
Selesai makan siang, Dave dan Tommy mengantarkan Fiona kembali ke rumah.
"Apakah kamu akan tetap membeli makanan untuk malam nanti atau aku akan memasak?" tanya Fiona.
"Tidak perlu memasak, aku akan membelikan bakmi yang enak dekat kantor! Kamu istirahat saja!" jawab Dave.
"Kalau begitu aku akan membersihkan rumah dan mengerjakan tugas-tugas kuliahku!"
"Pastikan untuk selalu mengunci pintu! Aku akan menghubungi seseorang untuk memasang CCTV di rumah. Aku berangkat dulu untuk balik ke kantor!" ucap Dave lembut.
"Sampai ketemu lagi, Fio!" Tommy melambaikan tangannya. "Hati-hati dan jangan sembarangan membukakan pintu rumah!"
"Selamat bekerja!"
Fiona masuk ke dalam rumah dan menguncinya sementara Dave dan Tommy kembali masuk ke dalam mobil untuk kembali ke kantor.
Di dalam mobil keadaan menjadi sedikit tegang.
"Aku tidak menyangka kalau Simon akan mengikuti dan mengawasi Fiona!" ucap Dave.
__ADS_1
"Aku juga berpikir seperti itu. Lebih baik kita menghubungi salah satu teman kita yang bekerja sebagai detektif untuk mengawasi Fiona dari jauh. Untuk keamanan Fiona!" usul Tommy.
"Bagus juga idemu. Siapa yang kamu usulkan untuk kita pekerjakan! Apakah lebih baik memberitahu Fiona bahwa kita akan memperkerjakan seseorang untuk menjaganya?"
"Lebih baik tidak karena dia tidak akan merasa nyaman jika dia tahu seseorang kita kirim untuk mengawasi dan menjaganya. Juga, aku tidak ingin Fiona merasa bahwa jiwanya sedang terancam!"
Pikiran Dave sedang berkecamuk dan kalut karena memikirkan keadaan Fiona. Simon memasang target Fiona sebagai sasarannya karena dia tahu bahwa Dave dan Tommy bukanlah target yang mudah untuk dicelakai sedangkan jika Fiona terluka, maka itu akan menyakiti perasaan Dave.
Dia tidak tahu kalau pernikahan mereka tidak seperti pernikahan biasa! batin Dave kesal.
Sesampainya di kantor, Tommy segera menghubungi temannya yang bekerja sebagai detektif dan menjelaskan semua persoalan yang terjadi. Dave percaya bahwa Tommy bisa dipercaya untuk mencari seseorang yang kompeten untuk bekerja karena ruang lingkup Tommy lebih luas. Tommy lebih sering menangani kasus kriminal dan Dave lebih sering mengambil kasus-kasus sengketa atau pelecehan seksual.
Tommy dan Dave sudah tenggelam dalam pekerjaannya. Di rumah, Fiona sedang membersihkan semua bagian rumah. Puas dengan hasilnya, Fiona segera pergi mandi karena keringat.
Dave mendekati Fiona dan dari jarak dekat, Dave sudah mencium aroma buah dari sabun yang sering digunakan oleh Fiona. Dave melepas dasinya dan naik ke atas ranjang untuk bergabung dengan gadis yang bisa membuatnya lepas kendali.
Dave memandang Fiona, melihat garis kelelahan di wajah gadis itu, kerampingan tubuh mudanya, kondisi baju tidurnya yang sudah pudar warnanya namun bersih. Dave terang-terangan menatap Fiona, mulai dari dada kencang sampai ke lekuk samar pinggul gadis itu. Gadis itu tampak seksi. Sangat seksi.
Mata Dave perlahan menyipit. Matanya menyusuri tubuh Fiona seperti elusan, nyaris menyentuh secara fisik. Waktu seakan berhenti. Dunia luar seakan begitu jauh, dan hanya ada mereka di dalam kamar dengan pencahayaan redup. Dibelainya rambut Fiona yang pendek sepundak. Fiona yang masih tertidur, merasa sedang bermimpi bahwa Dave sedang menyentuhnya. Tapi sentuhan itu menjadi semakin intens dan membangunkan Fiona dari tidurnya.
__ADS_1
"Dave, apa yang..."
Dave menyentuh wajah Fiona dan menciumnya dengan lembut. Ciuman yang sama-sama memabukkan seperti pagi ini namun lebih lembut. Tangan Dave bergerak turun menyusuri punggung Fiona dan dengan penuh damba merapatkan tubuh mereka.
Fiona nyaris terguncang atas kontak intim Dave. Pria itu bergairah dan Fiona biasa merasakan bukti gairah dari Dave. Dave menginginkannya. Fiona tidak bisa berpikir lagi, tubuh belianya terbakar gairah dan hasrat.
Dave semakin berani, tangannya berpindah ke arah payudara Fiona, membuat Fiona tersentak. Dave tidak menghentikan ciumannya. Fiona juga tidak mencoba untuk menghentikannya tapi Fiona juga menggoda Dave kembali dengan merapatkan tubuhnya ke arah Dave. Fiona tidak memiliki pengalaman tapi dia pernah membaca novel dewasa dan rasa ingin tahunya juga tinggi.
Fiona sejenak melupakan bahwa pernikahan mereka bisa berakhir kapan saja. Namun rasa cintanya terhadap Dave mengalahkan akal sehatnya. Dia rela untuk menyerahkan tubuhnya untuk lelaki yang sudah didambakannya sejak kecil.
"Fio, jika kau tidak menghentikanku sekarang! Aku tidak akan mampu berhenti nanti!" ucap Dave.
Dave sedikit mengendurkan tubuhnya yang tadi bersentuhan langsung dengan tubuh Fiona. Dave bisa merasakan tubuh panas gadis itu dan baju tidurnya yang tipis tidak menghalangi hasrat Dave.
Fiona yang menyiapkan mental dan fisik, tidak menjawab Dave dengan kata-kata tapi menarik tangan Dave lebih erat supaya lebih dekat.
"Kau tahukan, pernikahan kita bisa berakhir kapan saja!" Dave mengucapkan kata-kata yang salah dan membangunkan Fiona dari alam bawah sadarnya.
Fiona menjauhkan badannya, membenarkan letak baju tidurnya dan bangkit dari ranjang.
__ADS_1
"Kapanpun kamu mau, aku akan selalu siap untuk bercerai!" jawab Fiona dingin.
Suasana yang penuh hasrat dalam sesaat menjadi suasana yang dingin. Tubuh Dave masih mendamba akan tubuh Fiona. Tidak bisa dipungkiri kalau ia tertarik dan telah jatuh cinta terhadap Fiona. Namun, ia tidak akan mengatakan perasaan cintanya terhadap Fiona karena ia sendiri tidak yakin akan perasaan Fiona terhadapnya. Akan menjadi tidak adil, jika ia merenggut kehormatan Fiona hanya karena ia tidak bisa mengendalikan hasratnya.