
Dave tiba di kantor dengan hati riang karena ia bisa memberikan ciuman ringan untuk istrinya tercinta! Pria ini sudah bertekad bahwa ia akan pelan-pelan membuat Fiona jatuh cinta kepadanya sehingga pernikahan mereka bisa menjadi pernikahan sesungguhnya. Keluarga kecil yang bahagia, batin Dave.
Dave masuk dan menuju ke arah ruangannya! Astrid sudah terlihat sangat tidak nyaman, duduk di kursinya.
"Bos..."
"Aku sudah tahu! Kamu kembalilah bekerja!" perintah Dave kepada Astrid.
Sesuai perintah Dave, Astrid kembali bekerja dan menyiapkan berkas-berkas untuk diberikan ke Dave hari ini.
Di dalam ruangan, Tommy sudah duduk di depan meja Dave. Tampang Tommy yang tampan, sangat serius dan membuat Dave tegang juga. Mata kecoklatan Tommy terlihat lebih gelap dan menakutkan saat serius seperti saat ini. Hanya dengan tatapan yang seperti ini, bisa membuat pengacara lawannya di pengadilan menjadi lebih takut! Belum lagi dengan wibawa Tommy yang besar dan bersahaja. Usia Tommy terbilang lebih matang daripada Dave, namun Dave juga tidak kalah handal dalam mencari celah atas kasus-kasus yang ditanganinya. Mereka menjadi duo pengacara yang terkenal di kota setempat dalam waktu yang cepat.
"Ada apa?" tanya Dave dengan tenang.
"Bisakah kamu mengalihkan kasus Lana Wilson untukku?"
"Kenapa tiba-tiba kamu memintanya?"
Dave merasa curiga terhadap Tommy karena sebelumnya Tommy selalu acuh tidak acuh terhadap Lana dan sekarang dia tiba-tiba meminta kasus yang sedang ditanganinya untuk diberikan kepadanya.
Ada yang aneh! Pasti ada sesuatu yang terjadi? Tapi bagaimana bisa terjadi kalau semalam saja Tommy masih bersama kami! batin Dave menerka-nerka apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
"Bisakah kamu mengalihkan kepadaku tanpa bertanya-tanya?"
"Tidak bisa!"
"Kenapa?"
"Tommy, kamu adalah rekan kerjaku selama beberapa tahun terakhir! Kamu pasti juga paham bagaimana proses pelimpahan kasus dari satu pengacara ke pengacara lainnya! Harus dengan persetujuan dari klien!" jelas Dave.
Tommy yang sedang merasa gusar bisa melupakan hal sepenting itu. Tapi Tommy juga yakin bahwa Lana tidak akan melimpahkan kasusnya kepadanya! Semalam Lana sudah menjelaskan dengan jelas bahwa ia tidak akan mengalihkan kasus yang sedang dipegang Dave kepadanya! Hal itu membuat Tommy lebih marah dan frustasi.
"Apakah Fiona setuju kalau kamu akan menangani kasus Lana dan pergi bersamanya? Bukankah lebih baik kau limpahkan saja kasus itu untukku? Demi kebaikan rumah tanggamu sendiri!"
Kata-kata yang diucapkan Tommy malah membuat Dave semakin penasaran! Sungguh apa yang membuat Tommy yang sebelumnya dingin menjadi seperti ini? Tidak mungkinkan kalau dia hanya memikirkan pernikahanku dengan Fiona? Apakah Tommy terlalu menyukai Fiona hingga tidak mau melihat Fiona terluka? pikir Dave.
"Apa itu?"
"Aku akan memberikan nomer telpon Lana kepadamu dan kamu hubungi sendiri. Jika Lana setuju, aku akan menyuruh Astrid untuk menyiapkan berkas-berkas kasus dan surat pelimpahan kasus yang ditandatangani oleh Lana sendiri!"
Dave mengangkat telpon dan menghubungi meja Astrid.
"Iya bos?" jawab Astrid dengan cepat.
__ADS_1
"Siapkan salinan berkas-berkas kasus Lana Wilson untuk Pak Tommy!"
"Baik, Bos! Segera saya siapkan!"
Dave menatap Tommy yang duduk membisu dan sepertinya sedang banyak pikiran karena kening dahi Tommy sedang berkerut.
"Apa kau masih tidak mau memberitahuku kenapa tiba-tiba kau ingin menangani kasus Lana Wilson? Sebelumnya, kau tampak acuh tak acuh dan bahkan tidak menanyaiku apapun tentang kemajuan kasusnya!"
"Aku tidak bisa menjelaskan kepadamu sekarang!" jawab Tommy dengan penuh rahasia.
"Untunglah kasusnya sudah mendapat titik terang karena sudah P21 dan berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan. Persidangannya akan dimulai minggu depan! Aku harap desainer mesum itu bisa mendapatkan hukuman yang pantas!" jelas Dave.
Tommy merasa marah sekali dan ingin memukul desainer yang sudah melecehkan Lana! Gadis itu tidak pantas disentuh oleh tangan kotor desainer yang mesum. Tiba-tiba Tommy ada ide cemerlang.
"Bagaimana jika kau menghubungi Lana dan mengatakan bahwa kau sungguh tidak bisa menangani kasusnya dan melimpahkannya kepadaku?"
"Bisa aku coba! Aku akan segera menelponnya dan menanyainya! Jika sudah mendapat kabar, aku akan segera mengabarimu!"
"Bagus! Terima kasih. Aku akan menunggu kabar darimu dan membaca salinan berkas kasus Lana di ruanganku!"
"Okay!" jawab Dave lega karena akhirnya Tommy akan meninggalkan ruangannya. Dengan mood Tommy yang seperti ini, ruangan Dave yang lumayan luas menjadi terasa sesak dan mencekam.
__ADS_1
Dave kembali memikirkan apa yang sudah terjadi dan segera menghubungi Lana untuk bertanya tentang permintaan Tommy. Namun Dave tidak akan bilang kalau Tommy yang memintanya! Dave akan menggunakan Fiona sebagai alasan kali ini. Kau berutang satu kepadaku, Tommy! batin Dave.
Tetapi Dave juga berpikir kalau saja kasusnya bisa dilimpahkan untuk Tommy, maka itu juga akan menjadi solusi yang baik bagi semua orang! Sepertinya menangani kasus Lana membuat Fiona tidak senang. Jika Fiona tidak senang, maka itu akan memperlambat untuk membuat Fiona jatuh cinta terhadapnya! Dave segera menghubungi Lana dengan harapan bahwa gadis itu akan menerima usulan dari Dave! Toh Tommy juga seorang pengacara yang handal. Jika semua disetujui, semua akan menjadi lancar bagi Dave! Dave tidak akan membuang-buang waktu lagi. Dia langsung menghubungi Lana sekarang juga!