Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Kedatangan Lana di kantor!


__ADS_3

Setelah makan siang usai, Tommy dan Dave kembali ke kantor. Mereka tiba di depan kantor bersamaan dengan mobil mewah keluaran terbaru milik Lana Wilson. Sebuah kaki jenjang yang putih dan kencang yang memakai sepatu hitam berhak tinggi keluar dari mobil. Lana keluar dari mobilnya dengan elegan. Aura super modelnya terpancar. Dia mengenakan gaun ketat yang berwarna hitam juga yang menunjukkan suasana hatinya sekarang.


Dave langsung datang menghampiri Lana dan membukakan pintu kantor dengan sopan. Sedangkan Tommy mengikuti mereka dengan pandangan yang siap membuat bulu kuduk orang lain berdiri.


Dave memilih ruangan untuk meeting yang berada di tengah-tengah. Astrid, sekretaris Dave datang dan membawakan minuman serta berkas-berkas. Dave sendiri masih berada di kantornya untuk bersiap-siap dan meninggalkan Lana dan Tommy untuk berbincang sebentar. Dave sudah tahu kejadian yang menimpa mereka berdua dan memutuskan untuk membantu dan mendoakan yang terbaik untuk mereka berdoa. Suasana hati Daave sungguh baik hari ini karena telah mendengar info dari Tommy ketika makan siang tadi.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Tommy kepada Lana.


"Baik!" jawab Lana acuh tak acuh.


"Kenapa kamu menyelinap tadi pagi dan meninggalkanku sendirian di kamar tadi pagi?"


"Menyelinap?" tanya Lana.


"Iya, kamu berjalan mengendap-endap supaya aku tidak mengetahui kepergianmu, kan?"


"Aku hanya tidak mau berurusan denganmu lagi setelah apa yang terjadi semalam!"


"Urusan kita belum selesai! Kapan kamu bisa mengetahui kalau kamu hamil atau tidak?"


Lana tahu bahwa dia tidak akan berhasil untuk menyingkirkan Tommy dalam hidupnya jika lelaki itu sudah bertekad. Hanya dengan menatap lelaki yang sedang duduk di seberang meja, membuat hatinya berdebar-debar. Lana tidak pernah berdebar-debar untuk seorang lelaki pun hingga sekarang. Tommy masih mengenakan meja semalam, itu berarti dia tidak pulang ke rumah, batin Lana.


"Aku akan mengetahuinya dalam waktu dua minggu. Kemarin dan hari ini adalah masa suburku!" jawab Lana lirih.


"Aku akan bertanggung jawab penuh jika kamu hamil. Aku akan menikahimu dan membiayai seluruh hidupmu!"


"Kita tidak harus menikah!"


"Aku tidak akan membiarkan anak kita menjadi anak haram! Anak kita akan memiliki kedua orang tua yang menikah dengan resmi!"


Tetapi tidak saling mencintai, batin Lana sedih.

__ADS_1


"Jangan kau coba memikirkan untuk lari dariku!" kata Tommy dengan suara serius dan tegas.


Lana langsung menyingkirkan rencana sebelumnya kalau dia akan lari ke luar negeri dan meminta sahabatnya yang berada di luar negeri untuk menyembunyikan dia disana. Tetapi alangkah kagetnya Lana, rencananya untuk melarikan diri sudah terbaca oleh Tommy.


"Aku bukan pengecut dan aku tidak akan melarikan diri. Kenapa aku harus melarikan diri ketika kamu yang memulai semua ini?" sanggah Lana.


Tommy terdiam dengan kata-kata Lana. Dalam dua minggu nasib mereka berdua akan menjadi lebih jelas. Tommy menatap Lana, gadis yang beberapa jam lalu masih tidur dalam pelukannya. Gadis itu terlihat rapuh walaupun wajahnya sudah dipoles dengan make-up mahal. Bibirnya diwarnai dengan lipstick berwarna merah muda yang menggoda dan cocok dengan gaun hitam ketat yang dikenakannya. Bibir itu merekah ketika dicium dan dipagut oleh Tommy ketika badan mereka menyatu. Tommy menjadi bergairah lagi hanya dengan memikirkan apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.


"Baguslah kalau kamu tidak berencana untuk lari. Biarkan aku bertanggung jawab atas kesalahanku!"


Kesalahan? Kamu menganggap intimasi kita berdua yang terjadi dua kali dalam semalam sebagai kesalahan? batin Lana marah dan sedih.


"Kesalahan?! Jadi nanti kalau aku mengandung anak kita, anak kita adalah hasil dari kesalahan?" jerit Lana.


"Bukan seperti itu maksudku!"


"Aku sudah cukup jelas dengan kata-katamu!"


