Ikatan Perjodohan

Ikatan Perjodohan
Awal baru!


__ADS_3

Setelah hujan lebar yang disertai dengan petir yang menyambar tadi malam, pagi hari ini menjadi lebih sejuk. Bau tanah yang telah tersiram oleh air hujan memiliki bau yang sangat khas dan sangat disukai oleh Dave. Dave terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa sangat segar dan bugar. Kemarin malam adalah penantian yang panjang yang diharapkan untuk terjadi oleh Dave. Fiona mencintainya! Dave juga sudah jatuh cinta terhadap gadis mungil yang sedang tertidur di sampingnya.


Sinar matahari yang baru terbit, masuk dan menyinari kamar tidur mereka dari jendela. Dave melihat wajah istrinya yang sedang tertidur dengan damai. Cantik! Tangan kanannya meraba wajah Fiona perlahan, menyibakkan rambut gadis itu yang menutupi wajahnya. Perlahan, mata Fiona membuka dan dia terbangun dari tidurnya. Fiona tersenyum kepada Dave dan mengucapkan selamat pagi.


"Selamat pagi, Dave. Tidurmu nyenyak?" kata Fiona malu-malu.


"Pagi sayang. Aku tidur nyenyak sekali. Berkat dirimu!" balas Dave sambil mengecup kening Fiona.


"Ayo bangun! Akan kubuatkan sarapan pagi dan juga kopi hitam untukmu!'


Fiona berusaha untuk bangkit dari ranjang tapi baru menyadari bahwa dia sedang tidak memakai pakaian apapun. Fiona langsung kembali masuk ke dalam selimut dan menutupi tubuhnya. Gadis itu malu. Fiona lebih malu ketika melihat ada bercak darah di selimutnya.


"Kau tidak mau jauh-jauh dari aku ya, sayang?" goda Dave.


"Dave!!! Dimana pakaianku?" jerit Fiona malu.


"Kenapa kamu harus imut begini sih kalau sedang malu? Aku jadi ingin memakanmu lagi!"


Bukannya Dave membantu Fiona untuk menemukan pakaiannya, Dave malah menarik tubuh gadis itu untuk lebih mendekat ke tubuhnya sendiri. Bibir Dave bergerak cepat dan memagut bibir Fiona. Bagian dari tubuhnya dengan cepat menunjukkan gairah yang disebabkan oleh istrinya. Fiona tidak kuasa menolak suaminya yang ternyata juga mencintainya.  Kedua tangannya menangkup wajah Dave dan membalas ciuman Dave. Posisi tubuh Dave sudah berpindah menjadi di atas tubuh Fiona.


Leher jenjang milik Fiona diciumi habis-habisan oleh Dave dan Dave sudah tidak sabar untuk menyatukan kembali tubuh mereka.


"Apakah kamu yakin mau melakukan ini? Apakah masih sakit?"


Fiona menatap mata cokelat Dave dengan malu dan hanya menganggukan kepalanya. Jawaban Fiona membuat Dave tidak bisa menunggu lagi. Disatukanlah tubuh mereka! Keringat mereka berkucuran dan menjadi satu. Sentakan demi sentakan membuat mereka mencapai klimaks.


Dave menyingkirkan tubuhnya perlahan dari atas tubuh Fiona, bibirnya mengecup ringan pipi gadis itu.


"Aku mencintaimu, sayangku!"

__ADS_1


Kata-kata Dave bergema di kepala Fiona berulang-ulang, membuat hatinya berbahagia dan berbunga-bunga.


"Dave, bagaimana dengan surat perjanjian itu?" tanya Fiona yang tiba-tiba teringat oleh surat itu.


"Tentu saja aku akan membakar atau menyobeknya! Aku akan mengambilnya dari kantor dan akan memberikannya kepadamu. Kamu boleh melakukan apa saja  dengan surat itu! Kita tidak akan bercerai, sayang!"


Dave bangkit dan duduk di tepi ranjang, bersiap-siap untuk mandi. Tetapi Fiona meraih dan memeluk pundak pria itu.


"Aku juga sangat mencintaimu. Kamu adalah cinta pertamaku!"


Dave tersenyum karena mengetahui bahwa Fiona dari dulu hanya mencintai seorang lelaki dan lelaki itu adalah dia.


Sebagai lelaki yang dominan, Dave sungguh tidak suka berbagi apa yang menjadi miliknya dengan lelaki lain.


"Aku akan mandi. Kamu mau ikut?"


"Kalau aku ikut, nanti kamu bisa terlambat. Aku akan berpakaian dan membuat sarapan untuk kita. Aku lapar!"


Aku harus bertemu dengan Angie dan memberitahu soal ini, pikir Fiona!


Fiona meraih ponselnya yang berada di ruang keluarga dan mengirimkan pesan kepada Angie.


"Nggie, nanti siang sehabis tes tengah semester, ada waktukah?"


Angie membalas dengan cepat, "Ada kok, Fio! Ketemu di depan lobi kampus?"


"Okay!" balas Fiona.


Tiba-tiba Dave keluar dari kamar dan sudah rapi. Fiona berjalan menghampiri suaminya dan membantu memasangkan dasinya. Lengan besar Dave tiba-tiba memeluk Fiona.

__ADS_1


"Aku ingin kita selalu seperti ini sampai kita tua nanti!"


"Aku juga menginginkan itu!" balas Fiona.


Pelukan itu berlangsung agak lama hingga akhirnya mereka saling melepaskan diri karena perut mereka sama-sama keroncongan.


"Yuk, sarapan sudah siap!"


Dave melihat banyak makanan di meja. "Wah, aku akan menjadi gendut nih!" seru Dave.


"Aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu gendut!" ejek Fiona.


"Hahaha. Kita lihat saja nanti! Hari ini apa rencanamu?"


"Aku ada tes tengah semester. Jadi aku akan ke kampus pukul sepuluh. Tes-ku akan selesai pukul dua siang."


"Semoga berhasil! Nanti malam, kita makan di luar yuk? Kita kan tidak pernah kencan!" ajak Dave.


"Boleh. Mau ke restaurant yang dulu aku pernah datangi dengan Tommy?"


"Kenapa aku harus mendatangi restaurant yang pernah kau datangi dengan lelaki lain?"


"Karena makanannya enak dan suasananya menyenangkan!"


"Aku akan mencari restaurant lain yang bisa kita kunjungi. Nanti siang sehabis tes, aku akan menghubungimu!'


"Oke, sayang!" jawab Fiona patuh.


Dave menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan bergegas pergi ke kantor. Sebelum pergi, Dave tidak lupa mencium Fiona dan mengucapkan sampai jumpa. Entah kenapa, hati Dave terasa tidak enak.

__ADS_1


Fiona dan aku sudah saling mengetahui bahwa kami saling mencintai, namun kenapa hatiku rasanya tidak enak? pikir Dave sembari menyupir ke arah kantor.


Dilihat dari kaca spion, Fiona masih berdiri di pekarangan rumah dan menyaksikan suaminya berangkat bekerja. Setelah mobil Dave sudah pergi jauh, Fiona baru masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap berangkat ke kampus.


__ADS_2