
Subuh hari, Lana sudah terbangun dari tidurnya. Dia melirik ke arah samping kanannya dan dilihatnya Tommy yang masih tidur. Tommy tidur menghadap ke arah Lana dan lengannya sedang memeluk Lana seolah lelaki itu tidak mau melepaskannya ketika Lana sedang tertidur pulas. Lana memutuskan untuk membalik badannya sedikit ke arah Tommy dan memandanginya sampai ia puas.
Mata Tommy yang terpejam, mempertontonkan bulu mata yang lumayan panjang dan lebat. Hidungnya mancung dan agak bengkok sedikit. Bibirnya tipis tetapi ketika mencium terasa penuh. Memandangi bibir Tommy dan memikirkan ketika mereka berciuman, jantung Lana berdetak lebih kencang.
Ketika kejadian dimana Tommy marah dan memaksakan kehendaknya kepada Lana, gadis itu memang marah. Tetapi beberapa tidak bertemu dengan Tommy, membuat Lana lebih sengsara dan sedih. Sehingga Lana sungguh tidak mau memikirkan kejadian itu lagi dan memilih untuk melupakan, demi masa depan mereka bersama. Mungkin inilah yang orang-orang bicarakan, CINTA MENGALAHKAN AKAL SEHAT!!!
Lana tidak menyangka bahwa hal itu akan terjadi juga kepadanya.
Pernah suatu hari ketika gadis itu sedang berada di rumah dan berusaha untuk menyibukkan dirinya dengan membuat kue-kue, ia berpikir kenapa Tommy tidak jatuh cinta kepadanya? Apa yang kurang dari seorang Lana Wilson? Apakah memang Tommy menyukai tipe gadis polos seperti Fiona?
Semakin ia memikirkan, semakin sakit hati dan marah dirinya.
Lana fokus lagi memandangi wajah Tommy, tangannya ingin meraba wajah Tommy tetapi ia takut untuk membangunkan lelaki itu. Memandangi wajah Tommy hanya membuat gadis itu menjadi semakin frustasi. Tiba-tiba Lana teringat kembali akan perkataan Fiona tentang cinta tidak memandang jenis kelamin. Lana sudah memikirkan hal itu berulang kali dan beberapa kali, ia sudah hampir kelepasan ketika berbicara dengan Tommy. Tapi di dalam hati kecilnya, Lana takut sekali ketika ia menyatakan cinta kepada Tommy, bukan balasan perasaan cinta dari Tommy malah penolakan yang akan ia dapatkan!
Tetapi suatu saat, ia pasti akan memberitahu lelaki yang sedang tidur terlelap di sampingnya tentang perasaannya yang sebenarnya! Suatu saat... janji Lana di dalam hati!
Seolah memandangi wajah lelaki yang ia cintai malah membuatnya berpikir yang tidak-tidak, Lana bangkit dan menuju keluar kamar untuk membuatkan sarapan.
Tapi perjuangan Lana untuk keluar kamar tidaklah mudah. Dengan hati-hati, gadis itu menyingkirkan lengan Tommy yang besar dan berat dari tubuhnya. Setelah berhasil, Lana bangkit pelan-pelan dan memakai sandal untuk berada di dalam rumah. Setelah itu, ia membuka pintu dan menutup pintu dengan pelan supaya tidak menimbulkan banyak suara.
Setelah berhasil keluar dari kamar, Lana segera memeriksa isi kulkas. Kosong!!! Hanya ada dua telur, beberapa cabai dan bawang putih. Tidak ada apa-apa lagi!
Apa yang dimakan lelaki itu ketika ia sedang mabuk-mabukan? pikir Lana geram.
__ADS_1
Lana membuka lemari kabinet satu persatu dan akhirnya menemukan beras. Gadis itu segera menanak nasi dengan rice cooker dan meracik bumbu seadanya untuk membuat nasi goreng. Semenjak hamil, ia menjadi lebih cepat lapar dan lelah.
Hampir setengah jam Lana berkutat di dapur untuk memasak dan membuat kopi, akhirnya selesai juga. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan jam setengah tujuh. Hari ini akan menjadi sibuk bagi dirinya karena ia baru saja menandatangani kontrak untuk menjadi bintang iklan di TV. Lana segera bergegas ke kamar dan pergi mandi.
Walaupun Lana berusaha untuk setenang mungkin di dalam kamar, tetapi bunyi-bunyi yang dikeluarkan gadis itu untuk menyiapkan bajunya dan baju Tommy, membangunkan Tommy dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Tommy.
"Sudah dari tadi! Bahkan aku sudah memasak nasi goreng untuk kita makan. Aku akan mandi duluan karena jam delapan aku akan ada shooting untuk pembuatan iklan baru!" ucap Lana sambil terburu-buru.
