
Entah darimana kabar yang beredar, namun saat Tommy dan Lana keluar dari rumah sakit, sudah banyak sekali wartawan yang haus akan berita dari seorang Lana Wilson. Lana yang kaget dengan banyaknya wartawan di luar sana yang telah menunggunya, sedikit menjadi panik. Gadis itu sangat tidak siap dengan bombardir pertanyaan dari wartawan akan berita pertunangannya.
Lana paham sekali, seharusnya dia tidak menerima lamaran dari Tommy di saat dirinya sedang di puncak karir. Namun demi melindungi bayinya, ia bersedia meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya. Lana sendiri bukan seorang model yang bodoh! Gadis itu tahu bahwa dirinya tidak akan bisa selalu bertahan di dunia model yang keras, sehingga ia telah menginvestasikan uangnya dalam beberapa bisnis yang sedang ia jalani sekarang.
Lana dan Tommy berusaha bebas dari kerumunan wartawan yang tak mau mundur sama sekali. Tommy sempat hampirĀ marah karena mengkhawatirkan kondisi Lana. Dipeluknya Lana di dada Tommy yang bidang dan Lana yang merasa panik, hanya bisa pasrah kepada Tommy untuk menuntunnya keluar dari kerumunan ini. Setelah perjuangan yang terasa tak ada habisnya, akhirnya mereka sudah bisa masuk ke dalam mobil Tommy. Namun masih ada saja wartawan yang menghalangi jalan mereka. Tommy yang sudah marah, tetap melajukan mobilnya pelan-pelan.
Setelah bisa bebas dari kerumunan, Tommy melajukan mobilnya ke arah apartemennya karena ia yakin kalau mereka kembali ke rumah Lana, pasti juga sudah ada banyak wartawan yang menunggu mereka di sana.
Di dalam mobil, Tommy menelpon sekretarisnya, Wulan.
"Halo Wulan!"
"Iya bos!"
"Saya hari ini tidak bisa ke kantor. Jadi saya tunggu kamu untuk mengirimkan semua berkas yang harus saya periksa dan pelajari ke email saya!" perintah Tommy ke Wulan.
"Baik bos. Saya akan menyiapkan semuanya dalam waktu satu jam, bos!"
"Oh iya Wulan, saya memerlukan kamu untuk membuat daftar preseden kasus. Saya tahun ini akan kembali mengambil kasus pro bono. Jadi kamu bantu untuk memilah-milah kasus!"
"Baik bos. Kalau begitu saya juga akan menghubungi Pak Dave dan bertanya apakah dia akan melakukan hal yang sama!"
"Saya rasa kamu tidak perlu melakukan itu karena Dave sudah cukup sibuk dengan kasus-kasus yang ia tangani sekarang!"
"Baik bos. Semua dokumen akan siap dalam waktu satu jam!"
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa kamu langsung kabari saya ya!"
"Baik bos!"
Tommy langsung mematikan telponnya yang tersambung dengan mobilnya dalam satu tombol saja. Lana yang mendengarkan pembicaraan Tommy dan sekretarisnya, merasa bersalah. Semua kekacauan ini terjadi karena dirinya.
"Tommy, aku minta maaf!"
"Kenapa minta maaf? Ketika aku melamarmu, aku sudah memikirkan bahwa suatu saat, hal seperti ini memang akan terjadi. Untuk sementara ini, lebih baik jika kamu menginap di tempatku. Apakah kamu sudah mengabari Bi Ina?"
"Aku akan mengabari Bi Ina nanti kalau kita sudah sampai di apartemen. Aku sedikit lapar dan lelah. Apakah kamu punya sesuatu di rumah?"
"Aku lupa untuk membeli persediaan makanan. Bagaimana jika kamu menunggu di mobil dan aku akan pergi ke supermarket dekat apartemen?"
"Boleh. Aku mau buah-buahan yang banyak ya!"
"Bukan ngidam! Aku memang selalu makan buah-buahan dan sayur yang banyak. Walaupun aku juga suka daging. Beli saja semua buah, sayur dan daging!"
"Tapi aku harus bekerja nanti. Kita bisa pesan makanan saja!"
"Waktu kamu bekerja, aku bisa memasak. Jadi aku tidak akan bosan di rumah tanpa mengerjakan apa-apa!"