"Jadi kedatanganmu hari ini untuk mengalihkan kasusmu yang sedang aku tangani untuk ditangani oleh rekan kerjaku, Tommy Wong, seperti yang kamu ketahui!"


"Kenapa harus dialihkan?" ucap Lana menentang hal ini.


"Hal ini akan terdengar sedikit tidak profesional, namun kenyataannya karena ada hal pribadi yang membuatku harus mengalihkan kasus ini ke rekan kerjaku!"


"Hal pribadi? Apa maksudmu?"


"Maaf, aku tidak bisa menjelaskan hal pribadi tersebut namun aku sangat bisa menjamin bahwa rekan kerjaku, Tommy sangat profesional dan bisa dibilang sangat handal untuk menangani kasusmu!"


Lana tidak menjawab dan menatap Dave dengan rasa tidak percaya. Persidangannya akan dimulai minggu depan, jika Lana ingin mencari pengacara handal lain, maka ia harus membayar lebih mahal dan itu tidak akan sesuai dengan budgetnya jika ternyata ia hamil nanti. Ia juga harus menang dalam kasus ini supaya namanya tidak tercoreng dan membuktikan ke dunia permodelan bahwa ia adalah seorang model dengan integritas tinggi.


Hati Tommy terasa sedang di tonjok berulang-ulang menunggu jawaban Lana. Dia tidak berharap bahwa Lana akan menolaknya.

__ADS_1


"Karena ini bukan kesalahanku, aku menerima untuk mengalihkan kasusku ke Tommy dengan syarat!"


Tommy bernafas lega walaupun dia belum mendengar syarat yang diminta oleh Lana.


"Apa syaratnya?" tanya Dave.


"Aku menolak untuk membayar dua kali lipat sesuai yang aku janjikan kepadamu, Dave!"


"Aku terima!" jawab Tommy. Uang bukan masalah untuk Tommy karena jam terbangnya yang tinggi dan banyak kasus yang dimenangkan olehnya, membuatnya mempunyai penghasilan yang besar!


Dave langsung menyodorkan surat kuasa pengalihan untuk Lana tanda tangani. Setelah Lana menandatangani, Dave langsung menyalami Lana dan mengundurkan diri dari ruangan itu, meninggalkan Tommy dan Lana di ruangan itu.


"Terima kasih sudah mempercayaiku!"


"Aku tidak mempercayaimu tapi aku tidak memiliki pilihan lain!"


"Aku berjanji kepadamu, aku akan memenangkan kasus ini!"


"Terima kasih. Bagaimana dengan menemaniku ke acara-acara besar dan melindungiku dari desainer-desainer lain yang mesum? Dave sudah berjanji akan menemaniku!"


"Aku juga yang akan menggantikan Dave! Apakah kamu pernah berpikir bagaimana reputasimu nanti jika ketahuan pergi bersama pengacara yang sudah menikah?" ucap Tommy dengan tenang.


Lana marah dengan kata-kata Tommy tapi kata-kata tersebut ada benarnya. Kenapa ia tidak pernah memikirkan itu sebelumnya? pikir Lana.


Lana hanya berpikir kalau Dave cukup tampan dan memiliki pekerjaan yang bergengsi sehingga ia tidak akan malu untuk menggandengnya di depan umum. Sekarang gantinya Dave adalah Tommy, seorang lelaki yang sebenarnya terlihat lebih maskulin dan sama tampannya seperti Dave. Lana sudah tertarik dengan Tommy sejak hari pertamanya bertemu dengan Tommy tidak sengaja di kantor ini, namun lelaki itu sangatlah dingin terhadapnya!


"Aku tidak punya cukup waktu. Aku harus kembali bekerja. Jika kau memerlukanku, hubungi saja nomer ponselku!" kata Lana yang sedang berdiri dan siap meninggalkan ruangan tersebut.


Tommy juga refleks langsung berdiri untuk mengantarkan Lana keluar dari ruangan itu. Namun tiba-tiba Lana berhenti dan tubuh Tommy menabrak tubuh langsing Lana. Bau wangi tubuh gadis itu seperti bunga yang sedang merekah di musim semi, pikir Tommy.


"Maaf. Aku hanya ingin bilang kalau aku akan mengabarimu sendiri jika aku hamil atau tidak!" kata Lana limbung.

__ADS_1


Lana segera keluar ruangan dan menutupi wajahnya yang berubah menjadi panas dan merah. Tommy merasa enggan untuk berpisah dengan Lana. Tommy sendiri tidak tahu kenapa perasaannya menjadi campur aduk seperti ini. Sungguh perasaan yang membingungkan untuk lelaki sedingin Tommy!


__ADS_2