Lana memang sengaja tidak mau memberitahu Tommy bahwa ia akan shooting bersama dengan mantan pacarnya yang masih mengejarnya yaitu Marko Peterson. Marko adalah keturunan campuran, ayahnya berwarganegara Amerika sedangkan ibunya berwarganegara Jepang. Akhir-akhir ini, Marko memang baru mencapai puncak popularitasnya. Lana pernah berpacaran dengannya selama delapan bulan. Mereka putus karena Lana selalu menolak untuk melakukan hubungan intim sebelum pernikahan! Bukannya Marko menghargai keputusan Lana, lelaki itu malah meniduri rekan modelnya.
Karena rekan modelnya yang bernama Cindy, akhirnya jatuh cinta kepada Marko, Cindy dengan sengaja untuk memberitahu Lana. Awalnya Marko selalu menolak untuk mengakui tetapi karena Lana sudah mendapatkan cukup bukti, Marko tidak bisa berkelit lagi. Lana langsung memutuskan lelaki itu dan berusaha dengan sopan untuk menghindarinya.
Ketika managernya memberitahu bahwa pasangannya dalam shooting iklan baru adalah Marko, Lana berusaha menolak. Tapi perusahaan yang menawari iklan itu bersikeras bahwa mereka hanya mau memakai Lana sebagai bintang iklannya dan mereka sampai menaikkan bayarannya dua kali lipat. Lana berpikir dengan bayaran yang tinggi, maka ia akan bisa untuk menabungnya dan menggunakannya ketika ia tidak bisa lagi bekerja karena kandungannya yang semakin besar. Lana menerima iklan tersebut dengan berat hati! Lana menyakinkan dirinya sendiri untuk menghindari Marko sebisanya.
Tak lama berselang, Lana sudah keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah basah karena hanya dikeringkan dengan handuk dan asal-asalan. Lana segera bergabung dengan Tommy di meja makan.
"Ayo kita makan! Aku tidak punya banyak waktu."
"Aku akan mengantarmu. Aku tidak akan memakan waktu lama." ujar Tommy.
"Aku kan kemarin menyupir sendiri. Jadi aku akan pergi duluan. Kamu makan dulu pelan-pelan dan setelah itu kamu bisa pergi mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor."
__ADS_1
"Aku hari ini rasanya tidak ingin ke kantor!" ucap Tommy singkat.
"Kenapa? Apakah kamu sakit? Atau masih dalam pengaruh alkohol?"
"Tidak sakit atau dalam pengaruh alkohol. Aku hanya ingin menemanimu hari ini!"
Ketika mendengar perkataan Tommy, Lana sedikit menjadi senang karena pria yang ia cintai ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan dirinya. Tetapi sesaat kemudian, Lana teringat Marko dan sungguh tidak menginginkan Tommy mengetahui tentang Marko sama sekali!
"Sungguh, aku bisa pergi sendiri. Hari ini aku akan pulang ke rumah, ya?"
"Kenapa? Apakah kamu tidak ingin tinggal bersamaku?"
Ingin sekali, batin Lana. "Aku sudah tidak memiliki baju lagi disini!"
"Kalau begitu, nanti aku akan pergi ke rumahmu waktu makan siang. Karena aku akan pergi menemui klien dekat rumahmu. Aku akan mengambilkan bajumu. Bisakah kamu memberitahu Bi Ina untuk menyiapkannya?" kata Tommy yang memberikan alasan kepada Lana supaya gadis itu mau kembali ke apartemennya lagi setelah bekerja.
"Baiklah, nanti ketika aku sudah berada di set tempat shooting, aku akan menelpon Bi Ina untuk menyiapkan beberapa keperluanku!" ucap Lana menyetujui Tommy.
Tommy melihat Lana yang tersenyum singkat kepadanya. Lalu Tommy melihat bahwa jari Lana tidak memakai cincin pertunangan yang sudah diberikannya kembali kemarin malam.
"Lho cincin pertunanganmu mana?"
"Di kamar. Untuk shooting ini aku tidak bisa memakainya karena tema iklannya adalah gadis single yang sedang jatuh cinta." kata Lana berbohong.
__ADS_1
"Aku juga takut kalau cincinnya hilang ketika aku melepasnya di lokasi shooting!" tambah Lana.
Mendengar alasan Lana, Tommy tidak bisa protes lebih jauh lagi. Tommy hanya mengangguk dan memulai makan nasi goreng yang ternyata enak sekali walaupun hanya menggunakan bumbu seadanya. Mereka berdua berdiam diri dan makan. Setelah selesai, Lana melihat jam lagi yang sudah menunjukkan pukul delapan kurang lima belas menit. Lana yang sudah hampir telat, meminta maaf karena tidak bisa menyuci piring dan segera mengambil tas dan kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan Tommy yang masih berada di meja makan.