Lana dan membuat gadis itu berjalan mundur dan jatuh ke atas ranjang. Membuat gadis itu terpojok lagi!
"Dengarkan aku baik-baik! Aku mengenal Fiona, dia gadis baik-baik! Tidak akan kubiarkan kau menyakitinya!" kata Tommy.
Lana terkejut dengan perkataan Tommy. Apakah lelaki ini menyukai istri Dave? batin Lana.
"Bisakah kau menjauh dariku?" ucap Lana lirih.
Namun Tommy bukannya menjauh tapi malah mendekatkan tubuhnya ke arah Lana. Tommy sendiri tidak yakin atas apa yang sedang ia lakukan, namun tubuhnya ingin menjadi lebih dekat dengan Lana. Ia merasakan ketertarikan yang tidak bisa ia jelaskan. Dipegangnya wajah Lana dengan erat dan diciumnya bibir Lana dengan ganas. Lana mencoba melawan dengan menjadi dingin dan diam saja. Tetapi apa yang dilakukan Lana tidak membuat Tommy mundur tapi dipagutnya dan digigitnya bibir Lana dengan kasar. Lana yang tidak bisa bernapas, membuka mulutnya! Membuka mulutnya adalah kesalahan fatal, lidah kasar Tommy memasuki mulutnya dan dengan liar membelai lidah dan mulut Lana. Lana terengah-engah dan merasakan kembali gairah yang tadi dirasakannya.
Tommy juga merasakan gairah yang memuncak tidak bisa berhenti lagi. Bibirnya mengecup ringan pundak dan leher Lana. Lana yang sudah tidak berdaya melawan gairahnya sendiri, menikmati sensasi tubuh besar Tommy yang sepenuhnya bersinggungan dengan tubuhnya, lengannya menahan tubuh Tommy dalam sensasi kepuasan yang memabukkan. Tangan Lana membantu membuka baju Tommy yang tidak memakan waktu lama untuk tercopot sepenuhnya. Tangan Lana menyusuri tubuh Tommy yang kencang dan berotot, merasakan ototnya bergerak, tubuh Tommy bergidik saat tiap gerakan kecil tubuh Lana membangkitkan letupan kenikmatan baru setelah percintaan mereka yang sebelumnya.
Lana merasakan bibir Tommy di telinganya, hangat dan kuat saat pria itu menggesekkan kepala mereka. Lana bergayut kepada Tommy, mencoba mengatur napasnya kembali, akhirnya tubuh mereka bersatu kembali. Kaki mereka saling melilit dan tubuh mereka mulai lunglai kelelahan.
Setelah selesai, ternyata Tommy tidak langsung bangkit dari ranjang. Ditariknya tubuh Lana untuk mendekat dan dipeluknya tubuh langsing itu.
"Biarkan kita seperti ini untuk sesaat!" bisik Tommy di telinga Lana.
Lana menjadi malu atas perbuatan yang mereka lakukan lagi. Apakah aku sudah gila? Apakah mereka sudah gila? batin Lana. Karena kelelahan, Lana jatuh tidur dalam pelukan Tommy. Sedangkan Tommy menghabiskan waktu untuk menatap gadis yanng sedang tidur dalam pelukannya.
Gadis ini sungguh berbeda dari apa yang dilihatnya di Tv atau majalah. Gadis ini sungguh percaya diri dan cantik waktu bekerja, namun saat ini, gadis yang dipeluknya ternyata gadis yang wajahnya bisa memerah karena malu dan gadis yang tidak ada pengalaman sama sekali! Gadis ini bisa membangkitkan gairah liar yang tidak pernah aku rasakan, pikir Tommy.
__ADS_1
Tommy memikirkan langkah-langkah selanjutnya! Dia tidak akan semudah itu melepaskan Lana Wilson! Kelelahan melanda tubuh Tommy yang akhirnya juga jatuh tertidur bersama Lana di kamar suite hotel.