"Apakah kamu tidak akan merasa lelah jika kamu memasak?"
"Bagus kan kalau aku lelah! Jadi aku bisa tidur lebih cepat dan nyenyak. Lagipula jika kita memesan makanan, kurir yang mengantar bisa menyebarkan dimana aku tinggal sekarang dan nanti malah banyak wartawan yang datang ke apartemen!"
__ADS_1
"Betul juga. Oke aku akan berhenti di supermarket dekat apartemen." kata Tommy menyetujui Lana.
Sesampainya di supermarket, Tommy keluar dan mengingatkan Lana untuk mengunci pintu mobil. Tommy berusaha untuk bergerak dengan cepat dan mengambil semua keperluan yang bisa dilihat dan diambilnya. Namun ada beberapa wartawan yang tetap bersikeras mengikuti Lana dan Tommy telah menemukan mobil mereka di supermarket. Beberapa dari mereka berusaha untuk masuk ke dalam supermarket dan beberapa dari mereka sudah menunggu di depan mobil mereka.
Lana yang mengetahui keberadaan wartawan, menurunkan kursinya hingga ke posisi berbaring dan mematikan mesin mobil. Setelah beberapa saat, mereka berpikir bahwa Lana juga masuk ke dalam, mereka langsung meninggalkan mobil itu. Lana berdoa dalam hati semoga Tommy segera menyadari keberadaan wartawan dan segera menyelesaikan belanjanya.
Tommy yang sudah hampir selesai, bertemu dengan seorang wartawan yang ngotot untuk mewawancarainya. Tommy segera bergegas ke kasir dan melakukan pembayaran. Wartawan tersebut berpikir kalau Lana masih berada di dalam supermarket segera berlari dan mencari keberadaan model itu. Tommy sudah membayar semua dan berlari ke mobil. Lana yang melihat Tommy segera membuka kunci mobil! Tommy menaruh belanjaannya dengan serampangan dan menghidupkan mobilnya dengan cepat. Mereka akhirnya bisa meninggalkan supermarket itu dan mengecoh para wartawan. Setelah berputar sekitar satu blok dan yakin tidak ada wartawan yang mengikuti mereka, Tommy mengarahkan mobilnya ke arah apartemen.
Tommy memberitahu satpam yang berjaga di apartemen tentang keadaan dan mereka dengan sigap akan membuat keamanan lebih ketat. Tommy membantu Lana turun dari mobil dan membawa belanjaan mereka. Akhirnya mereka sudah sampai di apartemen dan bisa beristirahat.
"Tommy, apakah kamu mau kopi?"
"Boleh. Sepertinya aku akan membutuhkan banyak kopi. Tapi kamu tidak boleh minum kopi ya. Tidak baik untuk perkembangan janin!"
"Aku akan membuat kopi. Aku akan minum sedikit dan mencampurnya dengan lebih banyak susu. Aku terlalu tegang!"
Tommy berjalan ke arah Lana dan memegang pundaknya. Tommy mulai memijat pundak Lana untuk membuat gadis itu sedikit relaks. Namun memijat pundak gadis itu, membuat Tommy melihat leher gadis itu yang kecil dan indah.
Kesalahan! Memijat Lana adalah kesalahan. Sekarang gairahku malah timbul! batin Tommy.
Lana yang merasa ada yang tidak beres, segera berbalik.
"Kamu tidak perlu memijatku. Kamu duduk disana aja! Ini sudah hampir satu jam. Apakah kamu tidak akan memeriksa emailmu dan bekerja?"
"Baiklah!" jawab Tommy singkat karena berpikir itu akan menjadi pilihan yang terbaik bagi mereka berdua. Tommy tidak mau dia menyerang Lana dengan gairahnya yang sudah tidak tersalurkan dalam beberapa hari.
__ADS_1
Lana sendiri merasa ada getaran-getaran di sekitar perut ketika Tommy memijatnya tadi. Bukannya merasakan relaks, Lana malah merasakan hal lainnya yang membuatnya salah tingkah. Setelah berhasil membuat Tommy menyingkir ke ruangan yang berbeda, Lana mulai untuk membuat kopi dan mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat makan siang. Hari ini akan menjadi hari yang panjang bagi mereka berdua di apartemen.